
Rose memeluk Simon dengan erat dia sangat bahagia keinginan di kabulkan oleh Tuhan , dan Simon juga bisa menerima anaknya sebelumnya dia merasa Simon akan menolaknya.
Simon menangis haru akhirnya dia bisa menjadi ayah seperti Albert, dia akan menjaga istri dan bayinya dengan baik dan mencintai mereka sepenuhnya.
Lalu Simon memasak buat Rose dan menyuapi nya karena mual Rose makan perlahan, dia menatap Simon dan tersenyum melihat perlakuan manis suaminya.
Siapa bisa menyangka mantan anak buah gangster yang galak dan menakutkan bisa selembut ini kepada istrinya mungkin orang akan mengira matahari sudah terbit dari barat.
Simon mengabari Albert ..Rose sedang hamil , Albert mengucapkan selamat dan menyampaikan kepada Betty juga mereka akan makan siang nanti untuk merayakan kehamilan Rose.
Simon setuju dan mereka memilih restoran dekat rumah saja agar lebih mudah pulang dan bila ada apa-apa dengan Rose bisa cepat sampai rumah karena Rose masih mengalami mual.
Tetapi untungnya bayi tidak rewel siang itu sehingga bisa makan dengan lahap, lalu mereka lanjut cek up dokter kandungan untuk memastikan kehamilan Rose.
Setelah itu baru mereka kembali ke rumah dan beristirahat, Simon tidak membiarkan istrinya bekerja dan menyuruh tiduran saja dia juga akan mengambil cuti buat Rose.
__ADS_1
Biarlah asisten Rose yang mengatur semua pekerjaan dan mengantar ke rumah bila ada perlu tanda tangan Rose.
Rose membaca buku dan mendengar musik dengan santai, meskipun hari bahagia dia masih ingat Melinda.
Namun Simon sampai sekarang tidak ada niat membahasnya, sehingga dia hanya bisa menunggu penjelasan Simon.
Kehamilan membuat hormon naik dan dia merasa seakan cemburunya naik level, biasanya dia tidak cemburuan asal masuk akal namun entah mengapa teringat Melinda dan Simon yang terbawa emosi dia cemburu.
Karena bila masih ada emosi maka perasaan cinta itu ada , karena itu dia perlu penjelasan agar tenang namun Simon sama sekali tidak mengatakan apapun.
Simon menghampiri Rose dan menyerahkan potongan buah dalam piring untuk camilan, buah itu sangat menggiurkan.
"Apokat ini enak dan manis, juga mangga ini sangat enak cobalah", kata Simon.
Rose mengambil buah dari piring dan menyuap ke mulutnya, rasa manis masuk kedalam mulutnya dan merasa puas.
__ADS_1
" Enak buahnya", katanya.
" Banyaklah istirahat aku sudah mengajukan cuti buatmu, aku tidak ingin kalian kenapa- kenapa jadi kau harus menurut demi anak kita", kata Simon.
Dia tahu Rose tipe pekerja keras dan tidak suka di rumah namun demi anak mereka Rose harus setuju, ini adalah anak pertama mereka yang mereka nantikan tidak boleh terjadi apa-apa.
Rose mengangguk dan mencium pipi Simon
"terimakasih",
Simon membalas dengan mencium bibirnya dan ********** pelan, "dokter menyuruh kita tidak melakukan itu dulu , jadi kita tunggu anak kita agak besar dulu ", kata Simon dengan suara serak.
Rose senang melihat Simon tersiksa seperti itu dan menggodanya, ingatlah puasa 3 bulan haha..
awas kau nanti aku akan memakanmu sampai kau memohon-mohon.
__ADS_1
Rose tertawa dan mengalungkan lengannya di leher Simon dan menciumnya lagi dengan mesra, "ya aku akan memohon nanti kau sabarlah ".