Pernikahan Kontrak Si Buruk Rupa

Pernikahan Kontrak Si Buruk Rupa
kembali bekerja


__ADS_3

Rose bersiap ke kantor sambil membawa bekal buat siang nanti , dan menyiapkan buat Simon sekalian daripada makan siang di luar membuat salah paham dan juga masih pandemi lebih aman bawa sendiri dia juga tidak mau di curigai lagi.


Simon berjalan keluar sambil memeluk pinggang rose yang sedang menyiapkan bekal, dia menciumi leher istrinya yang harum sabun mandi parfum alami.


Rose tidak terlalu suka memakai parfum kadang-kadang saja bila ingat, Simon sampai heran karena hampir semua kenalan wanita selalu memakai parfum berlebihan sampai dia juga muak dengan perempuan begitu.


Mereka banyak yang mencari perhatian saja dengannya, tetapi dia tidak menghiraukan karena sudah ada Rose dalam hatinya. Sekarang dia bersyukur memiliki istri yang tidak suka berlebihan.


"Ayo kita pergi atau kau mau masuk kamar lagi", canda Simon.


" Dasar kau memang kau mau kita terlambat ke kantor? ", balas Rose.

__ADS_1


" Hmm .. masih ada setengah jam sebelum jam kantor dan tidak akan terlambat bila dilakukan dengan cepat.. ", Simon berkata lembut berbisik di telinga Rose.


Tangannya masuk ke dalam blouse istrinya dan menciumi leher sensitif Rose, tidak lama menikah dengan Rose dia sudah hafal titik sensitif Rose dan membuat istrinya mulai bergairah.


Lalu Simon mulai memeluk istrinya membuatnya tidak sempat menghindari lagi dan pagi itu jadi panas karena kegiatan suami istri. Simon yang menahan diri karena istrinya yang ngambek jadi semangat bergairah dan menuntaskan keinginan selama kemarin-kemarin dia tahan.


Mereka melakukan di meja makan dapur dan suasana yang tidak biasa juga tanpa melepas semua pakaian sehingga membuat sensasi berbeda karena berburu waktu agar tidak terlambat.


Setelah merapikan pakaian mereka masuk dalam mobil dan Simon bernyanyi riang, sementara Rose memperbaiki riasan wajah nya yang agak berantakan juga rambutnya karena tangan Simon mengacak rambutnya tadi.


" Kau ini gila.. sudah tahu kita hampir terlambat masih saja.. ", Rose tidak meneruskan ucapannya wajah nya bersemu merah mengingat keganasan Simon tadi.

__ADS_1


" Tapi kau menikmatinya bukan.. kurasa kita sesekali perlu melakukan kilat agar punya variasi dan tidak bosan ", kata Simon sambil tersenyum menggoda istrinya itu.


" Dasar kau ini.. ", Rose memukul pelan bahu Simon yang sedang menyetir.


Simon tertawa karena suka sekali melihat wajah istrinya yang memerah karena godaannya.


Mereka datang ontime tidak terlambat, setelah mencium Rose di dalam mobil tadi Simon memasuki ruangannya sendiri dan memeriksa jadwal hari ini bersama Albert yang sudah di letakkan asistennya di atas meja.


Sementara Rose memasuki ruangan pribadinya sendiri, di kantor mereka adalah rekan kerja jadi Rose berusaha tidak berjalan bersama Simon agar tidak di ketahui kalau mereka berangkat bersama.


Rose tidak suka membuat gosip beredar di kantor sehingga lebih baik untuk menjaga agar tidak ada gosip, untunglah karena julukan putri es rekan kerja lelaki tidak banyak menggodanya karena mereka tahu bagaimana sikap Rose terhadap mereka.

__ADS_1


Albert juga datang dan memasuki ruangan dan nampak sibuk karena rencana siang Betty datang makan siang bersama dengannya sehingga dia ingin menyelesaikan pekerjaan dengan cepat agar Betty tidak marah belakangan karena hormon kehamilan membuat Betty sangat sensitif terhadapnya.


__ADS_2