
Rose tertawa "kaget ya? ".
"Aku hanya heran badanmu tetap bagus meskipun kau makan sebanyak ini, padahal banyak wanita yang jaga image dengan makan cuma salad hanya demi memperoleh tubuh ideal", balas Simon.
"Kenapa apa kau keberatan dengan pola makanku?," tanya Rose menggoda.
"Tentu saja tidak karena aku sungguh tidak suka perempuan munafik seperti itu", kata Simon.
" Hahahaha... aku tidak pernah peduli apa kata orang karena yang penting aku tidak meminta makan kepada mereka ", kata Rose sambil menyuap makanan ke mulut.
Simon yang memperhatikan Rose makan dengan lahap, terkejut ketika tiba-tiba Rose memberi sendok berisi nasi ke depan mulutnya.
Selama hidupnya tidak ada yang menyuapinya, bahkan orang tuanya yang sangat di rindukannya.
Rose yang melihat Simon bengong melihat dia akan menyuapinya berkata ", maaf aku lupa kau orang yang fanatik kebersihan, tentunya tidak makan dari sendok bekasku".
Ketika Rose menarik sendoknya hendak memasukkan ke dalam mulutnya sendiri, Simon langsung memakan sampai habis.
"Bukan begitu, tadi aku hanya terkejut karena tidak pernah ada yang berbuat seperti itu kepadaku termasuk orang tua yang aku rindukan", kata Simon dengan nada kering tetapi Rose tahu dalam hatinya ada kesedihan.
__ADS_1
"Sudahlah mulai saat ini berbagilah semua kepadaku, karena kita akan bersama sampai maut memisahkan kau tidak sendirian lagi bahkan sekarang kau punya seorang ibu dan adik", senyum Rose.
Simon memegang tangan Rose sangat berterima kasih " Kau berkat yang indah yang dikirim tuhan kepadaku".
"Ngomong-ngomong kau tidak memesan makanan? ", tanya Rose.
"Aku mau makan sepiring berdua dengan mu", Simon tersenyum.
"Aku takut kau tidak menyukai apa yang aku pesan", Rose tertunduk malu.
"Apa yang kau suka aku akan menyukainya juga, jangan banyak berfikir", balas Simon.
Simon menelepon anak buahnya untuk mengepak semua isi rumah Rose, untuk di pindahkan ke tempatnya.
"Sepulang sini kita langsung pulang, anak buatku akan membawa semua barangmu ke.rumahku", kata Simon.
"Cie Cie aku rupanya nemu harta karun menikah dengan bos yang punya anak buah",
kata Rose menggoda.
__ADS_1
"Kau akan banyak terkejut nantinya", Simon menarik Rose berdiri dan meletakkan uang di meja lalu membawa Rose masuk dalam mobil.
Simon mengendarai mobil memasuki area perumahan elit, Rose diam bingung karena setaunya Simon tinggal apartemen.
Simon memarkirkan mobil dan membuka pintu buat rose lalu menggandeng R😴ose memasuki rumah.
"Ini rumah kita mulai hari ini", katanya.
"Bukankah kau tinggal di apartemen? ", tanyanya.
"Sewaktu aku masih lajang, sekarang kita menikah apartemen tidak akan muat buat kita berdua karena barangnya banyak", balas Simon.
"Dulu aku membeli rumah ini untuk investasi karena di jual murah oleh pemiliknya, karena membutuhkan uang buat membayar hutang."
"Aku hanya ingin menolong saja tetapi tiap minggu ada yang membersihkan rumah ini, jadi sewaktu-waktu aku tinggal cukup bersih."
"Sekarang karena kita sudah menikah kukira rumah ini bisa kita tinggali, dan pekerjaan kita juga sama kantor bisa berangkat dan pulang bersama".
" Rumah ini baru di beli pemiliknya ketika dia mengalami kebangkrutan tiba-tiba, sehingga dia menjualnya kepadaku karena dia sayang kalau jual kepada orang lain." Simon menjelaskan.
__ADS_1
Rose mengangguk mengerti " rumah ini cukup besar kalau kita berdua yang tinggal, membersihkan juga akan melelahkan aku lebih suka tinggal apartemen ".