
Setelah sarapan yang terlambat lebih tepatnya makan siang mereka bersiap menuju bandara, supir mengantar sampai bandara dan Rose masuk pesawat sambil menguap karena kurang tidur.
Di dalam pesawat yang menuju hongkong tempat liburan mereka dan akan melakukan penerbangan selama empat jam , maka Rose tertidur pulas dengan kepala bersandar di bahu Simon yang memeluknya.
Rose sangat mengantuk karena Simon mengganggu tidurnya, melihat istrinya kelelahan Simon tersenyum dan mencium keningnya lalu ikut memejamkan mata.
Setelah agak lama Rose terbangun dan melihat Simon memandang nya dia agak risih
"kenapa kau melihatku seperti itu? ", tanyanya.
" Aku hanya senang memandang mu yang sangat cantik biarpun tertidur pulas", goda Simon.
__ADS_1
Wajah Rose memerah mendengar kata Simon dan dia pura-pura mengambil majalah dan membacanya, simon yang mengetahui istrinya lagi malu tidak menggodanya lagi.
"Sayang kita akan tinggal di flat biasa kita tinggali bila ada urusan di sini tepatnya di Cause Way Bay , di sana dekat pusat perbelanjaan mall terkenal, taman juga kuliner mau cari oleh-oleh apapun juga ada", kata Simon.
" Aku terserah saja yang penting kita nikmati suasana baru," balas Rose.
" Kalo mau lihat pantai dengan kapal feri bisa tsim Tsa tsui nanti sambil melihat bintang malam", peluk Simon.
Simon ingin membalas tetapi sadar karena takut tidak bisa menahan dirinya bila dia mencium rose, jadi dia melepaskan rose saat ini tetapi tidak nanti bila mereka berdua saja dia akan membuat rose tidak bisa menikmati tidurnya ...senyum Simon .
Pesawat akhirnya mendarat dan selesai mengurus imigrasi mereka langsung naik taksi meluncur ke flat mereka dan segera beristirahat, sebelum jalan keluar lagipula mereka tidak buru- buru karena rencana agak lama di sini.
__ADS_1
Flat mereka selalu bersih karena rutin di bersihkan biar tidak di tinggali, Albert selalu membayar biaya kebersihan meskipun mereka tidak tinggal di sana dan hanya di pakai untuk bisnis saja.
Albert membeli flat itu karena praktis daripada tinggal di hotel bila keperluan membutuhkan waktu lama, selain penghematan juga bisa memasak sendiri dengan adanya flat itu.
Albert memiliki apartemen dan flat hampir di semua negara yang ada cabang perusahaan , karena dia sering bepergian meninjau proyek kantor masing-masing cabang bersama Simon.
Hanya karena Betty yang lagi hamil dia memutuskan menjadi suami siaga jadi semua di serahkan kepada Simon, perusahaan rencana juga diberikan kepada Simon mengelola namun itu kejutan nanti saat ulang tahunnya tiba.
Albert juga tidak menyangka pernikahan awal hanya kontrak, sekarang bisa menjadi resmi suami istri dan budak cinta dengan Betty bahkan dia tidak bisa di tinggal Betty biar sekejap.
Mengingat hal itu Simon juga geleng-geleng kepala karena tidak menyangka Albert yang dingin kepada wanita bisa budak cinta Betty, tetapi setelah mengalami sendiri dengan Rose dia sekarang mengerti kenapa Albert berubah karena dia juga merasakan hal sama.
__ADS_1
Dia juga tidak bisa meninggal kan Rose dan membayangkan Rose pergi hatinya sakit, karena itu dia berjanji tidak akan menyakiti Rose lagi dan demi Rose akan melakukan apa saja untuknya biarpun nyawa taruhannya.