
Rose merasa mual dan berlari ke kamar mandi lalu muntah-muntah, dia memuntahkan semua makanan yang dia makan tadi. Keringat bercucuran di dahinya dan badannya lemas, kepalanya juga pusing.
Simon sangat khawatir dan memijit tengkuk Rose, lalu mengambil air hangat namun setelah Rose meminumnya dia memuntahkan kembali.
"Bagaimana kalau kita ke dokter saja? ", tanya Simon khawatir.
" Tidak perlu mungkin masuk angin saja ", balas Rose lemah.
Simon mengambil minyak kayu putih dari dalam laci, lalu menggosok punggung Rose dan memijatnya perlahan.
" Apa kau salah makan? ", tanya Simon.
" Tidak aku...hoek...hoek "
Belum selesai Menjawab Simon, rose kembali memuntahkan isi perutnya sampai tersisa cairan kekuningan mulutnya terasa pahit.
"Ayo kita pergi dokter saja", ajak Simon.
" Nanti saja kepalaku pusing tidak ingin kemana-mana, aku tidur saja ", kata Rose.
__ADS_1
Dia berbaring di tempat tidur lalu memejamkan matanya, Simon yang khawatir langsung menelepon dokter pribadi Albert.
Sambil matanya melirik ke arah Rose yang tertidur , dia meletakkan telepon dan membuat bubur halus buat istrinya dan memberi sedikit jahe agar tidak mual.
Tidak berapa lama dokter datang dan segera memeriksa keadaan Rose, dokter memeriksa dengan teliti denyut nadi dan mata serta tenggorokannya.
Lalu membuat resep buat Simon menebus di apotek, Simon yang khawatir berjalan mondar mandir di ruangan dan begitu dokter selesai langsung menghampirinya.
"Bagaimana dok sakit apa istri saya? ", tanya Simon sudah tidak sabar.
" Istri anak baik-baik saja dan resep ini buat menangkal mualnya , memang di trimester pertama akan memicu rasa mual untuk mengetahui lebih jelas kandungan istri anda lebih baik anda pergi langsung ke dokter kandungan", jelasnya.
"Maksud anda istri saya lagi hamil dok? ", tanyanya.
" Benar.. selamat anda sudah menjadi seorang ayah", kata dokter menjabat tangan Simon.
"Terima kasih dokter.. saya antar keluar", kata Simon gembira.
Akhirnya dia akan menjadi seorang ayah hal yang dulu dia takutkan , sekarang kabar gembira baginya dan tidak sabar berbagi dengan Rose.
__ADS_1
Setelah mengantar dokter keluar Simon kembali ke dalam dan melihat Rose berbaring lemah sedang bersandar di tempat tidur.
" Sayang kau hamil.. ", kata Simon memeluk Rose.
Rose sangat senang air matanya menetes hal yang dia tidak berani untuk memimpikan, sekarang sudah terkabul di depannya.
Tiba-tiba mengingat dulu perkataan Simon dia melepaskan pelukan Simon dan berkata perlahan.
" Apakah kau membenci bayi ini.. aku tidak akan menggugurkan anak ini ", kata Rose perlahan tidak berani menatap Simon.
" Apa yang kau katakan Rose, aku juga senang kau hamil", balas Simon.
"Tetapi waktu itu kau hampir saja.. ",
Rose tidak sanggup meneruskan kata-katanya, teringat dulu Simon hampir saja membunuhnya karena mengira dia berselingkuh karena hamil.
Simon memeluk Rose dengan erat " Aku bahagia menjadi seorang ayah , sejujurnya aku sudah melepas kontrasepsi sebelum kita honeymoon waktu itu berharap kau hamil."
"Aku tahu dulu aku sangat tidak ingin anak karena itu aku memasang kontrasepsi, namun karena masa laluku dan aku tidak ingin anakku mengalami kesakitan seperti aku sehingga berpikir seperti itu."
__ADS_1
"Namun setelah bersamamu aku sadar kita bisa memberi cinta suci buat anak kita , dan dia tidak akan pernah kehilangan kasih sayang dari kita berdua tidak sepertiku dulu."