
Rose berjalan ke pantry untuk membuat kopi buat suaminya, sedang kopi yang dibuat tadi oleh Sisca di berikan kepada office boy kantor itu agar tidak membuang minuman karena sejak kecil dia di didik agar tidak membuang makanan dan minuman.
Office boy berterima kasih kepada Rose dan minum di pantry itu, Rose membawa dua cangkir kopi yang di buatnya menuju ke ruangan Simon buat mereka berdua sambil makan siang di kantor karena tidak berencana keluar kantor apalagi masa pandemi kayak begini banyak virus.
Rose duduk di depan Simon dan membuka bekal yang tadi pagi dia buat sebelum ke kantor, dan memberikan sekotak bekal kepada Simon dan sekotak lagi bekal buat dirinya sendiri.
"Ehmm.. enak sekali masakan istri lebih nikmat daripada beli di luar", kata Simon membelai pipi istrinya.
Sejak dulu dia merindukan keluarganya untuk memasak buat dirinya bahkan ibunya sendiri tidak pernah memasak buatnya dan keluarganya, bahkan tega meninggalkan dirinya sejak kecil demi mengejar kebahagiaannya sendiri.
Dia tidak pernah merasakan masakan rumahan, karena itu hatinya sangat tersentuh melihat perhatian Rose yang baru di nikahinya sangat memperhatikan dirinya.
__ADS_1
"Syukurlah kalau suamiku suka dengan masakanku jadi tidak sia-sia keahlian memasak istrimu ini", gurau Rose.
" Hahaha.. ada aja kau ini, Oh ya Albert sudah mengambil cuti mulai hari ini jadi semua urusan kantor di suruh aku handle denganmu sebagai wakilnya." beritahu Simon.
"Oh ya bos kita itu mau fokus pada istrinya kali kan lagi hamil biasanya membutuhkan perhatian, karena pengaruh bayi yang di kandungnya istilahnya aku dengar ngidam gitu", balas Rose.
" Ya Betty sangat sensitif akhir-akhir ini karena semua perilaku Albert salah di matanya, sehingga Albert merasa serba salah dan mengambil cuti agar lebih fokus mengurus istrinya", jawab Simon sambil menyuap makanan terakhir nya.
Ngapain ini perempuan di sini terus tidak jadi tidak bisa menggoda wakil bos aku harus segera menyingkirkannya.. batinnya..
Lalu dengan tersenyum polos dia bertanya", maaf Bapak Simon apa mau saya pesankan makan siang? ".
__ADS_1
" Oo tidak perlu saya sudah makan siang dengan Bu Rosa", jawab Simon.
" Kalau begitu saya pamit dulu permisi", pamitnya.
"Silahkan.. ", jawab Simon.
Pintu di tutup dan Rose nampak tidak suka dengan sikap Sisca yang sengaja cari perhatian dengan suaminya itu, meskipun ia tidak perlu khawatir karena Simon tidak akan tertarik pada Sisca tetapi bisa saja kan lama kelamaan suaminya terpengaruh.
Dia harus memperhatikan kerja Sisca dan bila ada kesempatan mendapat bukti bahwa Sisca ternyata tidak kerja dengan benar maka ada alasan bisa memecatnya, karena setahu Rose dia akan menjalani masa percobaan selama tiga bulan sebelum di angkat menjadi karyawan tetap.
"Baiklah jam istirahat akan berlalu bentar lagi aku harus bekerja lanjutkan pekerjaanmu", kata Rose dan mencium pipi Simon.
__ADS_1
Lalu berjalan pergi keluar dari ruangan itu menuju ruangannya sendiri, namun tiba-tiba Sisca datang menabraknya dan menjatuhkan diri padahal mereka tabrakan pelan dan air tumpah membasahi baju Sisca dan uap air hangat mengalir di kaki Rose.