Pernikahan Kontrak Si Buruk Rupa

Pernikahan Kontrak Si Buruk Rupa
kemesraan


__ADS_3

Simon menelan ludahnya dengan susah payah, istrinya sungguh menggoda didalam tidurnya.Dia bergerak perlahan agar Rose tidak terbangun, berniat menuju meja yang ada gelas berisi air putih.


Tempat tidur bergerak perlahan karena badan simon yang besar, tanpa sadar tangan Rose memeluk pinggang Simon membuat Simon terkejut.


Dia menyingkirkan perlahan tangan Rose dan turun dari tempat tidur lalu berjalan mengambil air putih, setelah meminumnya dia berbaring pelan di tempatnya.


Rose tiba-tiba bergerak dan memeluk pinggang Simon seperti ia memeluk guling, dalam mimpinya Rose mengira dia sedang memeluk guling karena dia terbiasa tidur bersama gulingnya.


Simon memeluk Rose bau harum sampo tercium di hidungnya, perlahan di ciumnya dahi Rose dan tangannya menyusuri bibir lembutnya.


Rose mendesah dalam tidurnya dan tanpa di sangka Rose yang bermimpi romantis, mengalungkan tangannya di leher Simon dan mencium bibir Simon.


Simon yang terkejut segera diam tetapi bibir Rose yang bergerak , akhirnya membuat dia tidak tahan dan membalas ciuman Rose dengan sama panasnya.


Tanpa di sadari pakaian Rose sudah terlepas dari tubuhnya, Simon menatap tubuh polos Rose dan menyentuhnya dengan penuh kelembutan.


Rose yang menganggap semua hanya mimpi erotis semata merasakan kenikmatan sentuhan Simon, bahkan Rose takjub dalam mimpi semua seakan nyata sentuhan dan pelukan Simon serta cumbuan Simon mampu membuat gairahnya meningkat.

__ADS_1


Karena merasa bermimpi Rose tidak malu lagi meraba tubuh Simon, dan terus berinisiatif menciumnya karena Simon sungguh tidak mengerti romantis.


Dadanya berdempetan dengan dada Simon dan hangat kulit mereka bersentuhan ,menimbulkan sensasi luar biasa.


Simon tidak tahan lagi sambil menciumi Rose dia meraba pangkal paha Rose, dan menemukan sudah basah lalu perlahan dia memasukinya.


Tubuh Rose menegang dia merasakan kesakitan yang luar biasa, dan memeluk Simon dengan erat.


"Ahh.. sakit.. Simon.. ", desisnya.


" Rose.. ", bisik Simon serak.


Tubuh Rose seakan mencengkeram juniornya dengan kuat membuat dia tidak tahan lagi, dan bergerak lebih cepat membuat Rose seperti ular kepanasan.


" Simon... ", Rose mendesah.


Akhirnya mereka mencapai puncak bersama-sama, mereka berkeringat setelah memadu kasih. Tubuh Rose melemas dalam pelukan Simon dia masih tertidur dengan lelap di pelukan Simon.

__ADS_1


Simon yang kelelahan ikut tertidur pulas, bibirnya tersenyum puas.


Pagi harinya Simon yang terbiasa bangun pagi segera membersihkan diri , dan membuat sarapan lalu meminum kopi dan membaca koran.


Lalu dia membawa sarapan dengan nampan ke kamar Rose, setelah meletakkan di atas meja dia duduk di sofa sambil memandang Rose yang masih tertidur pulas.


Dia pun membuka laptopnya dan melihat pesan dari Albert bosnya , yang akan datang besok lusa dan menyuruhnya menjemput di bandara.


Simon asyik melihat email dan membalasnya ketika Rose terbangun dan menggeliat, terkejut melihat Simon lagi bekerja dengan laptop di pangkuannya.


Wajah lelaki nampak segar setelah mencuci rambutnya , dan butiran air masih menetes di dahinya.


Pria itu nampak maskulin dan semakin tampan di matanya, dia malu karena dia baru bangun dan ketika akan turun dia terkejut memekik pelan merasa ada mengganjal di pahanya.


Simon menoleh dan Rose wajahnya bersemu merah, melihat dirinya yang polos dia sadar semalam bukan mimpi.


"Jadi semalam bukan mimpi? ," tanyanya pelan kepada Simon.

__ADS_1


__ADS_2