
Rose dan Simon terbuai dalam ciuman dan mereka baru saling melepas ketika kehabisan nafas.
Simon memandang Rose yang wajahnya bersemu merah tidak menyangka gadis es itu begitu panas dalam pelukannya.
Dia menyadari kalo Rose menyukainya , karena kalau tidak pasti menamparnya karena menciumnya tadi.
"Rose aku menyukaimu maukah kau menjadi istriku?", tanya Simon hati-hati.
Rose mengangguk membuat hati Simon berbunga-bunga, dia kembali memeluk rose dan berbisik di telinganya.
"Terimakasih sayang aku akan menjagamu, dengan sepenuh jiwa dan nyawaku sendiri", katanya.
Rose terharu membelai wajah Simon yang ada di depannya.
"Apa kau tidak malu pergi dengan wajahku seperti ini?," tanya Simon.
" Kenapa malu karena bagiku hati yang penting", balas Rose.
"Sudah ayo kita pulang", lanjutnya.
"Siap sayangku," balas Simon.
__ADS_1
Rose melihat Simon seperti itu hatinya bergetar, karena melihat sisi romantis dari Simon.
Selama ini Simon terkenal garang tidak ada berani dekat kepadanya, karena takut dengan sikap dan wajahnya itu tetapi Rose tahu di balik itu apalagi melihat sikapnya kepada Betty yang lembut.
Sekarang singa ini miliknya hatinya sangat bahagia, sejak dulu dia menyukai Simon tetapi tidak berani mendekatinya melihat sikap Simon kepada para wanita sehingga dia pendam sendiri perasaannya.
Sehingga dia dijuluki gadis es karena membentengi dirinya dari lelaki, Rose tidak ingin menyakiti orang lain sehingga dia menolak dengan dingin biar tidak menumbuhkan harapan bagi yang menyukainya.
Dia tidak peduli bagaimana muka Simon baginya Simon sangat maskulin dan tampan, wajahnya yg bekas luka samar menambah kejantanannya.
Memikirkan hal itu wajah Rose merona merah karena malu, temannya sudah seumur ini mempunyai anak dan dia bahkan belum menikah.
Sesampainya di apartemen Rose mobil Simon berhenti, dia mengantar Rose sampai pintu apartemen dan ingin pulang tetapi Rose menarik ke dalam.
"Baiklah kalau itu maumu, tetapi malam sudah menjelang aku belum makan malam dan kelaparan ", kata Simon.
"Aku akan memasak buat kita ", lanjut Rose.
Simon tidak menyangka kalau wanita karir semacam Rose bisa melakukan pekerjaan domestik, karena selama ini Rose bahkan lembur di kantor.
Tetapi daripada dia makan di luar sendirian lebih baik bersama Rose pikirnya, dia pun masuk dan melihat apartemen Rose rapi dan bersih.
__ADS_1
Simon duduk di ruang tamu menonton televisi, sambil minum kopi buatan Rose. Sementara Rose sedang memasak makan malam mereka.
Rose membuat masakan simple dan dia kuasai karena dia bahkan tidak mengetahui apa kesukaan Simon.
Rose memasak tim ikan kakap dengan taosi, mie goreng siram seafood dan sup asparagus sambil memasak nasi di rice cooker.
Setelah semua matang dan menata meja Rose memanggil Simon.
"Simon kemarilah ", Panggil Rose.
"Ya.. " sahut Simon.
Simon berjalan ke meja makan dan melihat makanan yang terhidang adalah favoritnya.
"Apa ini kesukaanmu? ", tanya Simon.
"Ya maaf karena aku tidak tahu makanan yang kau sukai jadi aku memasak semua yang aku kuasai, dan aku suka karena bahan lengkap di kulkas. " jawab Rose pelan.
" Aku tidak menyangka kalau semua makanan ini kau juga suka , ternyata kita mempunyai kesukaan yang sama", jawab Simon.
"Wah syukurlah jadi kita bisa makan sekarang", balas Rose senang.
__ADS_1
Simon menerima semangkuk nasi yang Rose ambil buat dia dan mengambil lauk, lalu mulai makan dengan lahap.