PERNIKAHAN TERSEMBUNYI

PERNIKAHAN TERSEMBUNYI
47. Masalalu Twins


__ADS_3

Albia menjaga Nala yang masih belum sadarkan diri.


Aleeza terus memegang tangan mungil putrinya.


"Bangunlah sayang, mama mohon Nala bangun." Gumam Aleeza yang sedari tadi menangisi Nala.


"Aleeza.."Panggil Kai menepuk bahu Aleeza.


"Iya Kak.."


"Jangan seperti ini Aleeza. Kamu harus tegar jangan leman. Kasih Nathan sedari tadi dia menatapmu dengan tatapan kosong, tubuhnya gemetaran Nathan juga membutuhkanmu."Ucap Kai.


Aleeza pun menatap sang putra yang duduk dipangkuan Ken. Tatapan Nathan benar-benar kosong. Aleeza pun menghampiri Nathan.


"Nathan sayang, Jangan sedih Nala akan baik-baik saja. Maafkan mama sudah membuatmu takut."Ucap Aleeza sambil memeluk Nathan.


"Mama tidak marah sama Nathan, jadi Nathan jangan menyalahkan diri sendiri ya Nak. Mama sayang kalian, jangan sedih putra kesayangan mama."Ucap Aleeza lembut.


"Maafin Nathan Mama. Nathan udah buat adek sakit. Nathan janji tidak akan Nakal dan keras kepala lagi. Mama jangan benci Nathan ya.. Hikkss Hikkks....Nathan takut mama marah sama Nathan, dan membeci Nathan."Ucap Nathan yang menangis tersedu-sedu.


"Mana mungkin mama membenci anak mama. Mama sayang Nathan sangat sayang."Ucap Aleeza sambil menggendong Nathan.


Skip


Malam hari.


"Al kamu istirahat saja, biar aku yang menjaga Nala." Ucap Albi.


"Tidak, aku tidak capek kok. Nala paling lemah, dia berbeda dengan Nathan. Nathan lebih kuat diantara kami, dia selalu menguatkan aku disaat aku rapuh. Dia juga menguatkan Nala disaat Nala merasa sedih, gelisah, dan takut. Tapi aku juga tau Nathan tidak sekuat itu, Dia belum bisa menerimamu bukan karena membencimu Bi, Tapi dia kecewa denganmu."Jelas Aleeza.


"Aku tau Kalian menderita karena aku, Al bisakah kau beri aku kesempatan satu kali saja."Ucap albi, dengan mata yang menatap dalam mata indah Aleeza.


"Kesempatan....? Bi, untuk sekarang aku belum bisa menjawab itu. Karena aku masih terlalu takut untuk memulainya."


"Aku menunggumu lebih dari 5 tahun Al, aku seperti orang bodoh yang tidak tahu apapun tentang kalian. Aku sakit setiap hari, aku menangis setiap kali aku merindukanmu. Kau berhasail menyiksa perasaanku Al. Kau berhasil membuat hatiku hancur tak berbentuk."Ucap Albi lirih, air matanyapun terjatuh membasahi pipinya.


"Apa aku seburuk itu? Apa aku tidak bisa bahagia bersama orang yang aku cintai? Kenapa tuhan selalu mengujiku dengan cinta ? Kenapa aku harus kehilangan orang yang kucintai?"


"Kau tidak kehilangan itu semua, mereka selalu bersamamu Bi. Hanya saja mereka akan pergi jika kau tidak bisa menghargainya. Sama saat kau tidak menghargaiku dulu, tidak mungkin aku terus berada disamping orang yang tidak menghargai kehadiranku."

__ADS_1


Mendengar ucapan Aleeza sontak membuat Albi mengingat kembali masalalunya bersama Aleeza , dia yang pergi mencampakan Aleeza terlebih dahulu dan memilih bersama Selia. Bahakan disaat Aleeza butuh dia lebih mementingkan Selia.


"Mama..." Panggil Nala dengan suara yang sangat pelan.


"Ada apa sayang? Mama ada disini."


"Nala haus.."


"Iya sayang, sebentar mama ambilkan minum ya."


Albian pun membantu Nala untuk minum.


"Papa, disini juga.."


"Iya sayang, papa disini bersama Nala."


Nala tersenyum mendengar ucapan sang papa.


