PERNIKAHAN TERSEMBUNYI

PERNIKAHAN TERSEMBUNYI
BAB 1


__ADS_3

Di sebuah rumah sakit kota. Terbaring seorang pria paruh baya. Pak Anton namanya. Ia sudah terbaring di rumah sakit selama setahun lebih. Karena penyakit jantung yang cukup parah. Pak Anton memiliki dua orang anak. Dua - duanya adalah anak perempuan yang cantik dan baik. Anak pertama Tasya Riani berumur 22 tahun dan sudah bekerja sebagai karyawan desainer pakaian. Sedangkan anak keduanya berumur 16 tahun yang masih kelas dua SMA bernama Naisya Pradita.


Pak Anton sudah terlihat sangat tua dengan umurnya yang sudah sampai 64 tahun. Semua uang kebutuhan keluarga di tanggung oleh anak pertamanya, yaitu Tasya yang merupakan seorang karyawan di bidang desainer.


"Ayah bagaimana apakah tubuh ayah sudah lebih baik?" tanya Tasya prihatin.


"Sudahlah kamu tidak perlu berjuang mati - matian hanya untuk orang tua yang hampir mati ini, " balas Pak Anton pesimis.


"Ayah! Ayah tidak boleh berkata begitu. Tasya sudah bekerja keras untuk biaya berobat Ayah, " ucap Tasya mengernyit.

__ADS_1


Ibu Tasya sudah meninggal cukup lama akibat kecelakaan beberapa tahun yang lalu. Dulunya keluarga Mereka sangat damai dan tenang tanpa perkelahian. Tetapi, setelah kedatangan Wulan adik dari Pak Anton. Semua kedamaian ketenangan diakhiri dengan kehancuran.


Setelah Pak Anton meminum obat dan tertidur. Tasya pergi meninggalkan rumah sakit dan kembali ke perusahaan untuk melanjutkan pekerjaanya.


"Hei! Tasya bagaimana keadaan Paman Anton? Apakah sudah membaik?" tanya seorang perempuan bernama Dina yang merupakan teman dekat Tasya dari TK sampai sekarang.


"Kondisi Ayah masih belum berubah Din, " balas Tasya seraya menarik kursinya dan duduk.


"Iya. Semoga aja Ayah cepat sembuh, dan bisa keluar rumah sakit, " balas Tasya lagi masih fokus ke layar komputer.

__ADS_1


Hari sudah mulai gelap. Jam menunjukkan ke arah jam 19:00. Tasya pun bangkit dari kursinya setelah melihat jam. Setelah merapikan meja kerjanya Tasya pun keluar dari ruangan khusus departemen desain.


Koridor kantor sudah sepi dan hening tanpa suara. Tasya mulai takut dengan suasana menyeramkan itu dan berlari dengan cepat turun menggunakan lift. Sesampainya di lantai satu Tasya mendapati seorang pria berkameja putih dengan jas tergantung di lengannya sedang berdiri di depan pintu masuk. Pria itu adalah CEO dari perusahaan tempat Tasya bekerja. Tak lain lagi Pria itu adalah Mike Ganendra pemilik perusahaan dan juga pria idaman nomor satu di Indonesia.


Sedang apa CEO di sini malam - malam begini? Kenapa dia belum pulang? Membuatku tidak nyaman saja. Batin Tasya merasa tidak nyaman dengan keberadaan Mike. Tiba - tiba muncul lagi seorang pria yang tak kalah tampan dari Mike. Pria itu bernama Riski Aditya. Ia adalah Meneger umum di perusahaan Mike sekaligus teman terdekat Mike.


Tasya masih berjalan dengan langkah kecil ke arah pintu keluar yang terhalangi oleh kedua pria tampan. Hari sudah mulai lebih hening dari pada waktu tadi. Tasya mulai geram dan memberanikan diri berjalan ke luar pintu.


"Nona apakah kita bisa berbicara sebentar?" tanya Riski menghadang jalan yang di lewati Tasya. Tasya terhenti dari jalan cepatnya dan menoleh ke arah Mike secara perlahan. Mike pun menatap tajam Tasya.

__ADS_1


"Nona? Apakah anda bisa berbicara?" tanya Riski sekali lagi seraya melambaikan telapak tangannya di hadapan Tasya.


"I-Iya saya bisa bicara. Apa yang anda ingin bicarakan dengan saya?" tanya balik Tasya ingin tahu. Riski pun tersenyum dan membawa Tasya ke sebuah restoran mewah di pinggir jalan.


__ADS_2