Pernikahan Kontrak Si Buruk Rupa

Pernikahan Kontrak Si Buruk Rupa
Pertemuan


__ADS_3

Walaupun Rose selalu menghindari Simon setiap hari, namun sisca lebih aktif mendekati Simon yang selalu menyendiri sambil bekerja tanpa mengenal waktu. Simon menjadikan pekerjaan sebagai pelarian dari masalahnya dengan Rose, dalam hati kecilnya dia percaya sama Rose namun anak itu anak sapa?


Rose makan siang dari bekalnya dengan lahap tadi dia membawa bekal sendiri biar tidak usah keluar dari kantor, Rose berangkat paling pagi dan pulang paling akhir agar tidak bertemu Simon karena tidak sanggup menatap Simon.


Setelah makan siang selesai tidak lama terdengar ketukan pintu.


"Masuk.. " jawab Rose dan tidak lama muncul Rina asistennya.


"Maaf Bu...saya mengganggu waktunya ! ada klien dari Amerika mau bertemu Pak Albert ,tetapi beliau tidak berada di tempat dan Pak Simon sedang bertemu klien dari Singapura".


"Namun tidak bisa membatalkan pertemuan ini, karena sangat susah mengatur jadwal ulang dengan beliau karena jadwal padat." Rina bicara dengan nada cemas takut Rose menolak bertemu klien karena Rina sadar akhir-akhir ini atasannya Rose kelihatan jutek.

__ADS_1


"Ya sudah antar beliau ke ruangan rapat dan saya segera ke sana, " jawab Rose.


Klien ini Rose sangat kenal baik karena dia sering menggantikan , atau diajak Albert bertemu membahas rencana kerjasama mereka.


Rapat pun berjalan lancar klien sangat senang dengan penjelasan Rose, dan setelah tanda tangan kontrak klien pun pergi. Rose kembali dan tidak sengaja bertemu dengan Simon yang sedang melakukan pertemuan dengan klien di ruangan sebelahnya.


Rose mengangguk sopan dan berlalu menganggap Simon seperti rekannya, namun simon segera memegang lengannya.


"Rose kita harus bicara.. ", kata Simon.


Simon memandangi Rose pergi dengan hati sedih, nada dingin Rose sangat menyakiti hatinya .Dimana Rose yang lembut dan perhatian dengannya sekarang dia kembali menutup hati dan menjadi Rose yang sedingin salju dan angkuh seperti dulu.

__ADS_1


Rose menjadikan sikap dingin sebagai perisai agar tidak sakit hati lagi, karena bila dia lemah perasaan cinta semakin menyiksa hatinya meskipun betapa ingin dia memeluk Simon saat melihatnya tadi.


Tubuh Simon nampak lebih kurus dia sungguh tidak tega, namun dia bukanlah ini yang diinginkan oleh Simon jadi buat apa memikirkan dia lagi.. batin Rose.


Rose meraba perutnya dan berbicara sendiri dengan senyum", sekarang kamu hanya punya mama saja, tapi biarpun papa tidak bersama kita, mama berjanji mama selalu ada untukmu".


Rose menuju ruangannya dan menyelesaikan tugasnya lalu merangkum semua pekerjaan agar bisa mengambil cutinya lebih cepat nanti, perutnya semakin lama akan membesar dan orang akan curiga.


Untung bayinya tidak rewel mengerti keadaannya sehingga dia tidak mual seperti kebanyakan orang lain dan bisa bekerja dengan baik seperti biasanya. Rose bersyukur dia tidak terganggu dengan kehamilannya dan pekerjaan juga tidak terkena dampak dari masalah pribadinya.


Sepulang kantor Rose berdiri dipinggir jalan menunggu kendaraan online yang di pesannya, namun mobil Simon berhenti di depannya. Sambil membuka kaca Simon bicara dengannya.

__ADS_1


"Naiklah aku antar pulang.. naik kendaraan online sendirian berbahaya ", katanya.


" Terima kasih namun tidak perlu karena aku sudah terbiasa kok", balas Rose dengan senyum tipis di bibirnya.


__ADS_2