Pernikahan Kontrak Si Buruk Rupa

Pernikahan Kontrak Si Buruk Rupa
Hidup sebagai seorang istri


__ADS_3

Simon tersenyum "Tentu saja kau tidak perlu membersihkan sendirian, ada asisten yang akan membantumu merawat rumah kau hanya perlu memperhatikan aku saja".


"Aku menikahimu bukan untuk menjadi pembantu, tetapi menjadi ratu aku tidak akan membiarkan kau menderita seperti dulu".


Rose terharu memeluk Simon pria yang diam-diam dia cintai, walaupun dia tahu hati Simon apa benar-benar mencintainya atau hanya karena kasihan kepadanya.


Karena Rose yang berinisiatif menyatakan cinta kepada Simon bukan sebaliknya, jadi dia tidak yakin perasaan Simon kepadanya.


Apa Simon menikah dengannya karena tidak enak hati, karena mereka berdua bersama lama di tempat kerja atau karena benar mencintainya.


Tetapi Rose akan berusaha agar Simon benar-benar mencintainya, walau bagaimanapun Simon sekarang suaminya.


Dia akan melayani sepenuh hati biarpun dia ingin punya anak secepatnya, agar semakin mempererat hubungan dengan Simon.


Tetapi karena Simon yang keberatan dia akan berusaha menerima, pelan -pelan dia akan membujuk Simon punya anak bertahap.

__ADS_1


Sementara anggap saja ini pacaran karena mereka tidak pernah pacaran, tetapi langsung menikah diam-diam karena kondisi tidak memungkinkan.


Dulu Rose berharap pernikahan penuh acara religius dan keluarga inti tetapi dia bersyukur biar begini dia yang penting sudah mendapat hati Simon.


Rose mulai berbenah dan memilih kamar buat dia tidur, Simon yang melihat Rose berjalan ke kamar tamu menghentikan langkahnya.


"Sayang.. kamar kita di sana ", tunjuknya ke lantai dua ke arah kamar utama yang cukup besar.


"Tapi itu kan kamar pribadimu?", tanya Rose.


"Sayang apa kamu lupa suami istri tidur bersama jadi itu bukan kamar ku lagi tetapi kamar kita".


Rose membuka pintu dan tercengang kamar ini sangat besar seluas apartemen dia tinggali, ada lemari besar dan tempat ganti khusus serta kamar mandi pribadi.


"Apa kau akan berdiri di sini terus?", goda Simon.

__ADS_1


"Kamar ini besar sekali bahkan seandainya anak kita tidur di sini pasti menyenangkan tidur beramai-ramai bukankah.. ", Rose berhenti melihat perubahan wajah Simon.


"Maaf...aku lupa kau tidak suka anak kecil", kata Rose perlahan.


Simon melangkah ke arah lemari menyembunyikan perasaan hatinya", tidak apa ini kau atur bajumu di sebelah pakaianku".


Rose gugup melihat Simon agak berbeda dan wajah datar, dia merasa sudah menyinggung perasaan sensitif Simon padahal kelepasan bicara.


Sejak kecil Rose merasa sendirian dan mempunyai anak banyak impiannya sejak menikah, tetapi sekarang bisa bersama Simon pun dia cukup bersyukur dan dalam hatinya dia berjanji agar tidak mengungkit anak di depan Simon.


Untuk mengatasi kecanggungan dia pun menata bajunya yang tidak banyak, sekilas melihat label pakaian Simon dia tahu semua bermerk dan pasti mahal sekali karena karya perancang tidak seperti bajunya.


Rose memilih pakaian yang nyaman biarpun bukan mahal dan bermerk hanya sesekali dia beli bermerk buat acara bersama Albert, karena menuntut penampilan bagus sebagai pendamping bos.


Ketika dia membuka pintu sebelah lemari dia terkejut, semua pakaian wanita baru berlabel sesuai ukuran tubuhnya tergantung di sana.

__ADS_1


"Itu aku belikan untukmu, semoga kau menyukainya ", kata Simon di belakangnya.


"Bagaimana kau bisa mengetahui ukuran tubuhku?", tanya Rose menatap pakaian dalam yang berada di sana juga.


__ADS_2