
Rose mengerang lirih merasakan kenakalan Simon di dadanya, tangannya meremas rambut suaminya yang lagi bermain di dadanya dan tangan Simon yang nakal tidak terkendali kemana-mana hanya bisa membuat Rose menahan nafas dalam.
Sebenarnya Simon secara diam-diam sudah membuka operasi vasektomi nya tanpa memberi tahu Rose, agar menjadi kejutan nanti dan karena minim sayatan luka cepat sembuh dan dia menunggu sembuh total baru menemui Rose.
Pagi ini bakal semakin panjang pikir Rose karena Simon seakan tidak kehabisan energi dan minta terusan membuat dia kewalahan melayani Simon, mungkin akibat puasa terlalu lama pikir Rose tersenyum.
Dia mengikuti irama gerakan Simon dan kamar penuh dengan ******* dan keringat mereka bercucuran karena olahraga malam ,setelah berapa jam mereka sama-sama puas dan berpelukan.
"Sayang... terimakasih karena masih di sisiku", kecup Simon pelan di bibir Rose.
"Ehhhm.. ", balas Rose tidak jelas karena ciuman simon masih di bibir nya.
Rose pun mencubit pinggang Simon sehingga Simon melepaskan ciumannya.
" Aduh.. cubitan mu sangat maut", katanya mengelus bokongnya.
__ADS_1
"Siapa suruh tidak melepaskan ku.. ", kata Rose.
Kau ini sungguh nakal ya pintar menggoda suamimu ini, Simon menyerang lagi langsung membalik tubuh Rose kedalam posisi menungging dan langsung memasukkan senjata nya yang sudah menegang kembali dan bergerak membuat Rose meminta ampun.
" Aduh.. ampun.. sayang.. ", teriak Rose tetapi juga menikmati tusukan Simon dan tanpa sadar ikut bergerak karena dia merasa akan mencapai puncak dan bergerak makin cepat.
" Cepat sayang aku mau keluar... ahhhh.. ", Rose tidak tahan lagi merasakan kenikmatan luar biasa dan goyangan Simon makin kuat membuat dia berteriak sambil mencengkeram tempat tidur.
Dada yang bulat dan penuh bergerak- gerak karena gerakan Simon yang makin cepat dan kuat, tangan simon meremas dadanya dan mencubit putingnya membuat sensasi luar biasa bikin dia serasa mau meledak.
Rose mengalami kepuasan berkali-kali dan kelelahan sehingga langsung tertidur tanpa sempat membersihkan dirinya ,Simon ikut tertidur karena kelelahan juga olahraga berkali-kali.
Simon keluar dari kamar mandi dan tersenyum kepadanya.
"Kau sudah bangun ayo mandi dan makan siang", kata Simon.
__ADS_1
Rose mengangguk dan berjalan ke kamar mandi lututnya serasa kram akibat tindakan Simon kemarin sehingga dia berjalan pelan, Simon yang melihat langsung menggendong Rose dan membuat Rose terpekik kaget.
" lepaskan aku mau mandi sayang.. ", kata Rose.
" Aku akan menemanimu", balas Simon.
" Kau kan sudah mandi ", gerutu Rose.
" Kenapa bukankah sudah biasa kita mandi bersama", balas Simon.
"Yang ada bukan mandi ", kata Rose.
Dia masuk duluan dan mulai mengguyur badannya dan menyabuni seluruh tubuhnya, simon yang melihatnya nampak mulai menelan ludah dan tanpa di sadari adiknya sudah berdiri sempurna.
Simon langsung membalik Rose menghadap dinding dan memeluk di bawah shower, lalu mulai menyerang dari belakang. Rose hanya bisa mengikuti gerakan suami yang nakal dan tidak pernah puas itu.
__ADS_1
Namun daripada Simon mencari kepuasan sama orang lain lebih baik sama dia istrinya..pikir Rose dan membalas serangan Simon dengan sama antusiasnya dan heran dari mana tenaga Simon yang seakan tidak habis - habis itu.
" Rose... ", Simon mengerang di leher Rose dan menggigit pelan pundaknya ketika mengalami puncak tangannya meremas kuat dada Rose dan dia menghujam makin dalam berharap benihnya cepat berbuah.