
Simon mencium leher Rose dan memeluk pinggangnya dari belakang lalu berbisik ,"tentu saja aku tahu sekali melihat saja aku sudah hafal ukuran tubuhmu ".
Wajah Rose merah padam salah tingkah, jadi dia merapikan semua bajunya dan mulai berjalan ke dapur dan berhenti depan kulkas untuk melihat semua isinya yang ternyata sangat lengkap, buah, sayur dan bumbu.
Rose mengambil asparagus dan jagung serta daging ayam serta udang dan telor ,dia berniat membuat sup asparagus serta ayam mentega juga beberapa bawang bombay.
Simon duduk di sofa membuka laptopnya dan menyelesaikan tugasnya, serta video call dengan Albert untuk memastikan kepulangannya serta jam berapa dia jemput mereka.
Bau harum masakan membuat perut Simon keroncongan, biasa dia cuma minum teh di sore hari atau mie saja bila lapar karena cukup praktis bila sedang banyak pekerjaan dia tidak sempat lagi untuk memasak.
Simon bisa memasak tetapi bila cukup luang kalau sibuk dia masak simple saja karena hidup sendirian sangat mudah baginya makan apapun atau memesan makanan lewat aplikasi.
__ADS_1
Rose membawa semangkok sup panas yang masih beruap dan meletakkan di meja depan simon, " minum sup dulu biar perut berisi jangan terlalu sibuk bekerja tubuh juga perlu istirahat ".
Simon tersenyum dan meletakkan laptopnya di atas meja dan mengangkat sup dan mulai memakannya rasanya cukup lezat dan dia menghabiskan sekaligus.
" Enak sekali terima kasih, sayang", katanya menyodorkan mangkok yang sudah kosong.
"Apa kau mau tambah lagi bentar lagi? kita makan malam", tanya Rose.
" Boleh semangkok lagi", jawab Simon.
Rose sangat perhatian dan sudah seperti ibunya yang merawat penuh kasih, dia bersyukur Rose berani mengungkapkan perasaannya kalau tidak dia tidak tahu kapan menyatakan cintanya kepada Rose.
__ADS_1
Istrinya sangat cantik, seksi dan juga baik hati , dia sangat bersyukur kepada Tuhan akhirnya menemukan kebahagiaan sendiri.
Selama ini melihat Betty merawat Albert dia sangat iri , karena begitu cintanya mereka sampai membuat iri orang di sekelilingnya.
Simon dulu berniat mengabdi kepada Albert selamanya tanpa berniat untuk menikah, tetapi rupanya takdir berkata lain ketika Rose menunjukkan perasaan cinta nya. Dia bisa menyatakan cinta dengan berani membuatnya terkejut juga menyadari perasaannya selama ini kalau dia juga mencintai Rose.
Namun dia minder untuk menyatakan perasaan karena wajahnya terdapat bekas luka sedang Rose sangat cantik takut dia di tolak karena Rose malu menikah dengan nya.
Rose yang di kantor di juluki si gadis es karena sikapnya yang dingin terhadap lawan jenis namun sangat ramah terhadapnya, dulu dia mengira perilaku sikap berbeda Rose karena kedekatan dengan bos mereka.
Sekarang Simon sadar karena perasaan Rose terhadapnya, namun dia tidak menyadari sikap yang berbeda itu karena cinta Rose tetapi karena bos mereka saja.
__ADS_1
Setelah Albert menikah dengan Betty baru Simon menyadari ada cinta mendalam yang dia juga inginkan dalam hatinya rasa cinta yang tidak dia dapatkan dari orang yang dia cintai dulu.
Masa kecil yang dialami yang dia tidak ingin anaknya mengalami juga karena sungguh peristiwa itu selalu belum bisa dia lupakan dan tidak ingin mengalami kesedihan itu lagi kehilangan orang yang dia cintai.