
Rose berlari menuju parkiran kearah mobil Simon, dia bernafas dengan ngos-ngosan sehabis berlari.
Simon terkejut melihat Rose wajahnya nampak gugup, jantungnya tiba-tiba berdebar kencang.
"Aku harus cek up kenapa jantung ku sering berdebar?", batinnya.
"Rose ada apa?," tanyanya.
"Bolehkah aku menumpang supir kantor lagi ijin", kata Rose.
"Oo baiklah ", jawab Simon.
Rose tersenyum senang dan membuka pintu di samping Simon.
Simon terpana melihat senyum Rose yang nampak semakin cantik, dia minder dengan dirinya.
"Simon, ayo jalan!", kata Rose yang melihat Simon hanya menatapnya.
Simon gelagapan " ah ya maaf".
Rose bingung tidak biasanya Simon gugup bersamanya, mereka bahkan sering pergi bertiga dengan Albert.
"Apa kau sakit Simon?", tanya Rose melihat wajah Simon memerah dan berkeringat.
"Ti..Tidak.." sahut Simon.
__ADS_1
Rose menatap Simon yang nampak aneh, sambil melihat arah Simon ..Rose hatinya berdebar.
Mereka sejak lama bekerja bersama tetapi baru kali ini mereka berduaan.
"Ada apa ini dengan jantungku melihat dia langsung berdebar, apa aku jangan - jangan telah jatuh hati dengan manusia dingin ini?", batin Rose.
Selama ini Rose hanya memikirkan ibunya yang sakit jantung, dia tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun walau banyak yang mendekati dia nampak sedingin es.
Namun kali ini dia seperti ada aneh bila menatap Simon, sehingga dia ingin memastikan perasaannya itu.
"Simon apa kau punya kekasih?", tanya Rose.
"Tidak ", jawab Simon.
"Apa kau bukan cewek ," pandang Simon dekat dengan wajah Rose.
Deg..dada Rose berdebar di tatap Simon dengan begitu dekat.
"Kau mau apa?", tanya Rose gugup.
Simon memasang seatbelt punya Rose dengan tenang.
Bagaimana bisa dia setenang itu padahal dadaku sudah berdebar begini kencang..batin Rose.
"Jangan bilang Rose yang terkenal gadis es di kantor ini juga takut kepadaku", seringai Simon.
__ADS_1
"Apaan.. sapa yang takut?", balas Rose.
Simon tersenyum senang", Benar tidak takut?"
Simon mendekati wajah Rose lalu perlahan dia bergerak seakan ingin mencium Rose, tetapi Rose tidak ketakutan bahkan dia memejamkan matanya mengira Simon ingin menciumnya.
Simon memandang wajah gadis yang terkenal dingin itu dengan tersenyum, dia sangat jarang bisa tersenyum seperti ini kebiasaan dia dalam dunia yang keras selalu memasang perisai bagi dunia luar.
Karena Simon menyadari sekali orang mengetahui kelemahannya, maka orang bisa menyakitinya.
Tetapi berdekatan dengan Rose tiap hari dia sadar perisai yang di pasang mulai mengikis, dia bisa tersenyum dan menggoda gadis itu.
Rose yang tidak merasakan apapun membuka matanya, dan melihat Simon lagi memandanginya.
"Apa kau begitu ingin kucium?", goda Simon.
"Ah ti..tidak..." balas Rose gugup.
Pipinya langsung merona karena malu, Simon tergelak lalu dengan tiba-tiba dia mencium Rose.
Rose kaget dan terbelalak di cium tanpa persiapan, namun perlahan dia mulai membalas ciuman Simon dan tangannya memeluk leher Simon.
Simon melihat gadis itu membalasnya tangannya masuk dalam blouse, dan meraih bukit kembar gadis itu yang keras dan pas di tangannya Rose mengerang tanpa sadar.
Simon mencium penuh gairah dan tangannya aktif meremas dada gadis itu , yang tanpa sadar Rose ikut larut dalam cumbuan gila Simon padahal ini pertama kalinya dia bermesraan dengan lelaki.
__ADS_1