
Albert sungguh bingung menjawabnya di saat lain dia ingin mengatakan mulai menyukai istrinya itu, tetapi dia juga tidak bisa berbohong bahwa di sudut hatinya masih tersimpan Citra kekasihnya yang pergi meninggalkan nya tanpa kabar.
Albert juga bingung di saat lain dia ingin melupakan Citra dengan menjalin hubungan dengan Catherine , tetapi sosok Citra seakan terpatri dalam hatinya susah di lepaskan.
Padahal dia sangat marah kepada Citra, bahkan Simon pun tidak berkata banyak tentang Citra dan menyuruh nya melupakan saja Citra yang tidak pantas untuknya.
Sebenarnya Simon mengetahui apa yang di lakukan Citra di luar sana , sangat mudah menemukan Citra lewat anak buahnya dan Simon tahu Citra hanya mengincar harta tuannya dan saat ini sedang bersenang-senang menjadi simpanan pejabat tinggi ternama.
Simon merasa Betty lebih cocok dengan tuannya sederhana walau tidak cantik dan nampak ugly, tetapi hati nya sangat baik juga ramah dan penyayang karena itu dia mengumpulkan semua bukti keburukan Citra agar tuannya melupakan selamanya.
Simon sengaja saat ini tidak menunjukkan bukti itu, karena Citra tidak nampak hidungnya karena menemukan yang lebih daripada tuannya juga nama melejit dalam dunia hiburan.
Simon juga teringat betapa terpukul bos nya saat Citra meninggalkan dia , dan dia tidak mau bos nya mengalami kesakitan yang sama sampai dia lihat kalau bos mencintai Betty tanpa dia sadari.
__ADS_1
Betty menatap Albert yang terdiam lama.
" Sudahlah kau tidak perlu menjawabnya karena semua itu tidak penting, perasaan mu milikmu dan aku tidak berhak menuntut lebih dari yang kau berikan percayalah aku sadar posisiku di hatimu", kata Betty.
Betty beranjak ke kamar mandi dan mulai membersihkan dirinya dan menangis perlahan tanpa suara sampai puas, dia tidak ingin Albert melihat betapa rapuhnya dirinya..dia harus kuat.
Setelah puas dia mencuci wajahnya agar tidak kelihatan habis menangis dan keluar, lalu mengambil laptopnya dan mulai menulis novel yang lama ke pending.
Betty menulis dengan giat dan lupa Albert masih ada di ruangan itu, hatinya tercurah di novel yang dia tulis. Betty membuat kisah sesuai hidupnya sehingga seperti diary yang dia tulis dan memakai nama samaran ternyata banyak juga yang menanti kabar lanjutan novelnya.
" Kukira tadi kau keluar", kata Betty.
" Apa ada yang kau butuhkan ?," tanya Betty mencoba mengurai suasana kaku.
__ADS_1
Betty sadar bagaimana juga Albert suaminya , dan dia tidak boleh melupakan kewajiban sebagai seorang istri walaupun hatinya dipenuhi amarah walaupun pernikahan ini hanya sandiwara bagi Albert.
Betty mencoba mengembalikan suasana tidak enak di antara mereka, bukankah Albert juga sudah meminta maaf kepadanya dan dia tidak ingin masalah berlarut-larut.
Orangtuanya mengajari agar dia tidak berlarut - larut di kuasai oleh amarah, masalah harus sudah selesai sebelum tidur agar hati tenang dan dia selalu mengingat ajaran orang tuanya dalam hati.
"Aku mau mandi saja sudah gerah dan lengket ", kata Albert pelan lalu beranjak masuk ke kamar mandi.
Betty menyiapkan baju tidur Albert di atas tempat tidur, lalu mulai menulis bab berikut novelnya. Albert keluar dari kamar mandi dengan melilitkan handuk di atas pinggangnya.
Betty mendongak melihat dada atletis dan perut seperti roti sobek yang mengkilat terkena air, dengan susah payah dia menelan ludahnya.
"Baju ganti di atas tempat tidur," kata Betty menunduk malu menatap perut suaminya tadi.
__ADS_1
"Ya terimakasih.. " sahut Albert dan mengenakan boxer nya, lalu menyisihkan piyama di gantungan baju dia lebih nyaman tidur hanya memakai boxer.