
Simon tidak berapa lama sudah bisa menguasai dirinya dan mengendalikan pertahanan dirinya, sehingga lebih rileks dan tenang dan perlahan sikapnya sudah normal kembali.
"Mr.Akechi di dalam sini sudah tertera kontrak kerjasama kita, yang sudah kita bahas sebelumnya lewat wakil kita juga lewat video call", kata Simon dalam bahasa Jepang fasih.
Rose nampak kagum dengan kemampuan suaminya itu, sementara melinda diam-diam mencuri pandang ke arah Simon dan Rose mengetahui hal tersebut namun berpura-pura tidak melihatnya.
" Baiklah saya puas dengan kontrak ini dan saya setuju bekerjasama dengan perusahaan anda, ngomong-ngomong di mana Mr. Albert? ", tanya nya.
Sambil menandatangani kontrak tersebut dan setelah itu Simon juga turut menandatangani, dan masing-masing asisten menyimpan salinan kontrak tersebut.
" Mr. Albert sedang menjaga istrinya yang mau melahirkan ", jelas Simon sambil tersenyum.
" Baiklah saya mengerti bagaimana cintanya Mr Albert kepada istrinya.. ", kata Mr Akechi sambil mengangguk kepalanya.
__ADS_1
Lalu pelayan mengantar makanan dan mereka mengobrol sambil berbasa-basi, tidak lama melinda ijin ke toilet dan Simon pun mengikutinya tanpa ragu.
Di saat tidak ada yang melihat Simon menarik tangan melinda dengan kuat sampai melinda terkejut, dia hampir terjatuh karena tarikan tangan Simon.
" Apa maksudmu dulu berpura-pura sudah mati atau memang hatimu yang sudah mati dan membusuk? ", seringai Simon kejam.
Sifat kejamnya yang terlihat nampak menakutkan membuat melinda ketakutan melihat Simon, dulu Simon bukan orang seperti ini sangat lembut kepada nya setelah kepergian mama Simon.
" Apa maksud anda saya tidak mengenal anda.. kenapa berbuat kasar kepada saya? ", tanya melinda.
" Apa kau kira aku tidak akan tahu kalau kau berpura-pura, 5 tahun kita bersama dan aku sangat mengenalmu dengan baik kau tidak bisa berpura-pura lagi.
"Maaf anda salah orang.. " kata melinda sambil berusaha melepaskan pegangan Simon di tangannya yang seperti jepitan besi sangat kuat dan menyakitkan.
__ADS_1
"Kenapa.. ini baru awal bukan akhir ceritanya. . aku akan membuat kau membayar semua satu persatu", kata Simon.
Melinda hatinya sakit mendengar kata Simon namun semua memang salah nya dia tidak bisa menyalahkan sikap Simon kepadanya karena semua akibat perbuatan masa lalunya.
Simon langsung berjalan pergi dan mengembalikan raut wajahnya seperti semula tidak terjadi apa-apa, Rose yang melihat sikap Simon aneh diam saja dan memutuskan untuk bertanya nanti.
Melinda juga sudah kembali ke tempat duduknya dan setelah berbincang sebentar mereka berjalan pulang ke tempat masing-masing, dan Simon mengarahkan mobil ke kantor untuk meletakkan kontrak kerja di brankas baru pulang rumah.
Rose menatap arah Simon dan mulut nya ingin menanyakan sesuatu tetapi urung dia katakan, melihat suasana hati Simon tidak bagus dia memutuskan nanti saja bertanya.
Namun dia curiga ada sesuatu antara Melinda dan Simon, karena nampak aneh sejak awal pertemuan mereka di restoran tadi.
Setelah menyimpan berkas dan mengambil tas kerja masing-masing, Rose menunggu di dekat resepsionis sambil memainkan game favoritnya yang lama tidak di mainkan.
__ADS_1
Dia tahu Simon agak lama karena perlu mengabari Albert terlebih dahulu tentang kontrak dengan perwakilan Jepang tadi.