Pernikahan Kontrak Si Buruk Rupa

Pernikahan Kontrak Si Buruk Rupa
comeback


__ADS_3

Albert dan Betty tiba di bandara dan mencari sosok simon dan Rose di dalam kerumunan orang, tidak lama dia melihat Simon dan melambaikan tangannya.


Mereka berjalan ke arah Betty dan Albert lalu Rose memeluk Betty dan Albert merangkul bahu Simon, mereka berbincang akrab sambil berjalan ke parkiran mobil.


"Bagaimana kabar kalian berdua? ", tanya Betty menggoda Simon.


Wajah Rose memerah malu" nyonya apa kabar? ", tanya dia balik.


" Kami baik saja Rose, bukan begitu sayang? ", tanya Betty manja sambil memandang Albert penuh cinta.


Albert tersenyum mengangguk dan memeluk Betty dalam pelukannya, Betty langsung masuk dalam pelukan Albert.


" Betty sedang mengandung anak kami", kata Albert.


"Wah selamat tuan dan nyonya", kata Rose gembira.

__ADS_1


Simon diam saja melihat rose nampak gembira muncul rasa bersalah dalam hati Simon, Rose melirik ke arah Simon dan langsung terdiam karena dia tidak ingin Simon tidak nyaman maka dia mengalihkan topik pembicaraan.


" Apa nyonya senang kembali kesini? ", tanya Rose kepada Betty.


" Tentu saja Rose kami sudah sangat merindukan grandma", balas Betty tersenyum.


Perjalanan mereka lancar tanpa macet setelah mengantar Albert dan Betty pulang ke rumah grandma, Simon dan Rose berpamitan pulang.


Sepanjang perjalanan Simon terdiam dan Rose tidak enak dengan suasana hening diantara mereka mulai membuka percakapan.


"Simon tolong berhenti di apotek dulu aku ingin membeli sesuatu", kata Rose teringat dia harus membeli alat kontrasepsi agar tidak hamil.


Untunglah sewaktu melakukan nya Rose dalam kondisi tidak subur, tetapi bukan tidak mungkin bisa kebobolan jadi lebih aman dia membeli pil kontrasepsi saja.


Simon berhenti di depan sebuah apotek dan rose turun sendiri, sementara Simon menunggu di dalam mobil. Tidak berapa lama Rose keluar dan membawa bungkusan kecil berisi beberapa pil dan vitamin juga keperluan wanita.

__ADS_1


Simon tidak bertanya karena mengira itu hanya stok obat buat p3k saja, lalu dia menoleh ke arah Rose yang terdiam sejak tadi.


"Apa ada yang kau inginkan sebelum kita pulang? ", tanyanya lembut.


" Tidak ada langsung pulang saja mau istirahat capek", balas Rose pelan.


"Baiklah", Simon berjalan lagi dengan kecepatan sedang sambil mendengar radio berita.


Rose memejamkan matanya tetapi tidak tidur, dia merenung betapa ingin dia cepat punya momongan seperti bosnya tetapi apa di kata Simon tidak setuju.


Pelan-pelan dia akan membujuk Simon, membayangkan Betty punya anak lucu dia juga ikut menginginkan dalam hati berdoa agar nanti cepat menyusulnya.


Namun dia akan diam-diam menunjukkan suka anak tidak di depan Simon, pernikahan mereka masih baru dia tidak ingin memicu masalah membuat hubungan mereka renggang.


Dia akan menikmati hubungan pacaran mereka saat ini anggap saja begitu, karena mereka langsung menikah jadi pacaran setelah menikah sebelum punya anak tidak bisa berdua lagi nanti.

__ADS_1


Simon melihat wajah Rose tenang dan cantik itu, mengelus pipinya sambil menyetir sungguh beruntung dia memiliki Rose dan tidak ingin kehilangan wanita ini.


Perlahan dia mencium dahi Rose mengira Rose tertidur, Rose diam dan merasa kecupan Simon dan perlakuannya yang lembut tetapi pura- pura tertidur pulas agar Simon tidak curiga kalau ia tidak tidur.


__ADS_2