
Betty membuka matanya perlahan, dia beranjak bangun dari tempat tidur dan duduk lagi karena kepalanya sangat pusing. Luka terbentur terasa sakit dia meringis kesakitan, Albert yang melihatnya merasa bersalah karena dia penyebab luka itu.
"Apa ada yang kau butuhkan? ", tanyanya.
Betty menoleh dan terkejut melihat Albert di atas sofa sedang memandanginya.
" Kau..apa dari tadi di sini?", tanya Betty kaget karena mengira tadi Albert kembali ke kantor.
" Ya aku ingin meminta maaf kepadamu ", kata Albert.
"Aku yang minta maaf karena mencampuri urusanmu, sekarang aku tidak akan lagi memcampuri urusanmu", kata Betty lirih.
Dia menunduk tidak ingin Albert melihat kesedihannya, karena sekarang dia sangat sakit hati Karena Albert lebih memilih orang lain daripadanya bahkan sampai menyakitinya.
Albert mendekati Betty dan melihat darah yang sudah mengering.
"Apa aku perlu membawamu ke rumah sakit?", tanyanya.
" Tidak perlu hanya luka kecil saja , sekarang aku siapkan makanan dulu", kata Betty ingin beranjak tapi Albert kembali membaringkan dia di tempat tidur.
__ADS_1
"Tidak perlu biar maid yang mengerjakan kau istirahat lah , dan aku sudah bilang grandma kalau kau sedang sakit", kata Albert.
"Baiklah ", kata Betty sambil bersandar di atas kepala ranjang, dan menumpuk bantal di punggungnya.
Dia mulai membuka handphone nya dan melanjutkan menulis novel, yang telah lama tidak update karena kesibukannya dan tidak memperdulikan Albert yang sedang diam memandangnya.
Tidak lama terdengar ketukan pintu dan Albert membuka pintu tampak maid membawa makanan dalam nampan , dan aroma nya menggugah selera sehingga perut Betty pun keroncongan karena tadi tidak sempat makan.
"Letakkan di sana biar saya yang melayani nyonya ", kata Albert.
"Baik tuan! ", kata maid itu.
Betty mengangguk dan memakan makanan dalam diam mengacuhkan Albert, dia malas bicara dengannya karena hatinya masih sakit karena perbuatan Albert tadi kepadanya.
"Betty kenapa kau acuh kepadaku dan cuek, bicaralah kau boleh marah kepadaku", kata Albert.
"Aku tidak marah aku hanya tahu posisiku di sini juga di hatimu, aku hanya seorang istri kontrak jadi hak apa aku marah kepada mu karena menyimpan foto mantan mu yang sangat kau cintai", kata Betty lirih sambil melanjutkan makannya.
" Lebih baik kita tidur sendiri sampai kontrak kita habis ," kata Betty.
__ADS_1
Aku hanya tidak ingin nanti semakin susah hatiku melepaskan mu di saat perpisahan itu tiba... batin Betty kurasa pilihan ini terbaik.
"Apa kau tidak ingin tidur bersamaku Betty? ", kata Albert memandang Betty yang memainkan sendoknya.
"Terserah kau bila ingin tidur di sini aku hanya tidak ingin kau tidur bersamaku tetapi kau membayangkan perempuan lain", kata Betty tanpa terasa air matanya mengalir pelan dan dia langsung menghapus nya.
Kenapa aku jadi cengeng seperti ini hanya karena cinta.. di mana aku yang dulu tegar saat semua menghinaku karena wajah ugly ku ini, yang sengaja aku buat untuk menilai seberapa yang datang karena menginginkan aku pribadi?
Saat ini dia suamiku bukannya aku yang lebih berhak daripada wanita itu , dengan menjauh darinya kesempatan orang lain merebutnya akan semakin besar.
Aku harus berubah seperti aku yang dulu tidak bisa lagi seperti ini bila ingin Albert mencintaiku..
"Betty, percayakah saat aku bercinta denganmu itu murni aku mengingat mu bukan wanita lain", kata Albert.
"Itu hanya *** bagimu bukan? Kau tidak bercinta denganku karena perasaan memiliki , tetapi hanya menyalurkan kebutuhan biologis mu Albert.. batin Betty.
" Sebenarnya kau berhubungan denganku hanya demi kepuasan semata kan? ", tanya Betty lirih..
Albert terdiam bingung perasaan sendiri, dan menjelaskan kepada Betty tentang Citra.
__ADS_1