
Rose terbangun dari tidur kepala sudah mendingan sakitnya setelah tertidur, dia menguap dan merenggangkan tangannya perutnya berbunyi ternyata sudah malam tanpa terasa pantas dia sangat lapar.
"Kau sudah bangun cepatlah sikat gigi aku sudah siapkan makanan untuk kita", Simon berkata dari atas sofa di ruangan itu.
Rose terkejut karena Simon bisa berada di sana, berarti tadi bukan mimpi dia di peluk oleh Simon dan tidur bersama dengannya. Rose mengerjapkan matanya mengira dia lagi berhalusinasi karena Simon tidak mungkin di sini bukan?
"Apa itu sungguh kau? sejak kapan kau duduk di sana? ", tanya Rose pura-pura ketus.
Dia ingat siang tadi yang membuatnya jengkel dan sakit kepala sehingga pulang lebih cepat, dia sengaja pulang kemari agar tidak bertemu justru Simon mengikutinya kemari.
" Sejak tadi kau tertidur nyenyak sehingga gempa pun mungkin kau tidak terbangun", balas Simon santai.
__ADS_1
Wajah Rose memerah dia memang kalau tertidur lelap susah terbangun, dan tadi kepala sangat sakit apalagi ada obat tidur dalam kandungan obat sakit kepala yang dia minum.
Rose berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan wajah dan sikat gigi, tetapi tiba-tiba sepasang tangan melingkari pinggangnya memeluknya dengan erat dan wajahnya menempel di atas bahunya.
Rose salah tingkah dia memang merindukan suaminya walaupun tadi kesal dengannya, tetapi dia pura-pura ketus untuk menutupi perasaannya saat ini.
Biar suaminya sadar tidak mudah bicara sebelum dia punya bukti dari kata-katanya , Rose harus bisa membuat Simon mempercayai dirinya karena cinta tanpa kepercayaan tidak akan bertahan lama.
Ketika dia mau melepaskan pelukan suaminya, Simon berbisik di telinganya.
" Aku sudah memaafkan , sekarang aku mau mandi tolong lepaskan aku", kata rose pelan sambil melepaskan pelukan Simon sebelum hatinya menjadi luluh.
__ADS_1
Simon melepaskan pelukannya dan tahu Rose masih marah kepadanya , jadi dia harus meluluhkan hati istrinya itu agar tidak marah lagi kepadanya dan dia harus belajar mempercayai rose.
Rose keluar dari kamar mandi dengan wajah segar dan memakai piyama kartun favoritnya, dia sengaja tidak mau memakai lingerie karena akan memancing gairah Simon nantinya.
Rose berjalan ke meja makan dan menyiapkan piring untuk mereka berdua, namun dia tidak bicara dengan suaminya hanya menjawab pendek saja bila Simon mengatakan sesuatu kepadanya.
Setelah menaruh nasi lengkap dengan lauknya yang di beli Simon tadi, mereka makan dalam keheningan. Setelah selesai makan malam dan membersihkan meja serta mencuci piring Rose berjalan ke kamarnya.
Dia meninggalkan Simon di ruang tamu karena sedang menonton bola favoritnya, rupanya Simon sudah terbiasa di apartemen nya dan mengetahui letak peralatan dapurnya dengan cepat.
Rose heran bagaimana Simon bisa kemari dan tidak mencarinya di tempat lain? tetapi dia malas bertanya karena tidak mau bicara dengan Simon dulu sampai suaminya itu mempercayainya.
__ADS_1
Bagi Rose kepercayaan dalam hubungan sangat penting, dan ingin Simon menyadari nya dan tidak menyamakan semua orang dengan penilaian dirinya sendiri karena setiap pribadi itu berbeda dan unik.
Simon tidak bisa menyamakan semua perempuan sama dengan masa lalunya, entah masa lalunya seperti apa tetapi Rose yakin kalau Simon pasti telah di sakiti orang yang dia cintai sehingga menjaga hatinya dekat dengan orang lain karena takut tersakiti.