PERNIKAHAN TERSEMBUNYI

PERNIKAHAN TERSEMBUNYI
56. Kaif jarang pulang.


__ADS_3

Diperusahan A.N Entertaiman.


Kai dan Kaif pagi-pagi sekali sudah datang kekantor, karena pagi ini ada meeting peting.


Tak...Tak...Tak....


"Selamat pagi Tuan..." Sapa para karyawan dengan sopan dan membungkukan badannya.


"Hmmmm!!..."Jawab Kaif tanpa ekspresi. Sedangkan Kai menjawabnya dengan sebuah senyuman.


Sebelum memulai meetingnya Kaif dan Kai lebih dulu masuk dalam ruangannya.


Sedangkan diluar ruangan.


"Pagi-pagi sudah disuguhi cogan, jadi makin semangat kerjanya."Ucap salah satu karywan wanita.


"Kau benar sekali, tuan muda kuarga Ardana tampan-tampan ya. Apa lagi Tuan Kaif, aku merasa dia punya karisma yang luar biasa. Yang sulit untuk dijelaskan."Ucap karywan wanita itu.


"Tapi aku lebih suka, Tuan Kai dan Ken mereka lebih ramah. Tuan Kaif terlalu dingin dan sulit untuk dihadapi."Ucap nya lagi sambil menta berkasnya.


Tiba-tiba datanag seorang karyawan pria.


"Hey, ini masih pagi sudah bergosip. Cepat keruang meeting, sebentar lagi sudah mau dimulai."Ucapnya karyawan pria tersebut.


"Iya, ini kami sudah mau kesana."Jawab salah satu karywan wanita itu.


Mereka pun Akhirnya pergi keruang meeting.


Tepat pukul 07.00 pagi meeting sudah dimulai.


Dan meeting itu berakhir pukul 10.00 pagi.


Diruang C.E.O


Kai duduk dikursi kebesarannya.


"Tumben, dia belum balik kerumah.."Batin Kai. Sambil mendatangani berkas.


Sedang kan Kaif duduk dengan tenang sambil menyilangkan kakinya. Dan memainkan ponselnya.


Tok..tok..tok..


"Masuk...."


Seorang wanita cantik masuk kedalam ruangan Kai dengan anggun.


"Tuan Kai, saya Lani model baru disini."Ucap Lani sambil melirik seseorang yang tengah duduk disofa.


"Kok ada dia lagi sih, ck.!! Seperti hantu saja."Batin Lani.


"Lani ya.."Ucap Kai yang sesekali melirik sang kakak.


"Perempuan ini yang mencari masalah dengan kakak."Batin Kai


"Ehmm, itu Lan untuk pekerjaanmu sekarang sudah dilimpahkan kepada model yang lainnya."Ucap Kai yang merasa tak enak dengan Lani. Karena itu perintah dan permintaan sang kakak. Kai tidak bisa menolak itu.

__ADS_1


Lani sangat terkejut dengan ucapan Kai.


"Jadi sa..sa..saya..."Ucap Lani terbatah-batah matapun berkaca-kaca.


"Kamu tenag saja Lan, kamu tidak kamkpecat kok. Kontrakmu dengan kami masih ada. Hanya untuk saat ini saja.."Jawab Kai yang merasa kasihan dengan Lani.


"Hmmmm.....Jadi saya tidak ngapa"in dong tuan.."Ucap Lani sambil meremas ujuk roknya.


Kaif berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Lani.


"Siapa bilang tidak ngapa-ngapain. Kau akan menjadi asistenku. Sampai aku puas dengan pekerjaanmu, akan aku kembalikan kau kedunia modeling."Ucap Kaif yang sedikt duduk dimeja kerja Kai dan melipat tangan didadanya.


"Ck..!! Kau lagi. Gw sampek bosen lihat wajah mayatmu tu. Kenapa kau selalu mengganguku..? Apa kau tidak ada kerjaan.?"Ucap Lani yang kesal.


"Astaga, kakak ini apa-apaan sih. Dia beneran tertarik dengan Lani ya.."Batin Kai.


"Terserah kau saja, terima tawaran ku atau kau akan kehilangan pekerjanmu. Tidak hanya disini dimanapun kau menginjakkan kaki tidak aka ada orang yang mau menerimamu. Jika kau tidak percaya silahkan kau coba nona pembawa masalah." Ucap Kaif yang menatap tajam Lani. Kaif pun berjalan keluar dari ruangan Kai.


Lani yang mendengar ancaman dari Kaif hanga bisa mematung. Pikirannya entah melayang kemana..?


"Huufff...."Kai hanya bisa mebuang napas dengan kasar.


"Kau lebih baik mengikuti apa kata kakakku Lan. Itu saran dariku.


"Hmm, iya tuan.."Jawab Lani kesal.


Sejak saat itu Lani menjadi asisten dari Kaif.


Asisten tapi seperti babu. Karena Lani juga harus membersihkan apartemannya, memasak, mencuci semua baju kotor, dan juga menyiapkan pakain bersih untuk Kaif.


