Pernikahan Kontrak Si Buruk Rupa

Pernikahan Kontrak Si Buruk Rupa
Sakit gigi


__ADS_3

Rose merasa kepalanya kembali sakit dan memeriksa gigi karena merasa ada bengkak dan ternyata rahang sudah membengkak, karena gigi geraham bungsu tumbuh keluar jalur dan gusi uda hampir menutupi giginya itu pantas dia merasa tidak nyaman membuka mulut.


Hal ini membuat dia malas bicara karena sangat sakit mulutnya membuka, Simon memasuki ruangan kamar dan berbaring di tempat tidur. Rose pun menggeser posisinya agar ada tempat untuk Simon, tetapi tidak mengajak bicara dia hanya heran Simon tidak kembali ke rumahnya.


Dia pun asyik membaca novel favoritnya dan tidak menghiraukan Simon namun suasana canggung membuatnya tidak konsentrasi dan tidak enak juga karena dia punya prinsip tidak suka menyimpan masalah berlarut-larut harus di selesaikan.


"Aku kan sudah memaafkanmu kenapa kau masih di sini? ", tanya Rose pelan.


" Memang aku harus kemana? ", tanya Simon.


" Apa kau tidak mau pulang rumahmu? ", tanya Rose lagi.


" Dimana istriku berada di sana lah rumahku", balas Simon.


Rose terdiam giginya makin sakit dan kepalanya juga, sehingga dia putuskan tidur lebih cepat. Simon heran melihat Rose baru bangun sudah mengantuk apa Rose sedang menghindari berbicara dengannya?

__ADS_1


Rose sudah terpejam dan Simon pun ikut berbaring di samping Rose tertidur, tadi dia sudah meminta anak buahnya mengantar baju ganti kantor buat besok tetapi kalau Rose absen dia juga akan cuti untuk menghabiskan waktu bersama istrinya.


Keesokan harinya...


Rose terbangun dengan kepala masih berputar-putar dan berbaring kembali, sakit giginya bertambah parah dia harus ke dokter untuk periksa. Simon melihat istrinya dengan heran tidak biasanya dia berbaring malas-malasan.


"Rose.. kau kenapa? ", tanya nya kawatir.


" Kepalaku sakit dan gusi bengkak makanya malas bicara", jawab Rose pelan.


"Kenapa tidak bilang dari kemarin? ", Simon cemas.


"Sekarang apa kau bisa bangun ke dokter? ", tanya Simon.


Rose mengangguk karena dia sudah tidak tahan juga sakit menyiksa, kepalanya terasa pusing dan gusi bertambah nyeri jadi dia putuskan ke dokter.

__ADS_1


Simon menelepon Albert meminta cuti karena mengantar Rose ke dokter, Albert mengijinkan mengambil cuti sepuasnya merawat istrinya.


Simon sangat berterima kasih kepada Albert, setelah menelepon mereka meluncur ke rumah sakit. Dokter memeriksa dan memberi resep sambil menjadwalkan operasi kecil kalau sudah sembuh.


Pulangnya Rose kembali tidur dan Simon memasak bubur buat istrinya, dia menjadi suami siaga selalu ada buat Rose. Rose pun tersentuh dan memaafkan suaminya itu tidak ngambek lagi.


Rose memegang tangan Simon yang sedang menyuapinya", Terima kasih atas perhatianmu".


Simon tersenyum " Apa yang tidak buat istriku ".


" Makanlah terus minum obat dan tidur aku kan menjagamu", kata Simon.


Rose mengangguk dan setelah makan lalu minum obat dia masuk dalam pelukan suaminya , lalu tertidur lelap karena pengaruh obat yang di minum nya.


Simon tersenyum membelai rambut istrinya, dia tahu Rose sudah tidak marah lagi kepadanya, dia mencium keningnya dan meletakkan pelan kepala Rose diatas bantal dan menyelimutinya.

__ADS_1


Simon berjalan ke dapur dan membersihkan sisa makanan juga peralatan makan mereka lalu duduk menonton televisi di atas sofa ruang tamu yang mungil dan rapi tertata.


Dia menikmati tontonan sambil memeriksa email pekerjaannya karena takut Albert mengirim email belum dia kerjakan kebiasaan dia kalau bekerja harus perfeksionis.


__ADS_2