
Mereka melepaskan ciuman setelah kehabisan nafas, wajah Rose nampak memerah dan dia menundukkan wajahnya lalu Simon memeluknya ke dadanya.
"Kau ini ibarat bunga mawar berduri indah di pandang tetapi tidak bisa di sentuh karena durinya yang tajam, aku kira kau tidak bisa malu seperti ini", senyum Simon.
"Karena selama ini tidak ada seorang pria pun yang sangat intim denganku", kata Rose.
Simon mengelus rambut Rose, "Terima kasih karena mempercayai aku, masuk dalam hidupmu aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia"
"Terimakasih juga membalas perasaanku, kukira aku akan menjadi perawan tua selamanya karena orang yang kucintai sangat dingin dan seakan susah aku raih", kata Rose.
Mengenang sikap Simon yang nampak menjaga jarak terhadap wanita, kecuali bila Albert mengajak mereka makan dan rapat bersama.
Rose merasa hal tidak mungkin bisa menjadi orang dekat Simon, bahkan serasa mimpi baginya saat ini mendengar bisa menikah dengan Simon.
"Aku sudah tertarik kepadamu sejak awal aku melihatmu, tetapi aku selalu menjaga jarak karena merasa tidak pantas memiliki gadis secantik dirimu dan tidak ingin orang menghina mu mendapat pasangan seperti aku di tambah masa lalu ku yang kelam ", kata Simon memeluk makin erat.
__ADS_1
"Sekarang aku sangat bersyukur Tuhan memberikan kesempatan aku mencintai seseorang, di saat aku hanya mempunyai Albert saja dan keluarganya saat ini ", lanjut Simon.
"Tetapi saat ini tidak memungkinkan pesta pernikahan, dan kita hanya bisa menikah diam-diam sampai tiba waktunya kita membuka rahasia apa kau keberatan dengan hal ini? "
Karena musuh besar kami masih belum di tangkap dan aku takut dia akan mengincarmu begitu tahu kau orang yang aku cintai , dan menggunakan mu untuk membuatku dalam keadaan lemah," Simon menjelaskan agar Rose mengerti.
"Aku mengerti dan siap menanggung resikonya, bisa bersamamu yang paling penting bagiku. Tidak masalah pesta yang penting kau milikku", Rose menyandarkan kepalanya dan memeluk pinggang Simon.
Simon mengecup kepala Rose"Terimakasih sayang".
Rose tersenyum dia mengerti Simon pasti punya alasan sendiri merahasiakan hubungan mereka.
Rose masuk ke kamarnya dan mencari pakaian untuk dipakai Simon , kaos dan celana pendek serta ****** *****.
Simon menatap pakaian pria di tangan Rose "Apa kau menyimpan baju pria? ."
__ADS_1
"Tentu saja kadang bos yang super galak itu meminta ku menyediakan baju ganti, jadi biar aku tidak repot pergi toko aku selalu stok untuk keadaan darurat," kata Rose menjelaskan.
Simon tersenyum mengingat Albert yang sangat perfeksionis, dan rose bisa mengimbangi dia yang sangat cerewet itu sebagai asisten pribadi serta sekretaris membuat Rose cukup bersabar.
"Namun sejak ada nyonya Betty rasanya dia tidak segalak macan lagi", kata Rose tersenyum.
Rose memberikan pakaian kepada Simon, dan menunjukkan kamar mandinya yang disebelah kamarnya persis.
"Aku akan mandi di kamarku, kau mandilah di sana!"
"Apa kita tidak bisa mandi bersama?", tanya Simon menggoda Rose.
"Jangan harap," Rose menjulurkan lidahnya dan berlari masuk ke kamarnya.
Simon tertawa dan masuk dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya, lalu dia memakai celana dan meletakkan kaos di kursi.
__ADS_1
Simon di rumah tidak terbiasa memakai kaos, hanya celana santai saja lalu dia meletakkan baju kerja di keranjang cucian.
Dia keluar dan masuk kamar Rose, ternyata Rose masih di kamar mandi dia lalu duduk di ranjang menunggu Rose.