"Nala senang melihat papa disini, dari dulu saat Nala sakit hanya ada Mama yang menjaga Nala. Dan sekarang Nala sudah punya papa. Jadi tidak akan ada lagi yang ngatain Nala anak tanpa papa."Ucap Nala dengan senyum manis diwajah imutnya.


Albi yang mendengar ucapan Nala merasa hatinya teriris-iris. Raut wajah albi menjadi sendu.


"Kakak Nathan dimana Pa?


"Kakak, tidak membenci papa kok. Kakak juga sayang sama papa sama seperti Nala yang sayang dengan papa. Kakak begitu karena kita sering dikatai anak haram sama orang-orang, mama juga dikatai bukan perempuan baik-baik. Mangkanya kakak marah sama papa."


Deg....


"Siapa yang menghina anak papa? Kalian bukan anak haram, Nala dan Nathan anak kandung papa dan mama. Mama wanita yang sangat baik sama seperti kalian yang juga anak-anak papa yang baik." Ucap Albi yang sangat kesal mendengar anak-anaknya dihina sepeti itu. Albi membawa Nala kedalam pelukannya.


Aleeza yang mendengar ucapan Nala, membuatnya mengingat kembali masa kelamnya dulu. Dimana saat dia direndahkan bersama sang anak oleh orang - orang disekitarnya. Sesekali air matanya pun terjatuh. 5 tahun hidup bersama twins tanpa seorang suami bukanlah hal yang mudah, itu sangat berat bagi Aleeza dan twins.


Dimansion Ardana.


"Nathan tidur sayang ini sudah malam." Ucap Kai


"Nathan tidak ngantuk om, Om apa salah jika Nathan marah sama papa? Apa salah jika Nathan kecewa dengan papa? Papa yang tidak pernah ada disaat kami butuh, Papa yang tidak pernah kami ketahui keberadaannya? Papa yang tidak pernah peduli dengan kami. Kenapa sekarang tiba-tiba harus muncul lagi..? Disaat aku sudah tidak mengharapkan seorang papa lagi.


"Sayang, Om tau kamu marah, kecewa, tapi ..sayang bagaimanapun dia adalah papamu.

__ADS_1


Dia bukannya tidak peduli, tapi memang Om Kaif yang menghalangi semua agar papamu tidak menemukanmu dan mama."Ucpa Kai.


"Kenapa Om?"


"Nanti, setelah dewasa kamu akan mengetahuinya sayang. Bukan sekarang."


"Apa papa jahatin mama? sampai om Kaif marah dengan papa. Apa om Kaif membenci papa?"


"Om tidak tau soal itu sayang. Yang om tau mamamu adalah adik kesayangnya dan juga adik kesayangan kami semua."


"Nathan, sudah mencari infomarmasi soal papa. Tapi, Nathan tidak menemukan apapun soal papa."


"Karena, papamu sudah menguci itu rapat-rapat, semenjak mamamu pergi dari papamu. Tapi dia masih papamu kok."


"Hmmm!! Om, papa itu orang baik apa orang jahat sih?"


"Dia baik dan juga jahat."


"Kenapa begitu om?"


"Ya, dia memang begitu sayang. Sudahlah kamu tidur ini sudah malam. Om juga udah ngantuk."


"Iya Om Kai. Selamat malam Om."


"Malam sayang."


"Huuuufh....."


"Papamu orang baik, dari baiknya di mudah sekali ditipu oleh seorang perempuan. Membuatku ingin sekali menghajarnya." Batinnya.


"Tunggu!!! Masalah perempuan itu, apa iya itu anak ku? Jika dia berbohong, awas saja akan aku hancurkan muka lacurnya itu dengan belatihku." Gumam Kai dengan wajah yang sangat marah tangannya mengepal dengan kuat. Tampak jelas emosi diwajahnya.


"Kau berani membohohongiku, aku gantung jantungmu dipagar rumahmu. Bella Fahira jangan pernah berpikir kau bisa lepas dariku."Ucap Kai.


Nathan pun telah tertidur. Kini Kai keluar dari kamar Nathan. Dia pergi menemui Ken yang masih berada diruang kerja.


"Ken..."


"Ada apa kak?"

__ADS_1


"Kau cari tahu tentang Bella selama 1 tahun terakhir ini, dia pergi kemana? Bertemu siapa?, Cari tahu sedetail mungkin. Jangan sampai ada yang terlewatkan sekecil apapun itu. Paham!!" Ucap Kai yang menatap tajam Ken.


"Iya kak, aku paham!!"


__ADS_2