PERNIKAHAN TERSEMBUNYI

PERNIKAHAN TERSEMBUNYI
8. Salah Paham


__ADS_3


"Apa masih pusing?"Tanya Aleeza.


"Sudah tidak lagi."Jawab Albian.


"Lebih baik kamu pulang saja istrahat dirumah."Ucap Aleeza dengan lembut.


"Apa kamu ikut aku pulang Al?" Tanya Albi.


"Ya gak lah Bi, aku pulang kerumah kakek." Jawab Aleeza santai.


"Ya sudah sana pulang, kenapa masaih disini?"ucap Albi Ketus.


"Kamu mengusirku, setelah apa yang aku lakukan untukmu?"Ucap Al kesal dengan sikap Albi.


"Kaamu udah seharian gak ada kabar, aku masih berbaik hati membawaknmu makanan. Tapi apa hah?kamu mengusirku Albian. Kamu keterlaluan tau." Ucap Al kesal. Dia pun pergi keluar dari ruangan Albian.


Braaaakkk


Menutup pintu dengan kasar.


Johan yang mendengar kasar suara pintu pun terkejut.


dan dia melihat langkah kaki Aleeza yang terburu-buru dengan wajah kesalnya yang terpampang nyata diwajahnya.


"Tuan muda berantem lagi sama Nona Aleeza. Ya tuhan...kedua orang ini kenapa tidak pernah akur." Ucap Johan.


"Pergi begitu saja, dasar cewek gak peka. Aarghhhgh!! Aduh kepala gw kok sakit lagi sih." Ucap Albi dengan kesal.


Sedangkan Aleeza marah-marah sambil berjalan.


"Dasar cowok gak tau berterima kasih, malah marah-marah ngusir gw lagi awas aja lo ya .mau sakit, mau sekarat, mau kritis gw gak peduli." Ucap Al penuh emosi.


Albian yang melihat kearah luar jendela langit sudah mulai gelap. Albi mulai khawatir membiarkan Aleeza pulang sendiri.


"Siall!! Nih cewek kumat lagi bego*nya" Albian mengelus kasar wajahnya.


Albi pun keluar dari kantornya bergegas mencari Aleeza.


"Kemana lagi tuh anak ya?" Ucap Albi yang mulai panik. Dia terus menghubungi Aleeza tapi telponnya di tolak terus.


...****************...


Tanpa tersadar Aleeza sudah berjalan dari tadi, dia baru menyadari langit mulai gelap kini dia sadar. Jika dia diberjalan sendirian Aleeza pun mulai ketakutan.


"Kok Albian gak ngejar gw sih, gw kan takut sendirian. Nanti ketemu orang jahat lagi gimana dong? Albi lo jahaat!!! Hiikks ..hikks ..."Ucap Aleeza yang mulai menangis sesegukan.


Alisa jongkok dipinggir jalan sambil memeluk lututnya.


"Albiiannnnn lo dimana?"Teriaknya Aleeza yang mulai ketakuran.


"kenapa lo gak ngejar gw? Hikks...." Ucap Aleeza dengan tersedu-sedu.


Albian pun melihat Aleeza yang tengah menangis di tepi jalan..


"Huufhh!! Akhirnya ketemu juga. Baru sadar kalau udah malam dan jalan sendiran pula."Ucap Albian.


Albian pun menepikan mobilnya dan dia segerah turun dari mobilnya.


Albian memasangkan jasnya dibahu Aleeza.


Aleeza pun mendongakkan wajahnya ke atas saat dia tau itu Albian, Aleeza pun menangis sejadi-jadinya.


"Kenapa kamu tidak mengejarku? Hikks... hikks. Kamu jahat, dasar om-om jelek. " Aleeza memukul dada bidang albian.


"Kamu biarin aku sendiran di luar, di saat langit sudah gelap. Hhikss.....aku takut Albian aku takut...Ucap Aleeza dengan suara lirihnya.


Albian pun membiarkan Aleeza memukuli dada bidangnya


"Apa sudah puas marah-marahnya?" Ucap Albi, Menarik Aleeza kedalam pelukannya.


"Bukannya sekarang aku sudah ada di depanmu, jadi berhentilah menangis. Mari kita pulang, ok!!" Ucap Albian dengan nada yang lembut.

