
Dirumah sakit tempat Albian dirawat kini keluarga besar Ardana datang menjenguk.
"Nala sayang ikut om Kaif saja ya..? Jangan tinggal dirumah sakit sayang. Itu tidak boleh.." Ucap Kaif kepada Nala.
"Tapi Nala mau sama papa om.."Jawab Nala yang tak ingin terpisah dari Albian.
"Tapi papa masih sakit sayang, nanti kalau papa sudah sembuh Nala bisa bersama dengan papa lagi." Bujuk Kai.
Nala masih menatap sang papa, dia berat untuk meninggalkan sang papa.
"Twins kakak bawa tidak apa-apa kan Al...? Jadi kamu bisa fokus mengurus baby tua mu itu."Tanya Kaif kepada Aleeza. Namun tatapannya mengarah kepada Albian.
"Aleeza sih tidak apa-apa kak. Asalkan mereka mau saja."Jawab Aleeza.
"Nathan mau kok mama, tinggal sama om Kaif."Ucap Nathan.
"Ya deh Nala ikut om Kaif.." Ucap Nala dengan wajah yang tak rela jauh dari sang papa
"Tapi Nala boleh kan om jengung papa.."Ucap Nala memelas kepada Kaif.
"Tentu saja boleh sayang.."Ucap Kaif.
"Tapi Aleeza tidak merepotkan kakak kan..?"Tanya Aleeza yang merasa tidak enak hati dengan sang kakak.
"Kamu ini bicara apa sih..? Twins ini keponakan kakak satu-satunya. Anak dari adik kesayangan kakak. Mana ada kata repot. Jangan sungkan begitu Aleeza. Kita adalah keluarga, meski kau sudah menikah kita tetap keluarga."Jelas Kaif.
"Terima kasih Kakak.."Ucap Aleeza.
"Ya sudah, kakak bawa Twins pulang dulu. Jika kamu butuh apa-apa hubungi kakak ya sayang.."Ucap Kaif.
"Iya kakak..." Jawab Aleeza dengan senyemu manisnya.
"Ya sudah kakak dan kak Kaif pamit pulang dulu." Ucap Kai. Sambil mengelus rambut Aleeza.
"Lo cepat sembuh. Jangan buat ponakan gw sedih."Ucap Kai dengan wajah datarnya.
"Iya.. Terima kasih kamu udah mau datang jengung aku."Ucap Albian.
"Hmmm..Kalau bukan karena Aleeza dan Twins gw ogah datang lihat laki-laki berekngsek kayak kamu." Ucap Kai lalu pergi begitu saja.
Jleb*
Jujur ucapan Kai membuat Albian sakit hati. Tapi dia berusaha untuk tersenyum menutupi sakit hatinya dari Aleeza.
"Apa aku tidak pantas untuk dimaafkan Kai..? Aku tau aku keterlaluan. Tapi mau sampai kapan kamu akan marah denganku." Batin Albian.
"Kenapa kakak kai bicara begitu kepada Albian...? Apa kakak masih sangat marah dengan Albian. Aku tau kata-kata kakak pasti sangat menyakitkan hati Albian." Batin Aleeza. Tatapan Aleeza berubah sendu melihat sang suami yang berusaha menutupi sakit hatinya dari dirinya.
"Jangan dimasuka kedalam hati ucapan kakak Kai ya. Aku minta maaf atas ucapa kakak ke kamu Bi.." Ucap Aleez yang merasa tak enak hati kepada Albian
"Iya..Aku tidak apa-apa kok sayang. Selama ada kamu disampingku aku akan baik-baik saja." Ucap Albian dengan senyum manis dibibir tipisnya. Dan tangannya menggenggam tangan Aleeza.
"Aku tau kau tidak sedang baik-baik saja Albi. Tapi kenapa kamu masih harus tersenyum." Batin Aleeza.
"Ehmm, Kamu makan dulu ya, biar aku suapin.." Ucap Aleeza.
"Tidak Al.. Aku tidak lapar.." Ucap Albian.
"Kamu harus makan agar cepat pulih, mau disini lebih lama lagi..?"Ucap Aleeza.
__ADS_1
"Tidak mau..!! Aku mau pulang.."Jawab Albi dengan mata berkaca-kaca.
"Mangkanya nurut, makan dan minum obat."Ucap Aleeza.
"Iya..." Jawab Albian pasrah.
Aleeza pun menyuapi Albian dengan telaten.
...****************...
Sedangkan di kediaman Ardana.
"Nala mau tidur sama om Kaif.."Ucap Nala.
"Iya sayang, Nanti kita tidur bersama. Tapi om Kaif sekarang harus pergi dulu, Nala bermain sama om Kai dan om Ken ya.."Jawab Kaif
"Om mau kemana..? Lama tidak..?" Tanya Nala.
