PERNIKAHAN TERSEMBUNYI

PERNIKAHAN TERSEMBUNYI
36. Kabar Bahagia


__ADS_3

Mendengar kehamilan Aleeza Kaif memutuskan untuk kenegara M.


Sesampainya dibandara Kaif disambut oleh para Mafiosonya.


"Selamat datang Tuan Kaif" Ucap para mafiosonya.


"Ehm, Bagaimana kondisi adikku?"Tanya Kaif.


"Nona, baik-baik saja Tuan"


"Antar aku ketempat tinggalnya sekarang"


"Baik, Tuan" Ucap patuh salah satu Mafiosonya.


Kaif tanpa istirahat, dia langsung pergi melihat sang adik.


Mobil kaif berhenti tidak jauh dari tempat tinggal Aleeza.


"Apa Tuan tidak ingin menemui Nona?"


"Tidak, Kau harus menjaganya dengan baik."


"Syukurlah, Al kau baik-baik saja. Kakak sangat merindukanmu, Ingin sekali aku memelukmu"Batin Kaif.


Dan saat ini Aleeza sedang membuak Caffenya.


"Lan, kenapa belum berangkat kerja?"Tanya Aleeza.


"Iya nanti agak siangan Al, Oh ya Al, aku lihat kamu sedari tadi kayaknya happy sekali, apa ada hal yang membuatmu bahagia?"Tanya Lani.


"Tunggu disini, Aku akan kekamar mengambil sesuatu dulu"


"Iya, ada apa sih Al?"


"Tunggu saja"Teriak Aleeza


"Ada apa sih, bikin penasaran saja. Apa dia kembali lagi sama Albi?"


"Kak Lani, Ada apa dengan Kak Aleeza?" Tanya Amel dan Sasa bersamaan.


"Entahlah, Kakak juga tidak tau"jawab Lani.


Tak....tak..tak..


Aleeza menuruni anak tangga satu persatu dengan hati-hati. Dengan membawa kotak kecil ditanggannya.


Sedangkan Kaif masih didalam mobil memerhatikan sang adik.


"Nih,buka.."Ucap Aleeza sambil memberikan kotak ditangannya kepada Lani.


Membuat Lani, Sasa, dan Amel bingung.


"Apa ini Al? Aku tidak ulang tahun kok"Ucap Lani yang bingung.


"Buku saja dulu, Lan"


Lani pun membuka kotak kecil itu.


Lani terkejut melihat isi kotak itu, Kotak kecil itu berisi hasil USG, tespek dan juga hasil pemeriksaan kehamilan Aleeza.

__ADS_1


"Aleeza, Ini..semua apa? Apa ini punyamu? Kamuu..."Ucap Lani dengan suara Bergetar dan Tatapan mata Lani tertuju ke perut rata Aleeza.


"Iya, itu miliku" Jawab Aleeza dengan mata yang berkaca - kaca.


Tak ketinggalan pula dengan Sasa dan Amel mereka pun melihat hasil USG Alisa.


"Aaaaaaahh!!! Aleeza kamu hamil, dan aku akan punya keponakan kecil yang lucu"Teriak heboh Lani sambil memeluk Aleeza.


"Selamat ya, Ingat kamu harus jaga baik-baik kandunganmu. Tidak boleh kecapean, tidak boleh......."Ucap Lani yang sangat cerewet, bahkan banyak larangan untuk Aleeza. Membuat Aleeza pusing mendengarkan ocehan Lani.


"Tunggu, Kak Aleeza apa sudah menikah?"Tanya Amel.


"Sudah, Tapi sudah pisah" Jawab Aleeza sendu.


"Terus Anak Kakak bagaimana"Tanya Sasa.


"Kan masih ada aku, Tantenya yang cantik dan kaya. Walau masih calon orang kaya sih" Ucap Lani.


Mambuat Aleeza tersenyum dengan tingkah Lani.


"Kakak Aleeza tenang saja masalah caffe ini kan ada Aku, Sasa dan Bima. Jadi kakak cuma duduk cantik saja. Jaga debay dengan baik"Ucap Amel.


"Terima kasih ya, Kalian sangat perhatian kepadaku. Kalian juga baik sekali kepadaku. Terima kasih"Ucap Aleeza yang sesekali menyeka air matanya.


"Jangan sedih, masih ada aku disisimu"Ucap Lani.


"Saat kamu ingin apapun, katakan saja kepadaku. Jangan merasa tidak enak atau apapun itu. Harus hubungi aku"


"Terima kasih Lani" Ucap Aleeza


"Tidak ada kata terima kasih diantar kita, bukankah kita sudah menjadi keluarga"


"Kau membuatku terharu Lan"


...****************...


"Baik, Tuan"


"Sekarang Aleeza sedang hamil, apa yang harus aku lakukan? Aku tidak tau apapun soal wanita hamil."Batin Kaif.


Sesamapai di hotel.