__ADS_1


...****************...


Meraka pun akhirnya pulang. Albian membawa Aleeza ke aparteman pribadinya.


Aleeza pun mulai tertidur karena kelelahan dan ketakutan.


Sesampai di apartemannya Albian mengendong Aleeza ala bridal style, kemudainmenidurkannya di ranjangnya.


"Dasar gadis nakal, siapa suruh main kabur-kabur terus."Ucap Albia tersenum, tangannya pun mengelus kepala Aleeza dengan lembut.


Albian pun ikut tidur di samping Aleeza dan akhirnya Albian pun ikut tertidur juga di samping Aleeza. Dia memeluk Aleeza seolah-olah takut akan ditinggalkan oleh Aleeza.


Waktu sudah menunjukan pukul 05.00 pagi. Aleeza terbangun lebih dulu.


Aleeza membuka matanya dan melihat kesekeliling nya.


"Ini bukan kamar aku? aku seperti tidak asing dengan kamar ini."Gumamnya disaat dia melihat kesamping.


"Aaaaaaaaaaaaa!!!!" Teriak Aleeza yang terkejut saat melihat Albian tidur di sampingnya sambil memeluknya.


Karana teriakan Aleeza, Albian pun terbangun.


"Ada apa sih Al? ini masih pagi loh Al tidur lagi aja ."Ucap Albi dengan suara khas bangun tidur tanpa membuka matanya.


"Kenapa kamu bisa tidur disini??" Tanya Aleeza panik.


"Ini kamarku, kalau aku tidak tidur disini terus aku tidur dimana?" Jawab Albian dengan mata yang masih tertutup.


"Bangun gak!! Badan kamu berat Albian." Ucap Aleeza yanga berusaha menyingkirkan tangan kekar Albian. Bukannya terbangun Albian malah


menarik tangan Aleeza, samapai Aleeza masuk kedalam pelukannya. Udah jangan berisik, temenin aku tidur sebentar saja Al."Ucap Albian masih yang masih memejamkan matanya.


Aleeza hanya terdiam saja dengan perminta Albian. Dan kini Aleeza menengelamkan wajah cantiknya kedada bidang milik Albian.


"Entah kenapa aku nyaman dengan pelukan cowok brandal stu ini?" Batinnya Aleeza.


Alhasil Aleeza tertidur kembali. Kini Albian yang terbangun, Albi tersenyum melihat Aleeza tidur disampingnya.


Albian pun bergegas mandi, selesai mandi dia menelpon Johan.


"Johan belikan aku sarapan untuk 2 orang ya." Pinta Albian.


"Baik tuan muda." Ucap Johan dengan patuh. "Pasti Nona Aleeza ada di aparteman tuan."Gumam Johan.


Tak lama kemudian Tok..tokk.tok.. Terdengar ketukan pintu.


Abian pun membukak kan pintu.


"Tuan ini makanannya." Ucap Johan sambil memeberikan kantong plastik yang berisi makanan.


Albian pun mengambilnya.


"Oh ya, kamu langsung ke kantor ya. Aku akan kekantor agak siang."Ucap Albian.


"Baik tuan. Selamat bersenang-senang dengan Nona Aleeza" Ucpa Johan, sambil tersnyum dengan tatapan mata yang penuh arti.


"Hmmm."Ucap Albi yang menatap tajam johan.


Johan yang menerima tatapan tajam dari Albian dia langsung melesat pergi.


Johan pun langsung menuju kantor untuk mengerjakan tugasnya.


"Uuggghhh." Tubuh Aleeza mengeliat, Dia pun sudah bangun dari tidurnya. Namun maranya masih enggan untuk terbuka. Tangannya meraba-raba kesamping ranjang namun tidak ada siapa-siapa, membuat Al langsung duduk dan melebarkan matanya.


"Albiaaann!!!" Teriaknya Aleeza


"Ada apa Al? Pagi-pagi sudah latiahan vokal gitu." Ucap Albian yang berdiri dipintu dengan melipatkan tanggan didadanya.


Menatap Albian


"Habis kamu tidak ada, aku pikir kamu ninggalin aku." Ucap Aleeza dengan muka melas dan memajuka biibirnya.