"Tidak lama sayang ..."Ucap Kaif sambil mengelus kepala Nala dengan Lembut.
"Baiklah .. Om boleh pergi asal jangan lama-lama." Ucap Nala.
"Iya sayangku.."
Cup...
Sebuah kecupan mendarat dikening Nala.
Setelah berhasil membujuk Nala Kaif pun pergi.
Nala bermain bersama Kai dan Ken.
Nathan lebih asik dengan laptopnya. Tidak ada yang tau apa yang Nathan lakukan jika sedang memegang laptop. Hanya Kaif yang tau gerak gerik dari Nathan. Dan hanya kepada Kaif Nathan terbuka.
"Om Kai..."Panggil Nala.
"Ada apa sayang..?Sahutnya Kai
"Nala lapar om.., Nala juga ingin minum susu om..."Ucap Nala sambil memegang perutnya.
"Sayang lapar, tunggu ya om akan menyuruh maid nyiapain makanan dan susu untuk Nala."Ucap Kai dan ia pun bergegas pergi kedapur.
" Nathan juga lapar sayang..?"Tanya Ken
"Tidak om Nathan tidak lapar.." Jawab Nathan, mata yang masih fokus dengan layar laptopnya
Tak lama kemudian Kai datang dengan membawa nampan ditangannya. Nampan itu berisi makanan dan susu kesukan Nala.
"Sayangku Nala, makanannya sudah datang.."Teriak Kai barjalan dari dapur keruang keluarga.
"Waah...Nala minum susunya dulu ya om.." Ucap Nala dengan semangat untuk segera menyantap makanannya.
"Iya sayang..."Ucap Kai.
Nala pun meminum susunya namun tidak sampai habis karena Nala tidak ingin kekenyangan.
Setelah itu Nama memakan makanannya tanpa disuapin, Nala memilih makan sendir dari pada disuapin.
"Enak sayang..?" Tanya Ken.
__ADS_1
"Enak Om. Om mau makan juga..?" Tanya Nala.
"Om bisa ambil sendiri sayang."Jawab Ken.
"Duh, Lihat Nala makan dengan lahap buat aku jadi lapar kak." Ucap Ken.
"Ya sana ambil makanan didapur. Kalau lapar."Ucap Kai.
Ken pun berlari kedapur untuk mengambil makanan dan segera kembali meruang keluarga untuk makan bersama dengan Nala.
Skip.
Waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 malam
"Kakak Kaif kenapa belum pulang juga Om Kai.." Tanya Nala yang sedari tadi merengek menanyakan keberadaan Kaif.
"Sebentar lagi datang kok sayang.." Jawab Kai yang jadi bingung sendiri melihat Nala merengek sedari tadi.
Sedangkan Ken mencoba menghubungi Kaif namun tidak ada jawaban dari Kaif.
"Ckk...!! Kakak kemana sih..?Bikin orang jadi pusing saja." Ucap Ken yang sedari tadi mondar mandir didepan pintu.
"Kamu duduklah Ken. Bikin kakek sakit kepala saja." Ucap Kakek Robin
"Ken lagi cemas kek..Jadi gak bisa duduk.." Ucap Ken yang masih berdiri didepan pintu.
"Huuuwwaaaaa....."Nala menangis sangat kencang.
Kai menggendong Nala dan membawanya keluar untuk menenangkan Nala.
"Cup..cup..cup..Jangan menangis sayang.." Ucap Kai sambil menepuk- nepuk pantan Nala.
"Om Kaif bohogin Nala...Om Kaif jahat... " Ucap Nala yang masih menangis tersedu..sedu..
"Nala jangan nangis, om pasti masih sibuk. Bukan mau membohongimu Nala.."Ucap Nathan.
"Nala..mau om Kaif..mau om Kaif....Hikkss..Hikks..." Ucap Nala yang tak berhenti menangis.
"Iya sayang, Om pasti akan datang kok.." Ucap Kai.
TINN..TIINNN
Sebuah mobil hitam masuk kedalam kediaman Ardana.
"Huuufh...."Ken bisa bernapas lega.
"Kenapa diluar semua..?"Tanya Kaif.
"Kau tidak lihat sekarang jam berapa kak..? Kau lupa dengan janjimu kelada Nala..?Lihat Nala sampek nangis gara-gara kau telat pulang." Ucap Kai dengan wajah kesalnya kepada Kaif.
Kaif pun segera menggendong Nala.
"Tidak lupa, tadi ada masalah dikantor terus terjebak macet jadi telat pulang." Jelas Kaif.
"Maafin Om ya sayang.. udah ninggalin Nala dari tadi." Ucap Kaif sambil menghapus air mata Nala.
Nala mengalungkan tangannya dileher Kaif.
Dan tertidur karena kelelahan menangis.
__ADS_1
Malam ini Kaif tidur bersama twins.