"Kriss, belikan aku buku tentang kehamilan"Ucap Kaif


"Eegh, kau ingin membaca buku kehamilan?"


"Kaif, seorang yang arogan ingin baca buku kehamilan, dia tidak lagi kerasukan kan?"Batin Kriss.


"Cepatlah, Kriss. Jangan cerewet begitu"


"Baiklah"Ucap Kriss patuh.


Kaif pun browsing tentang kehamilan, bagaimana cara mengurus baby. Dia mencari tau itu semua melalui Online.


"Jadi mudah sensitif, ngidam itu apa ya. Apa orang hamil itu sungguh menyiksa begini?. Apa Aleeza akan merasakan seperti ini. Mual dipagi hari, tidak mau makan, lemas bisa jugas sampek sebegitu parahnya? Aku harap Kecebong si Albi tidak menyiksa Adikku. Habis bapaknya yang membuat adikku menderita sekarang sikecebong miliknya yang menyiksa Aleezaku."


"Huuft..."Mengusap kasar wajahnya.


"Tapi bagaimanapun juga kecebong itu keponakan aku, Anak Aleeza. Mana tega aku menyiksanya, atau melampiasman kekesalanku kepada keponakan kecilku".

__ADS_1


Ceklek.


"ini buku yang aku pinta, kamu sedang apa sih Kaif" Ucap Kriss sambil melihat Laptop kaif yang menyala.


"Astaga, kamu masih browsing masalah kehamilan, mengurus baby . Ini semua apa Kaif"


"Kau tau kan Aleeza hamil, dan aku tidak tau apa-apa bagaimana cara merawat wanita hamil, anak aku tidak tau itu semua"Jelas Kaif


"Iya, aku tau. Tapi yang hamil Aleeza, kenapa jadi kamu yang pusing sendiri?"


Kaif menatap tajam Kriss.


"Kau belikan aku makanan. Aku lapar."


"Kaif, aku baru saja sampai, dan sekarang kau menyuruhku untuk membeli makanan. Aku capek"


"Jalan atau gajimu aku potong 50%"


"Hey, kau memotong gajiku, apa merampokku?"


"Kriss.."Nada tinggi.


"Baiklah, aku beli makanan"


"Serem banget sih si Kaif"batin Kriss.


...****************...


Di kediaman Kyle.


"Sayang, kamu makanlah. Lihat sekarang kamu sangat kurus begini bi" Ucap Mama Abel.


"Albi tidak lapar ma, Albi kangen Aleeza ma" Ucap Albi lirih.


"Sudah, mama yakin Aleeza pasti baik-baik saja. Mama juga yakin Aleeza pasti akan kembali"


"Apa dia mau menerima Albi ma? Albi tidak mau kehilangan Aleeza. Albi mencintainya ma. Kenapa tidak ada yang percaya sama Albi" Ucap Albi Lirih.


"Sayang, kau harus membuktikannya. Baru mereka akan percaya denganmu. Tapi selama ini kamu diam-diam masih menghubungi Selia , Bagaimana bisa mereka mempercayaimu sayang."Jelasnya sang mama.


"Iya, Albi bodoh. Albi jahat sama Aleeza, Tapi bisalah Albi mendapatakan kesempatan ke 2 ma?Albi janji tidak akan menyakiti Aleeza. Albi akan percaya sama Aleeza.


Sang mama pun memeluk Albi. Albi sangat terpuruk semenjak kepergian Aleeza. Dia bahkan mengabaikan Selia. Dia tidak perduli dengan kehamilan Selia, Karena dia yakin jika itu bukan anaknya.


Selia mendapatkan semua kemewahan dari keluarga Kyle. Tempat tinggal yang nyaman para pelayan. Makanan dan minuman yang mahal bahkan dokter kandungan pribadi.


Semua itu seharusnya Aleeza lah yang menikmatinya bukan dia.


Didalam sambungan telpon


"Bagimana apa sudah ada kabar terbaru soal istri saya"Tanya Albi.


"Belum, Tuan. Sepertinya info tentang Nyonya sengaja ditutupi oleh seseorang Tuan."


"Aku tidak mau tau, kau harus mencari keberadaan istriku"


Tut.


Albi masih belum mendapatkan hasil apapun dari pencariannya selama ini terhadap Aleeza. Dia tidak mendapatkan informasi apapun. Membuat Albi sangat kesal dan frustasi.

__ADS_1


Sedangkan keluar Ardana sekarang tengah berbahagia karena, Kaif telah memberitahukan masalah kehamilan Aleeza kepada keluarga besarnya.


Membuat sang kakek bahagia dan ke 3 saudaranya pun tak kalah bahagia. Kaif juga memberi izin kepada ke3 adiknya untuk melihat Aleeza tapi dengan syarat tidak boleh sampai diketahui oleh Aleeza. Harus dari jarak yang jauh.


__ADS_2