Pernikahan Kontrak Si Buruk Rupa

Pernikahan Kontrak Si Buruk Rupa
Kebimbangan


__ADS_3

"Rose senang berjumpa denganmu", kata Betty sambil memeluk Rose orang kepercayaan suaminya.


" Lama tidak berjumpa nyonya besar apa kabar? ", balas Rose menggoda Betty.


" Sudahlah tidak perlu basa basi panggil seperti biasanya aja," jawab Betty menuntun Rose duduk.


"Bagaimana kabar adik bayi dalam perut? ", tanya Rose memandang perut Betty yang mulai buncit.


" Baik saja ,Oh ya kamu apa kabarnya? ",tanya Betty.


" Baik hanya saja aku bingung", kata Rose muram.


"Kalau ada masalah cerita saja padaku kan para suami lagi bekerja di ruang kerja pasti lama ", kata Betty memegang tangan Rose.


" Aku merasa hamil, dan haid juga terlambat bulan ini namun aku bingung bagaimana mengatakan kepada Simon karena dari awal dia menekankan untuk tidak punya anak dulu, aku tidak tahu harus bagaimana kalau benar aku hamil", kata Rose pelan.


"Rose bukankah hal yang bagus bila benar kalian punya anak itu kabar gembira, Simon harus bersyukur kalau kau benar hamil", kata Betty memeluk Rose.

__ADS_1


" Apa aku harus mengatakan kepadanya ?", tanya Rose.


"Tentu saja itu Simon berhak mengetahuinya kalau dia tidak menginginkan anak itu kita bisa merawatnya berdua dia masih punya aku dan Albert kau jangan khawatir", kata Betty menenangkan Rose.


" Baiklah aku akan mengatakan nanti di rumah ", kata Rose.


" Ya itu harus", senyum Betty.


" Nah sekarang karena aku mau punya ponakan maka kau harus makan banyak jangan sampai bayi di perut kelaparan ", seret Betty mengajak ke ruang makan.


Melihat banyak makanan di meja Rose langsung kelaparan perutnya berbunyi, Betty tertawa mendengarnya. ***** makan Rose memang melonjak akhir-akhir ini mungkin benar karena ada bayi sehingga ***** makan bertambah.


" Aku kira kalian masih lama dan tidak ingin mengganggu, kan kalian kalau sudah membahas kerja lupa segalanya", sindir Betty.


Albert menghampiri Betty dan memeluknya lalu mengelus perut Betty, Rose melihat dengan iri mereka nampak sangat mengharapkan bayi itu sementara Simon..


"Rose ada apa kenapa kau diam saja? ", tanya Simon melihat Rose memandang Betty dengan diam.

__ADS_1


" Tidak apa hanya melihat mereka aku jadi iri karena pamer kemesraan di depanku", Rose memaksa wajahnya ceria dan tersenyum.


Simon memeluk dan meraih ke dalam pelukannya ", Apa aku kurang sayang kepadamu?," bisiknya.


Rose tersenyum menatap suami yang sangat di cintainya, aku ada sesuatu mau katakan kepadamu semoga kau gembira..kalau tidak terpaksa aku memilih anak ini...batinnya.


Mereka makan dengan berbincang lalu pulang setelah minum kopi, sesampainya di rumah Rose membersihkan diri lalu menunggu di tempat tidur untuk mengatakan kabar baik kepada suaminya.


Simon datang dan duduk di sebelah Rose "Ada apa nampaknya ada sesuatu yang mau kau katakan? ", tanyanya.


" Simon aku hamil.. ", kata Rose pelan.


" Apa!!! ", teriak Simon terkejut.


Rose tersentak kaget dan menatap Simon yang sedang marah kepadanya, " katakan siapa ayahnya.. apa Jack? ", tanya Simon geram istrinya yang dia cintai ternyata selingkuh seperti mamanya sesuatu yang dia takuti terjadi.


" Kau anggap apa aku ini tentu saja anak ini anakmu", kata Rose penuh sakit hati.

__ADS_1


"Tidak mungkin itu anakku, katakan padaku aku akan membunuhnya", teriak Simon.


Airmata Rose mengalir di pipi dia tidak mengerti kenapa Simon tidak mengakui anaknya sedang dia hanya tidur dengan Simon tentu saja ini anak Simon.


__ADS_2