
Karyawan Alberto.Corp heboh melihat postingan Rose di medsos karena setahu mereka Rose belum menikah, dan tiba-tiba sudah menikah dengan asisten bos yang mereka takuti juga .
Begitu Rose berjalan memasuki kantor asisten Rose langsung kepo dan menanyai kebenaran dari postingan yang sudah viral itu, karena banyak karyawan yang bergosip dan menjadi berita terpanas seketika.
Bagaimana tidak hubungan Rose dan Simon mereka tidak menyangka sama sekali, apalagi jarang terlihat mereka bersama . Namun mereka berdua pasangan serasi karena selain sama-sama asisten kepercayaan Albert, juga sama-sama karakter dingin sehingga yang berdekatan dengan mereka seketika merasakan auranya.
" Wah .. Bu Rose tega ya menikah diam-diam tidak mengundang kami.. " kata Rina dengan mimik cemberut.
" Maaf.. kami memang tidak berniat mempublikasi hubungan ini karena ini kantor dan harus profesional, namun ternyata banyak yang berusaha menjadi pelakor jadi akhirnya ku putuskan lebih baik hubungan kami di beritahu publik", jawab Rose dengan tenang.
"Ngomong-ngomong apa kalian sudah kekurangan pekerjaan jadi bergosip ria di kantor, apa perlu aku tambah tugas dari kantor cabang? ", kata Rose dengan wajah kembali seperti biasanya.
" Ampun Bu Rose pekerjaan kami masih banyak kami permisi dulu", jawab Rose.
__ADS_1
Rina buru-buru kembali ke ruangan asisten di depan ruang Rose dan bekerja, dia tidak mau Rose menambah pekerjaan dan malam menjadi lembur batal kencan dengan pacarnya.
Rina sudah berjanji makan malam dengan Andy malam ini sepulang kerja, membayangkan mereka berkencan Rina sangat bersemangat menyelesaikan pekerjaan dan segera pulang dari kantor.
Rose menggelengkan kepala dan tersenyum tipis menatap asistennya itu, lalu berjalan masuk ke ruangannya sendiri menyelesaikan tugas yang dia tinggal selama cuti.
Tidak lama Rose sudah tenggelam dalam tumpukan tugas kantor, map di mejanya sudah setinggi gunung dan harus dia selesaikan karena bulan depan sudah ada proyek baru dari Jepang yang harus dia tangani.
Selama bulan madu pekerjaan mereka tidak bisa di handle orang lain karena sangat penting, hanya Albert yang mengerjakan dan dia juga fokus kepada kandungan Betty.
Sehingga pekerjaan menumpuk dan di hari pertama bekerja, pinggang Simon sudah seperti remuk redam namun dia sudah terbiasa tahan banting dan tidak mengeluh.
Jam makan siang tidak terasa terlewati karena tenggelam dalam kesibukan , sehingga Simon tidak mendengar suara ketukan pintu dan baru tersadar setelah di peluk seseorang dari samping.
__ADS_1
" Nanti lanjut lagi.. makan dulu itu aku sudah bawa makan siang buat kita berdua.. ", kata Rose menunjuk makanan di atas meja dekat sofa dan nampak 2 kotak nasi sudah tersedia beserta minuman.
" Baiklah.. pinggang ku juga sudah capek", kata Simon.
Dia menggerakkan pinggangnya dan memeluk Rose sambil berjalan ke meja untuk makan siang, mereka berdua menikmati makan siang dengan lahap dan fokus untuk mengerjakan tugas setelah ini.
Memang Simon dan Rose terbiasa profesional di kantor sehingga mereka tidak membahas urusan selain kantor di kantor. Hanya berbincang tentang kerjasama dengan perusahaan Jepang yang akan datang nanti.
"Rose jam 3 tolong siapkan meeting aku ingin mendengar laporan selama kita cuti", perintah Simon.
" Baik.. ", balas Rose.
Lalu selesai makan siang Simon kembali mengerjakan laporan di meja, dan Rose kembali ke ruangannya untuk menyiapkan meeting nanti sore.
__ADS_1