
Rose memeluk pinggang Simon yang lagi membaca email nya dan merebahkan kepala manja di dada Simon yang bidang, Simon agak heran dengan sikap Rose yang tidak biasanya.
"Sayang.. kita Jjs yuk kemana aja ambil cuti kerjamu bisa tidak? ", tanya Rose.
" Ehhm.. bagaimana ya nanti aku bilang Albert dulu buat handle pekerjaan ku sayang", jawab Simon sambil mencubit sayang hidung Rose.
" Aku sudah ajukan cuti kapan hari dan bos sudah menyetujui karena baru kali ini mengambil cuti ku", kata Rose.
" Coba aku tanya Albert dulu.. ", kata Simon sambil menekan nomor handphone Albert.
" Halo.. Simon ada apa? apa perusahaan ada masalah? ", tanya Albert beruntun.
Karena Simon jarang menghubungi dia kecuali keadaan genting, dan memaksa atau Simon butuh persetujuan darinya.
"Tenang bos.. istriku meminta aku mengambil cuti agar bisa honeymoon kedua apa bos tersayang mengijinkan cuti ku", tanya Simon bercanda.
" Tentu saja kalian pergilah jangan khawatir masalah perusahaan ada aku yang handle lagipula asisten mu bisa di andalkan", jawab Albert .
__ADS_1
" Makasih bos.. salam buat nyonya bos juga dari Rose", kata Simon.
"Sama-sama tidak perlu begitu sungkan terhadapku kau sudah seperti saudara ku Simon, Oh ya salam balik buat Rose aku senang kalian sudah berdamai", balas Albert.
" Ok bye.. ", kata Simon menutup telepon.
" Albert sudah mengijinkan kita cuti jadi kau mau kemana? ", tanya Simon menatap Rose.
" Kemana saja yang penting refreshing ", balas Rose.
"Kalau begitu aku akan meminta asistenku mengatur liburan kita besok kau bisa siapkan barang kita", kata Simon.
" Anggap saja ini buat menebus dosaku karena sikapku kemarin-kemarin kepadamu", balas Simon.
Perlahan Simon mendekati Rose dan menciumnya, Rose terbuai dan membalasnya dengan mesra. Sudah lama mereka tidak bermesraan , dan kini setelah berdamai dan mengalahkan ego masing-masing cinta semakin menguat di antara mereka.
Malam semakin larut dan percintaan mereka semakin panas, entah berapa ronde mereka melakukan hubungan suami istri seakan menghilangkan dahaga selama ini mereka tahan karena berpisah.
__ADS_1
Rose berteriak menyebut nama Simon ketika Simon dengan tenaganya menghunjamkannya berkali-kali tanpa merasa lelah. Rose sampai meminta ampun agar Simon segera menyelesaikan permainan mereka.
Sungguh dia merasa heran Simon sekuat itu, padahal Rose sudah merasa lelah. Namun dalam pelukan serta sentuhan Simon dan hujaman tiada henti dari suaminya , membuat Rose ketagihan dan tidak bisa menolaknya.
Dia hanya bisa mengerang dan menikmati permainan suaminya sampai dini hari , dan simon merasa puas lalu mereka tertidur pulas sambil berpelukan di bawah selimut.
Matahari sudah agak tinggi ketika Rose terbangun dan terkejut dia kesiangan, padahal belum membuat sarapan buat mereka berdua. Ketika dia akan menuruni tempat tidur Simon ikut terbangun dan memeluk nya.
"Mau kemana sayang? ", tanyanya dengan suara parau khas suara baru bangun.
" Membuat makanan sayangku.. ini sudah lewat jam sarapan", kata Rose.
Simon naik di atas badan Rose dan menindihnya, adiknya ternyata sudah terbangun juga di bawah dan mengenai perut Rose membuat Rose malu dan pipinya memerah.
"Gerakan mu tadi sudah membangunkan juniorku sayang, kau harus bertanggungjawab", kata Simon tersenyum mesum.
" Apa kau tidak lapar sayang? " tanya Rose mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
Mereka seperti pengantin baru yang baru mulai malam pengantin saja.. pikirnya.
" Aku ingin minum susu saja ", bisik Simon sambil mendekati buah dada Rose dan mulai menghisapnya..