"Mana mungkin aku ninggalin kamu. Aku lagi nyiapin sarapan untuk kita. Sekarang kamu bersih-bersih dulu, baju sudah aku siapain. Setelah selesai mandi, turunlah aku tunggu di meja makan." Ucap Albian. Albi pun pergi daru kamar dan menunggu Aleez dimeja makan.

__ADS_1


"Malu-maluin kamu Al, kenapa kamu jadi bergantung sama cowok berandal itu? kamu kan punya 4 kakak laki-laki yang tampan-tamapan, kaya sukses lagi terus sayang sama aku." Ucap Al pada diri sendiri.


"Bi aku sudah selesai mandi." Ucap Aleeza


Albian pun menoleh ke asal suara.



"Cantik banget, Aleeza pagi ini wangi lagi." Batin Albian


Albian terpesona dengan penampilan Aleeza. Dia hanya memandanggi Aleeza dari atas sampai bawah.


"Albian kamu kok bengong sih" Ucap Aleeza


"Aahh! iya apa? Siapa yang bengong ?"Tanya Albian.


"Ayo duduk makanlah sarapanmu Al, habisin loh yaa " Ucap Albian dengan rasa canggung.


"Bentar lagi aku yang nganterin kamu kuliah ya Al." Ucap Albian sambil menyuapi makanannya.


"Tidak usah, terima kasih Bi. Aku bisa berangkat sendiri, lagian kamu juga harus kekantor kan." Ucap Aleeza dengan gugup.


"Bisa-bisa digosipin lagi gw, kalau tiap hari di antar cowok yang berbeda." Batin Aleeza.


"Tidak ada penolakan, pokoknya aku antar kamu kuliah." Ucap Albian dengan tegas.


"Terserah sudah."Ucap Al pasrah.


"Kenapa gw dikelilingi laki-laki yang hobi memaksa sih". Batinnya.


"Kamu tunggu dulu disini, aku mau ganti baju dulu." Ucap Albian.


Aleeza hanya mengangguk patuh.



...****************...


"Ayo Al!! kita berangkat." Ucap Albian.


Aleeza bengong menatap albian yang berdiri didepan matanya.


"Apa mata gw rabun ya? Sejak kapan gw merasa cowok didepan gw ini keren juga, dengan rambut gondrong dan anting-anting itu. Apa mungkin gw lagi sakit mata ya? Apa sarap gw ada yang kecepit?"Gumam Aleeza.


"Al ayo!! Kenapa malah bengong? Terpesona, baru sadar suamimu tampan ya?" Goda Albian.


Aleeza tersadar dari lamunannya


"Idihhh! kumat penyakitnya." Ucap Al dengan kesal ,dia pun pergi melawati Albian dengan kesal karena ucapan Albian benar.


Sesampai dikampus. Saat Albian ingin turun Aleeza memegang tangan Abian.


"Bisa tidak, jangan turun dari mobil Bi"Pinta Aleeza.


"Kenapa tidak boleh turun? Kamu malu punya suami kayak aku, yang kayak berandal ini?" Ucap Albian dengan wajah datarnya. Tampak jelas diwajahnya Albian sedang kesal dengan Aleeza.


"Bukan ..bukan itu Bi, pokoknya jangan turun cukup di dalam mobil saja ya."Pinta Aleeza dengan wajah melas.


"Hmmmm!!" Jawab Albi dengan ketus.


"Ngambek deh, pasti salah paham. Padahal aku gak mau di gosipin aja." Batin Aleeza.


"Jangan marah Bi, aku tidak ada masuk apa-apa. Bi kita sepakatĀ  menyembunyiin hubungan ini, jadi mengertilah ." Ucap Aleeza tertunduk.


"Apa kamu punya pacar ? atau cowok yang kamu suka? Jadi kamu tidak ingin melihat dia salah paham. Begitu ya?" Ucap Albi dengan kesal tanpa menatap Aleeza.


"Turun Al!!" Ucap albi masih tanpa menatap Aleeza.


"Kamu jangan salah paham begitu. kenapa kamu jadi marah- marah tidak jelas begini sih Bi? " Ucap Aleeza.


Aleeza pun turun dari mobil Albi. Sedangkan Albi langsung melajukan mobilnya dengan cepat.


Membuat ada rasa bersalah pada dihati Aleeza.

__ADS_1



__ADS_2