Pernikahan Kontrak Si Buruk Rupa

Pernikahan Kontrak Si Buruk Rupa
Betty melahirkan


__ADS_3

Malam itu Betty merasakan perasaan buang air besar namun dia bolak balik pergi toilet tetapi tidak bisa buang air, bahkan perutnya makin terasa mulas dan dia sadar akhirnya kalau dia akan melahirkan.


Dia pun membangunkan Albert yang sedang tidur di sisinya, dengan wajah menahan mulas dia sentuh suaminya secara perlahan takut membuatnya terkejut.


"Sayang ... bangun", panggilnya.


Albert yang memang sudah siaga karena proses melahirkan sudah dekat langsung terbangun, dan melihat wajah istrinya yang meringis dia sudah menduga bahwa istrinya akan segera melahirkan.


" Apa bayinya mau lahir? ", tanyanya.


Betty mengangguk pelan, tanpa banyak bicara Albert langsung menelepon dokter rumah sakit untuk segera bersiap dia akan sampai beberapa menit lagi.


Albert segera menggendong istrinya ke mobil dan mengambil tas perlengkapan, lalu segera meluncur ke rumah sakit yang sudah menunggu kedatangan mereka.


"Tahan sebentar sayang kita akan segera sampai", bujuk Albert menenangkan istrinya.

__ADS_1


Betty yang kesakitan tidak bisa bersuara lagi hanya meringis menahan sakit, sambil mengelus pelan perutnya agar bayinya bersabar sampai di rumah sakit.


Namun rasa perutnya makin sering datang dia menggenggam tangan Albert makin kencang sambil mengejan, Albert merasa ketakutan dan dia makin ngebut menjalankan mobilnya.


"Sayang sakit sekali aku sudah tidak bisa menahannya, bayinya sudah mendesak ingin segera keluar", pekiknya.


" Sepuluh menit lagi sampai tahan bentar sayang", seru Albert makin panik dia mengemudikan mobil dengan kecepatan di atas rata-rata.


Jalanan malam yang lenggang cukup membantunya dengan lancar sambil berdoa semua lancar saja dan istrinya selamat melahirkan bayinya.


Air ketuban sudah pecah dan mengalir di kakinya Albert makin ketakutan dan Betty meminta Albert meminggirkan mobilnya, karena anaknya benar-benar mau lahir tidak sempat lagi menuju rumah sakit.


Albert menurut dan meminggirkan mobil lalu menurunkan sandaran kursi mobil sehingga istrinya bisa berbaring dengan nyaman.


Betty menarik nafas dan menghembuskan nafas mengingat senam hamil yang dia ikuti, lalu dia meminta Albert mengambilkan selimut dari tas perlengkapan yang mereka bawa.

__ADS_1


Albert mengambil selimut dan meletakkan di samping kursi lalu memegang tangan istrinya yang sedang mengejan sambil mengelus kepalanya.


Dia tidak pernah melihat orang melahirkan namun dia berusaha tidak panik dengan kondisi seperti ini, lalu dia mulai mengangkat kaki istrinya dan melepaskan celananya dan bersiap menerima bayi yang akan keluar.


"Sakit sekali.... aaaach... mmmm", Betty mendorong bayi dengan kekuatan yang dia punya, dan tidak lama kepala bayi dengan rambut lebat sudah mulai terlihat.


" Ayo sayang lebih kuat dorong bayinya sudah terlihat kepalanya", kata Albert memberi semangat.


"Enghh...achhh...", Betty mendorong dengan kekuatan terakhir yang dia miliki.


" Oek...oek.." terdengar tangisan bayi lelaki yang tampan dari pelukan Albert ,yang langsung membungkus dengan selimut dan menyerahkan dalam gendongan Betty agar di beri asi.


Lalu segera menjalankan mobil ke rumah sakit, Betty memeluk putranya dengan penuh kasih sayang dan wajah kelelahan.


Setelah mendapat asi bayi itu terdiam dan tidur dalam pelukan Betty, sesampainya di rumah sakit Betty langsung mendapatkan pelayanan yang terbaik dan bayinya di bersihkan.

__ADS_1


Albert duduk di kursi sambil merasa lega dari tadi dia berusaha tidak panik, dan semua berjalan lancar dia sudah ketakutan melihat Betty melahirkan di perjalanan tanpa ada dokter yang membantu.


__ADS_2