Dan semenjak itu Kaif menjadi jarang pulang kemansion utama.


"Kak Kai...!!"Panggil Aleeza.


"Ada apa Al..?"Tanya Kai.


"Kakak Kaif kemana sih..? Akhir-akhir ini jarang pulang."Tanya Aleeza sambil memanyunkan bibirnya.


"Kakak sibuk sama model baru Al..."Jawab Kai sambil mencubit bibir Aleeza.


Plak...


"Iish..!! Tangan kakak kotor, banyak kumannya main megang bibir suciku."Ucap Aleeza kesal dengan Kai.


"Apa kakak Kaif sedang PDKT..? Atau jangan-jangan sudah jadian ..? Aahh...!! Sebentar lagi Aleeza punya kakak ipar dong.."Aleeza sangat antusias mendengar sang kakak tiba-tiba peduli dengan seorang wanita kecuali dengan dirinya.


"Sepertinya iya sih. Tapi melihat mereka bertengkar tiap hari, perjalanan mempersatukan keduanya masih panjang."Ucap Kai.


"MAMA.....!!"Teriak Nala.


"Buset dah, anakmu makin hari makin mirip sama orang utan ya. Kerjaannya teriak-teriak mulu."Ucap Kai sambil mengusap kedua telinganya yang merasa sedikit sakit karena teriakan Nala.


Plak....


Satu pukulan mendarat dikepala Kai

__ADS_1


"Jangan ngatai my princess seperti itu, kau itu bapaknya orang utan."Ucpa Aleeza yang tak terima dengan ucapan Kai.


Nala datang bersama Nathan. Nala digendong oleh Albian, sedangkan Nathan bergandengan tangan dengan Albia.


"Ck..!! Aku bapaknya, Berarti kau ibunya orang utan donh."Ucap Kai dengan tatapan malas.


Aleeza pun memelototkan mata kepada Kai.


"Om sama mama ngomongin apa sih..?"Tanya Nala yang tampak bingung.


"Tidak ada sayang..."Jawab Aleeza dengan senyum.


Nathan langsung duduk didekat sang mama, sedangkan Albian duduk sebelah Kai. Dan Nala duduk dipangkuan Kai.


"Om diamana om Kaif..? Kenapa Nala tidak melihatnya dimana-mana..? Pagi, siang, sore, dan malam Nala tidak pernah lihat om. Apa om kembali kenegara B tanpa berpamitan dengan Nala..?" Tanya Nala dengan bawelnya.


"Huuuh...!! Kau ini anaknya siapa sih..? Cerewet, bawel, kepo, tapi imut, manis, cantik lagi..."Ucap Kai yang gemas dan mencubit pipi Nala.


"Aww, sakit om..."Ucap Nala sambil memukul tangan Kai.


Kai pun melepaskan cubitannya.


"Gitu saja sakit, dasar lemah.."Ucap Kai. Sambil memalingkan wajahnya.


Nathan menatap malam dengan om dan adiknya.


Aleeza hanya geleng-geleng kepala. Dan Albian hanya tersenyum kecil saja.


"Aleeza, kapan kau akan ikut denganku kekediaman Kyle..?"Tanya Albian.


Kai terkejut dengan ucapan Albia. Dia langsung menatap tajam Albia.


"Aleeza akan tetap disini. Dia tidak akan kemana-mana."Ucap Kai. Dengan wajah datar.


"Kak..."Panggil Aleeza.


"Ada apa..? Kau boleh berbaikan dengannya, tapi kau akan tetap disini. Tidak akan pergi kemanapun."Ucap Kai dengan wajah serius. Dia beranjak dari duduknya dan pergi kekamar.


"Mama, om kenapa marah..?"Tanya Nala.


"Om tidak marah kok sayang.."Jawab Aleeza sambil mengelus rambut Nala. Sesekali melirik Albian.


Tanpa jelasa diwajah Albian betapa dia sedih karena Kai masih belum bisa menerimanya. Albi tidak bisa membatah ucapan Kai, karena Albi tau jika kesalahannya sangat besar kepada Aleeza.


"Jangan masukan kedalam hati ucapan kakakku ya, Aku harap kamu bisa mengerti bi. Kenapa kakak sampai seperti ini.." Ucap Aleeza dengan wajah sendunya.


"Mangkanya jangan mau dibodoh-bodohin oleh cinta. Sampai harus membuang permata demi memungut sampah."Ucap Nathan yang sedari tadi hanya diam melihat om, mama, dan papanya berbicara.


Deg..!!


Albi dan Aleeza seketika menatap Nathan dengan tatapan yang penuh pertanyaan.


"Maksut kakak apa...?"Tanya Nala.


"Kau bocah tidak akan mengerti urusan orang dewasa. Lebih baik kau pergi minum susu dan tidur."Ucap Nathan yang beranjak dari duduknya dan menatap tajam sang papa.

__ADS_1


Albi yang mendatap tatapan itu merasa jika Nathan mengetahui sesuatu tentang dia dan Aleeza .


__ADS_2