Pernikahan Kontrak Si Buruk Rupa

Pernikahan Kontrak Si Buruk Rupa
kebersamaan


__ADS_3

Rose yang tidak menyadari kalau Simon berada di kamarnya, hanya keluar dari kamar mandi dengan berlilit handuk saja.


Wajahnya yang polos dan segar dengan bulir air di pipinya nampak mempesona, lehernya nampak jenjang dan putih bersih karena rambutnya di gelung di atas dengan handuk sehabis mencuci rambut.


Simon terpesona dengan kecantikan alami Rose, walau tanpa make up wajahnya sudah cantik dengan bibir pink alami tanpa lipstik.


Dadanya yang terbungkus handuk setengah, menampakkan bulatan padat yang penuh karena tidak sepenuhnya tertutup handuk.


Melihat itu Simon menelan ludah dengan susah payah, tubuh bawahnya sudah mulai bangun membuat celana makin ketat.


Simon heran biasa wanita secantik apapun tidak bisa membangunkan juniornya, bahkan walau seksi dan menggodanya dia tidak tergoda sampai dulu dia mengira dia pasti tidak normal.


Tetapi dengan melihat Rose sehabis mandi membuat tubuhnya langsung bereaksi, dia mendekati Rose dari belakang dan memeluknya.


Rose terkejut dan dia langsung memeluk Rose dan menciumnya ...Kau sangat menggoda ku sayang ..


"Kenapa kau bisa masuk kamar ini?," tanya Rose sambil terengah-engah kehabisan nafas setelah berciuman dengan Simon.

__ADS_1


"Kau tidak suka bukankah ini akan menjadi kamar kita?", Simon menggoda Rose.


"Eh tidak.. tentu saja ini akan menjadi kamar kita tetapi kukira kau akan tidur di ruang tamu", kata Rose gugup.


"Wah kau mengusirku, baiklah aku akan pulang saja kembali ke apartemen ku", kata Simon pura-pura berbalik setelah melepaskan pelukannya.


"Simon tunggu.. ," Panggil Rose melihat Simon berjalan keluar.


" Kau boleh tidur di sini, maaf aku terbiasa tidur sendiri sehingga merasa aneh ada seorang pria di kamar, " kata Rose.


Simon tersenyum puas lalu dia menelepon anak buahnya mengurus pernikahan kilatnya dengan Rose, dengan kekuatan uang dan kenalan mereka pun resmi menikah tinggal besok mengambil surat nikah saja.


Dengan tidur bersama Rose dia pasti tidak bisa menahan dirinya, tetapi dia juga tidak mau mengambil hak sebelum mereka resmi menikah.


Pengaruh Rose sangat hebat sehingga dengan resmi menikah malam ini, Rose sudah menjadi istrinya dan tidak masalah bila ia tidak dapat mengendalikan diri.


Simon naik keatas ranjang dan menepuk ranjang di sebelahnya " kemarilah apa kau masih ingin berdiri di sana sampai pagi"

__ADS_1


"Tapi aku belum memakai baju," kata Rose gugup.


Semua baju tidurnya termasuk lingerie dia nyaman menggunakan lingerie, tetapi sekarang ada pria di kamarnya dia nampak seperti penggoda bila memakainya.


"Kalau gitu cepatlah aku menunggumu ," kata Simon sambil mematikan lampu utama sehingga hanya ada lampu meja tidur remang yang menyala.


Rose cepat memakai lingerie yang dia ambil tadi, dengan sinar lampu redup tubuhnya tidak akan terlalu terekspos Lagipula mereka sudah sah jadi apa yang di takuti.


Rose naik keatas ranjang dan langsung menutupi tubuhnya dengan selimut, Simon tersenyum melihat Rose yang malu-malu.


"Tidurlah seperti biasa anggap saja aku tidak ada," kata Simon dia tahu kalo Rose saat ini sangat malu.


Simon tidak ingin memaksa rose tanpa dia menginginkan dirinya, dia lalu berbaring dan mulai memejamkan matanya.


Melihat Simon memejamkan matanya dan tidak melihat dirinya, Rose pun lega dan mulai memejamkan matanya.


Tidak berapa lama Simon terbangun dia haus dan berniat mengambil minum, Rose sudah terlelap dan selimut terbuka menampilkan tubuh seksi Rose dengan lingerie yang cukup transparan seakan mengundangnya.

__ADS_1


__ADS_2