
Simon tersenyum mendekat kepada Rose dan mencium dahinya.
"Selamat pagi sayang", katanya.
" Semalam sangat indah terimakasih, kalau kau lupa aku bisa mengingatkan kembali kepadamu", kata Simon menggoda.
Rose memukul dadanya pelan," kau ini nakal sekali".
"Cepatlah sarapan dan kita lanjutkan yang tadi malam", kata Simon.
" Aku mau mandi dulu badanku lengket semua berkeringat", kata Rose.
Tanpa banyak bicara Simon mengangkat tubuh Rose , dan meletakkan di bathtub yang sudah dia siapkan air hangat tadi.
Dia menyabuni tubuh Rose seakan hal biasa, Rose malu sekali.
"Simon keluarlah aku bisa mandi sendiri", katanya.
" Aku bisa memandikanmu dan dengan senang hati mandi bersama istri tercinta ku, karena bos datang lusa kita akan sibuk jadi kita manfaatkan hari kita sebaik-baiknya ", kata Simon.
__ADS_1
Rose tidak bisa berkata apa-apa lagi dia menurut saja Simon membersihkan tubuhnya ,dan menyentuh bagian tubuhnya seakan membelai tubuhnya daripada menyabuni.
Bahkan Rose tanpa sadar terpekik kecil ketika Simon memasukkan jarinya di pangkal paha nya, dia mendesis dan bibirnya terbuka Simon langsung menciumnya dengan panas.
Simon terus mencumbu istrinya dan acara mandi pun berubah menjadi memadu cinta, selesai mandi Simon mengajak Rose sarapan.
Mereka sarapan dalam diam dan Rose menatap Simon dengan malu-malu, walaupun mereka sudah melakukan hubungan suami istri tetapi dia belum cukup mengenal kebiasaan dan kesukaan suaminya itu.
"Simon apa yang kau sukai? ", tanya nya.
"Selama hidup denganku kau lama-lama akan mempelajari apa yang aku suka dan apa tidak belajar saja ", balas Simon tersenyum.
"Aku tidak ingin anak kita kekurangan kasih sayang, karena kedua orangtuanya sibuk bekerja seperti masa kecilku", kata Simon perlahan matanya menerawang.
" Bila kau belum siap melepas pekerjaanmu , kita bisa menunda punya anak", lanjutnya.
Rose melihat mata Simon yang berkabut sedih, selama ini dia selalu mendapat kasih sayang yang utuh dari keluarga dan tidak kekurangan kasih sayang.
Keluarga nya juga termasuk tradisonal jadi istri akan merawat anaknya dengan tangan sendiri, tetapi Simon belum mengetahui nya.
__ADS_1
Rose tersenyum " kau tidak perlu khawatir anak kita akan mendapat kasih sayang penuh dari kedua orangtuanya ".
Simon memeluk Rose" makasih sayang".
Simon memang tidak ingin mengekang karier Rose, karena dia tahu di perusahaan kerja rose sangat bagus.
Bahkan dia dan Rose menjadi orang kepercayaan Albert, tetapi dia tidak ingin anak mereka sendirian di rumah di jaga pembantu dan mereka pulang tanpa jam yang pasti karena tuntutan pekerjaan yang kadang lembur.
Karena itu Simon menjelaskan di awal sebelum Rose berfikir dia akan mengekang kariernya, dia tidak ingin Rose meninggalkan dia karena Rose wanita yang di cintai setelah ibunya.
Simon berdoa Rose dan dia bahagia dengan perbedaan mereka, keluarga mereka juga Simon berharap kedua orang tua angkatnya bisa menerima Rose.
Apalagi mereka sudah menikah dan apapun yang terjadi, mereka akan berjuang bersama demi keluarga kecil mereka.
"Simon lalu bagaimana dengan tempat tinggal kita, kau yang tinggal disini atau aku pindah tempat mu? ", tanya rose.
" Apartemen ini apa kau sewa atau milikmu? ", tanyanya.
" Aku menyewa nya dan Albert yang membayar karena fasilitas kantor", jawab Rose.
__ADS_1