
Rose mulai memanggang steak di pan anti lengket sambil bernyanyi riang dan tidak mendengar kedatangan Simon, Dia memang memiliki kunci duplikat apartemen Rose sejak mereka menikah dan berjalan menuju dapur karena mendengar nyanyian Rose pasti sedang memasak pikirnya.
Simon tersenyum melihat Rose lagi memasak makanan favoritnya dan mencium bau masakan Rose membuatnya lapar tanpa sengaja perutnya berbunyi. Rose tersentak kaget mendengar bunyi suara perut orang lain dan baru menyadari kalau dia tidak sendirian lalu menoleh dan melihat Simon langsung dia acuh tak acuh.
" Duduklah , sebentar lagi makanan siap", kata Rose.
Dia tahu Simon mempunyai maag dan tidak tega juga melihatnya lapar, bagaimana pun status mereka masih suami istri dan sudah kewajiban dia sebagai istri melayani Simon.
Setelah meletakkan steak di depan Simon dan bagian nya di meja, Rose mengambil gelas buat minum Simon serta sayuran yang di rebus kedalam piring dan menata di depan Simon lalu menuang saus nya.
__ADS_1
"Terima kasih... ", ucap Simon .
Senang melihat Rose masih perhatian biarpun kelihatan dingin kepadanya, mereka makan dengan diam dan selesai makan Simon memegang tangan Rose.
" Aku mau minta maaf atas sikapku yang keterlaluan, aku sungguh tersiksa berpisah dengan mu. Aku mohon pulanglah kita kembali seperti dulu aku akan menerima anak itu dan tidak akan mempersalahkan lagi dan menyayanginya aku percaya padamu." kata Simon.
Rose menundukkan kepala dia ingin berkata jujur bahwa ternyata dia salah mengira hamil , namun dia ingin menguji Simon sampai di mana kepercayaan nya kepadanya.
"Aku masih ingin di sini dan memikirkan langkah selanjutnya, bukannya ini keinginanmu agar aku pergi dari rumah kau sudah memberikan pilihan untukku dan sudah kulakukan kenapa kau tidak puas? ", tanyanya.
__ADS_1
"Aku mengira bahwa kau akan seperti orangtuaku yang berkhianat lalu meninggalkan aku sendiri, seperti dulu saat aku masih kecil di mana saat aku mengharapkan cinta tetapi mereka tidak memikirkan perasaan ku dan meninggalkan aku tanpa ragu.
Sejak itu aku selalu menjaga hati agar tidak tersakiti kembali dan membangun tembok , sampai kau datang dan menghancurkan tembok itu. Kepercayaan ku memang sangat rapuh tetapi percayalah aku mencintaimu, dan tidak berniat sedikitpun berpisah darimu .
Semua karena emosi aja karena kehamilan yang kau kabar kan sangat membuatku terkejut , dan aku sangat marah waktu itu tetapi begitu kau pergi aku sangat menyesalinya karena hatiku yakin kau bukan orang seperti itu", kata Simon .
Mendengar penjelasan Simon membuat Rose menitik kan air mata, sekarang dia mengerti kenapa Simon mencurigai dirinya selingkuh dengan pria lain dan tidak menerima penjelasan nya waktu itu.
Apalagi dia punya alasan kuat untuk itu dan dia tidak dapat menyalahkan Simon yang tidak memberitahukan tentang vasektomi nya, Karena waktu itu mereka berpacaran sangat singkat sehingga belum mengenal secara mendalam biarpun mereka menjadi rekan kerja cukup lama.
__ADS_1
"Aku mau pulang bersama mu dan memulai semua dari awal kembali, aku tahu pernikahan kita terlalu cepat dan belum mengenal secara dalam sehingga tidak pernah ada cerita mendalam tentang keluarga masing-masing.
Aku juga minta maaf bila sikapku secara tidak langsung membuka luka lama di hatimu.. maafkan aku.. ", bisik Rose lirih.