
"Siapa namanya sayang? ", tanya Betty lelah sambil memejamkan matanya.
" Baby Alvaro... ", sahut Albert.
" Nama yang bagus aku suka", lalu Betty tersenyum dan tidur.
Albert menggendong bayi itu dalam pelukannya, putranya sudah lahir dan sangat mirip dengannya dia sangat bahagia.
Jantung yang tadi hampir berhenti karena harus membantu kelahiran sekarang sudah lega melihat anak dan istrinya baik-baik saja.
"Pak saya akan bawa bayinya untuk di bersihkan dahulu", kata suster.
Albert menyerahkan bayinya dan melihat istrinya yang masih tidur, dia mencium kening dan menggenggamnya.
Istri yang pada awalnya hanya terikat kontrak perjanjian dan akhirnya cinta menyatukan mereka menjadi tidak terpisahkan, serta buah hati yang tampan hadir di tengah mereka.
" Terima kasih sayang tidak meninggalkan aku dan masih setia di sisiku, kita akan selalu bersama sampai maut memisahkan kita hanya kau cinta dalam hidupku dan tidak ada yang lain", bisiknya.
Sementara itu Rosa berjalan dengan Simon melewati lorong-lorong rumah sakit mencari kamar bos nya, dan ketika melihat angka yang tertera dia segera mengetuk pintu.
Tok... tok...
__ADS_1
"Masuklah... ", seru Albert.
Pintu terbuka dan Simon melihat bos nya yang tersenyum bahagia, senyum yang sangat langka ada di wajah sang bos yang biasa nampak garang dan di takuti dunia hitam serta klien nya.
" Selamat bos putra mu sangat tampan seperti bos", kata Simon memeluk Albert.
Rose melihat bayi yang tertidur di ranjang bayi wajahnya sangat tampan, tubuhnya keriput kemerahan sangat menggemaskan dia ingin menggendongnya namun takut terbangun.
"Aku menunggu dia bangun untuk menggendongnya" katanya.
Sementara Betty mulai membuka matanya dan mencari suaminya, dia memandang sekeliling dan melihat Albert sedang berpelukan dengan Simon.
"Sayang... ", katanya lemah.
" Anakku sangat tampan", katanya tersenyum.
"Aku sangat iri melihatnya selamat nyonya bos", seru Rose dengan bercanda.
Dia mengelus perutnya berharap anaknya cepat besar , dan lahir sudah tidak sabar dia menantikan kelahiran bayinya.
" Nanti mereka bisa bermain bersama dan Alvaro akan menjaga adiknya , serta mengawasinya karena dia lebih besar ", sahut Betty menatap perut Rose.
__ADS_1
" Iya aku sudah tidak sabar melahirkan dia juga agar bisa bermain bersama putramu nanti", jawab Rose.
Mereka semua di liputi kebahagiaan dan putra Albert yang mendengar suara berisik mulai menangis.
Oek... oek....
"Wah akhirnya bangun juga sini aunty gendong tampan," kata Rose sambil mengangkat baby Alvaro dan langsung terdiam memandang Rose.
"Rupanya dia menyukaimu dan juga merasa dekat denganmu", kata Betty melihat putranya terdiam.
" Rupanya kita punya telepati nih tidak cuma ibunya yang dekat anak kita pun terikat kedekatan kita berdua ", senyum Rose.
Albert dan Simon juga bahagia melihat istri mereka kompak, mereka memang atasan dan bawahan tetapi Albert sudah menganggap mereka adalah saudaranya.
Bahkan perusahaan sudah dipindahkan atas nama Simon, namun Simon masih belum mengetahuinya karena ini adalah kejutan buat ulang tahunnya nanti.
Setelah cukup lama berbincang Simon dan Rose pamit pulang , karena tidak ingin mengganggu istirahat Betty dia harus cukup tidur setelah mengeluarkan banyak tenaga.
"Sayang rasanya tidak sabar menunggu anak kita lahir", kata Rose.
" Sabar sayang semua ada proses kita harus menjalani dengan sabar dan doa", katanya sambil mengelus kepala Rose.
__ADS_1
Rose menatap suaminya dengan penuh cinta dan berbisik "i love u honey"
"Love you too... " balas Simon memeluk Rose dengan erat.