Pernikahan Kontrak Si Buruk Rupa

Pernikahan Kontrak Si Buruk Rupa
Rose ngambek


__ADS_3

Rose pulang rumah dengan kesal karena kata-kata Melinda tadi, dia menyesal bertemu dengan Melinda yang mempengaruhi moodnya sehingga sekarang menjadi badmood.


Simon yang khawatir dengan Rose langsung pulang, dan melihat Rose yang lagi marah-marah dan ngambek dia takut berpengaruh kepada bayi mereka.


"Sayang ...apa kau baik-baik saja? " tanya Simon.


"Tidak baik.. " balas Rose kesal.


"Kenapa kau bertemu dengan Melinda? " tanyanya.


"Karena kau tidak mau bercerita tentang mantanmu itu, aku penasaran dengannya" balas Rose.


"Dia hanya masa lalu jangan sampai pengaruh ke bayi kita, kalian lah masa depanku aku tidak akan pernah meninggalkan kalian" kata Simon sambil memeluk Rose.


Mendengar kata Simon yang berjanji tidak akan pergi meninggalkan dia, Rose tenang dan ingin mendengar cerita sesungguhnya karena dia mempercayai suaminya.

__ADS_1


Simon pun menceritakan kejadian seluruhnya kepada Rose, dia tidak ingin ada ganjalan di antara mereka daripada Rose mendengar dari Melinda lebih baik dengar langsung darinya.


Rose pun lega namun dia khawatir dengan Melinda, karena nampaknya dia bertekad mendapatkan Simon dan tidak peduli biar Simon sudah menikah.


Apalagi mereka sedang bekerja sama sekarang dan pertemuan tidak bisa di hindari, meskipun Simon bisa di percaya dia tidak yakin dengan Melinda.


"Aku khawatir dengan Melinda dia tidak akan mudah menyerah" katanya.


"Tenanglah aku akan menyuruh Gery mewakili ku bila ada pertemuan dengan Melinda, sehingga tidak perlu aku turun tangan secara langsung kecuali keadaan sedang mendesak" balas Simon menenangkan istrinya.


"Baiklah atur saja yang jelas aku tidak mau kau berdekatan dengan calon pelakor itu kalau tidak kau tidur di luar saja" kata Rose memberi peringatan.


Rose ingin tertawa mendengar perkataan Simon namun dia tahan, sejak kapan Simon jadi seperti anak kecil terhadapnya.


"Buktikan saja aku tidak butuh janji omong kosong" kata Rose pura-pura galak.

__ADS_1


"Ya nanti aku buktikan kau tidak kasihan melihat suamimu ini" kata Simon.


Dia lega istrinya sudah tidak marah lagi, dan menuju dapur untuk membuat susu hamil buat istrinya.


Anaknya rupanya menyukai susu buatannya karena Rose tidak mual saat meminumnya beda dengan saat asisten membuatkannya biarpun takaran sama.


Rose pun bermanja-manja dengan suaminya, tidak usah balik kantor lagi ya bila tidak ada hal penting temani aku saja.


"Iya tadi aku sudah ijin pulang kok sekarang kita akan lakukan hal yang kau suka, mau nonton drakor atau mau jalan cari angin dan camilan? " tanyanya.


Rose memeluk Simon dan meraih remote televisi, nonton drakor aja malas keluar terus makan malamnya kita pesan layanan antar bagaimana? " tanya Rose.


"Apapun mau tuan putri saja" balas Simon.


Lalu Rose mengganti chanel untuk melihat drakor yang dia sukai, dan Simon memesan makanan dan camilan buat istrinya.

__ADS_1


Mereka nonton sambil berpelukan dan bercanda, Simon baru sekarang menikmati masa santai biasa dia jarang santai- santai seperti ini hidupnya di isi dengan hanya bekerja dan bekerja saja.


Rose memberi warna dalam hidupnya dan dia merubah tujuan hidup Simon, sehingga semua ketakutan dan apa yang dia takutkan menjadi tidak menakutkan lagi baginya karena Rose bersama dirinya.


__ADS_2