
Simon berjalan dengan asistennya untuk makan siang, ketika dia tidak sengaja melihat Melinda memasuki restoran itu bersama bosnya dari Jepang.
Pertemuan dengan Melinda yang tidak sengaja, namun karena tidak bisa menghindar terpaksa dia harus menyapa mereka biarpun tidak senang melihat Melinda.
Setelah berbasa basi sebentar dan menolak makan bersama, mereka memasuki ruangan privat lain dan memesan makanan dan Simon memeriksa berkas buat meeting sehabis makan siang nanti.
" Bos bukannya itu klien kita kenapa tidak makan bersama? " tanya asistennya .
"Aku hanya tidak suka dengan perempuan yang bersama klien kita itu, kalau sendirian dengan senang hati aku akan menjamu dia" balasnya.
Dia heran selama bekerja dengan Simon bila bertemu kliennya dia selalu menjamu mereka , namun hari ini justru menghindari mereka sesuatu yang tidak biasa menurut nya.
Setelah mendengar jawaban Simon dia mengerti alasan Simon , dan tidak bertanya lagi daripada ken marah bos nya .
__ADS_1
Simon beranjak pergi setelah makan siang dan mulai menuju hotel tempat meeting berlangsung, dia ada sesuatu yang di urus sebelum meeting dan menelepon Albert terlebih dahulu.
Setelah berbincang dengan Albert dan dia sebagai pemimpin yang memutuskan , maka dia bertemu dengan klien yang janji meeting hari ini dan melihat apa perlu di putuskan.
Pertemuan itu berlangsung singkat dan kerjasama berjalan dengan lancar, Simon menyerahkan berkas buat di bawa kembali ke kantor kepada asistennya.
Lalu dia kembali pulang untuk berkerja dari rumah sambil menemani Rose, karena dia tahu Rose pasti kesepian dan tidak biasa bila tidak bekerja akan bosan.
Dia pun mengemudikan mobil dan berjalan pulang, sambil mampir supermarket membeli buah kesukaan istrinya dan membayangkan kejutan bagi Rose dia senang.
"Simon maaf... " kata Melinda melihat Simon beranjak pergi ketika melihatnya.
" Lebih baik kau pergi dari hadapanku dan tidak muncul kembali karena aku tidak suka memukul perempuan dan melihatmu aku ingin membunuh dirimu" katanya ketus.
__ADS_1
Melinda menatap orang yang pernah dia cintai dan tinggalkan dengan tatapan nanar, dia menyesal dulu meninggalkan Simon namun sikap dingin pria itu membuat dia kesal.
Sehingga ketika sahabatnya datang dalam hidupnya , dan menghiburnya dia pun terlena dan bahkan berniat kawin lari.
Sampai dia mengerti bahwa sahabatnya itu, hanya menjadikan dia sebagai alat memancing kecemburuan Simon.
Karena mempunyai dendam dan iri hati melihat Simon yang sukses, dia tidak ingin sahabatnya hidup dengan nyaman dan berusaha menghancurkan semua miliknya.
Karena itu dia mulai dengan Melinda yang haus akan cinta, dan ketika Melinda sadar rencana busuknya semua sudah terlambat bagi mereka kembali.
Simon sudah membenci dirinya dan dia tidak punya kesempatan menjelaskan, karena Simon selalu menghindari dirinya dan dia pun menghilang dari Simon.
Dia berniat memulai hidup baru sampai pertemuan tidak sengaja, karena kantor dia bekerja ternyata bekerja sama dengan perusahaan Simon.
__ADS_1
Sekarang karena tidak bisa menghindar dari Simon, dia pun terpaksa membina hubungan dengan Simon agar memaafkan dirinya .
Namun melihat Rose kemarin dia menduga ada hubungan diantara mereka, dan kesempatan dia kembali kepada Simon makin kecil peluangnya biarpun dia pernah menjadi calon istrinya.