
Rose membuka pintu rumah perlahan dan Simon menyusul berjalan di sampingnya setelah memarkirkan mobil di garasi, Rose lelah dan ingin segera menyegarkan tubuhnya dan berbaring istirahat sejenak dari masalah kantor yang membuat penat.
Simon melepas dasinya dan mengambil air minum di kulkas, lalu setelah memuaskan dahaga dia berjalan ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya yang sudah Berkeringat.
Rose mandi di kamar mandi dalam kamarnya dan selesai mandi menyiapkan baju buat Simon serta meletakkan di pinggiran tempat tidur, Simon selesai mandi berjalan ke kamar dan memakai baju rumahnya lalu menyalakan televisi dan menonton bola favoritnya.
Rose mengambil puding di kulkas dan membawa buat Simon, sementara dia membaca novel favoritnya dan memakan keripik kentang kesukaannya sambil membaca.
Saat mengunyah keripik tiba-tiba dia merasa mual serasa mau muntah, dia bingung apa dia sedang masuk angin lalu dia teringat kalau menstruasi nya bulan ini sudah terlambat dan karena pekerjaan kantor dia tidak menyadarinya bahkan bulan lalu sepertinya dia juga tidak haid.
__ADS_1
Deg.. hati Rose ketir dan tidak nyaman takut kecurigaan menjadi nyata, bagaimana mungkin bisa terjadi hamil sesuatu yang tidak di duga bukan dia tidak senang akan bayi yang dia nantikan tetapi dia tahu Simon pasti tidak menerima bayi ini kalau benar dia mengandung.
Rose mengingat mungkin ini terjadi saat dia habis sakit dan tidak meminum pil kontrasepsinya dan berhubungan dengan Simon waktu itu, besok dia harus memastikan kecurigaan dulu sebelum memikirkan lagi rencana berikutnya.
Semoga saja dia hanya masuk angin biasa dan tidak benar-benar mengandung meskipun dia mengharap itu terjadi, namun dia juga tidak sanggup kehilangan Simon karena Simon pasti marah kalau tahu dia mengandung mengingat ketidaksukaan simon saat dia membahas anak.
Rose meletakkan buku di meja samping tempat tidur dan mengembalikan camilan ke tempat snack dan mulai memejamkan matanya dia merasa pusing seketika dengan apa yang bakal terjadi nanti.
Rose mengelus perutnya dan berharap keajaiban itu sungguh ada, bayi benar-benar ada dalam perutnya dan membayangkan mereka hidup bersama sekeluarga ramai dan penuh kasih sayang namun bisakah menjadi nyata?
__ADS_1
Simon naik ketempat tidur dan memeluk istrinya, dia merasa Rose belum tidur dan hanya pura-pura tidur saja. "Apa ada yang sedang kau pikirkan? ", tanyanya..
Rose membuka matanya dan memandang Simon ", tidak ada hanya memikirkan kejadian tadi siang saja".
" Sudahlah tidak perlu kau pikirkan, besok kau berkunjung saja ke Betty sudah lama kan tidak kesana? ", kata Simon.
" Ya kau benar aku memang membutuhkan teman mengobrol, karena obrolan wanita tidak mungkin mengatakan denganmu kan? ", balas Rose tersenyum.
Simon memencet hidung Rose dan mencium dahinya, baiklah kau boleh bermain besok pulang kantor dan aku berbicara dengan Albert ada sesuatu yang aku mau bahas dengannya.
__ADS_1
Rose mengangguk dan senang bisa ada teman curhatnya dalam kebimbangan saat ini, dia memeluk simon dan meletakkan kepala di dada Simon. Rose tidak ingin kehilangan suaminya tetapi dia juga mengharap anak jadi harus bagaimana dia bertindak dia sungguh tidak bisa memikirkannya.