
Hari ini Betty dan Albert mengunjungi Rose untuk melihat keadaannya, Betty sangat khawatir dengan keadaan Rose yang hamil muda karena dulu dia sempat morning sickness parah awal kehamilan.
"Rose bagaimana keadaanmu? ", tanyanya.
" Baik nyonya bos jangan khawatir ", balas Rose tersenyum.
" Apa kau masih mual? ", tanyanya lagi.
" Sudah tidak untunglah bayi ini tidak rewel", kata Rose sambil mengusap perutnya.
Dia berdiri mau membuat minuman buat tamunya namun Simon melihatnya langsung menyuruhnya kembali duduk dia yang mengerjakan membuat minuman bagi Albert dan Betty.
"Sayang kau duduk manis di sini jangan berdiri nanti mual", katanya penuh kasih sayang.
" Hamil kan bukan penyakit sayang", balas Rose.
"Haha.. Simon sekarang jadi suami bucin", kata Albert sambil tertawa.
Dia senang sahabat sekaligus saudara angkatnya mengikuti jejaknya menjadi seorang ayah, melihat si muka galak bisa berubah lembut Albert bagaikan melihat orang lain.
__ADS_1
Karena Simon tidak pernah bersikap lemah lembut penuh kasih kepada orang lain, biarpun keluarganya sendiri hanya kepadanya dan orang tua angkat saja dia memperlihatkan kasih sayangnya.
"Suamimu sudah tertular Albert bucin Rose" goda Betty.
"Begitulah padahal orang hamil juga harus bergerak namun aku di larang bekerja dan harus cuti", kata Rose.
" Turuti saja kata suamimu daripada anakmu kenapa-kenapa kantor banyak orang pengganti", kata Betty.
"Lagian bila suami kita menyuruhmu bekerja aku akan membiarkan dia tidur di luar", kata Betty menatap Albert.
" Ya aku sudah memberi ijin Rose cuti sampai lahir jangan menatapku seperti itu", kata Albert.
Dia sudah menjadi suami siaga dan mereka tinggal berangkat saja ke rumah sakit, karena semua baju perlengkapan sudah masuk tas mengingat sudah masuk 9 bulan siap kapan aja melahirkan.
Rumah sakit punya Albert pun sudah menyiapkan dokter terbaik mereka , yang sudah di booking siap kapan saja bila Betty melahirkan.
Albert sudah menyiapkan perlengkapan bayi dan kamar bayi buat menyambut kelahiran bayinya nanti.
Rose juga ikut bahagia melihat sahabatnya berbahagia sekarang , mengingat lika liku percintaan mereka dulu yang hanya kontrak pernikahan.
__ADS_1
Rose mengusap perutnya dan berharap agar bayinya tidak rewel sehingga tidak perlu mengalami morning sickness yang tidak mengenakkan.
Simon menyiapkan teh dan susu buat Betty dan Albert serta buat istrinya , lalu dia mengajak Albert ke ruang kerja untuk membahas pekerjaan yang kemarin mereka bahas di telepon yaitu proposal kerjasama dengan perusahaan Jepang.
Sementara para suami sibuk bekerja mereka asyik menggosip dan mencari nama bayi, Rose pun bercanda dengan istri bosnya itu yang meskipun hamil tua namun tidak nampak gemuk.
" Betty apa Albert puasa itu sampai sekarang? ", tanya Rose.
Dia membayangkan pasti tidak enak bercinta dengan perut sebesar itu dan tidak nyaman rasanya membayangkan saja Rose ogah nantinya bila Simon meminta jatah.
" Apanya puasa dia makin ganas sejak lihat perut besar semakin bergairah ", sungut Betty.
" Ckckckck.. Albert ini masa tidak kasihan istrinya yang perutnya besar", kata Rose.
"Ya sebenarnya tidak masalah juga aku juga menginginkannya justru terkadang aku yang memintanya sendiri", kata Betty sambil tersenyum malu.
" What.. yang benar? ", tanya Rose.
Apa tidak tersiksa perut besar begitu bergerak dan tidak terhalang pikir Rose...
__ADS_1