
Aleeza tidak berani menemui sang kakek dia takut akan ditanyai berbagai pertanyaan yang bahkan di sendiri tidak tau barus menjawab apa.
Banyak sekali kekhawatiran yang Aleeza takuti dia takut hubungan sang kakek renggang dengan keluarga klye karena pernikahannya dengan Albi gagal. Yang paling dia takuti adalah jika sang kakek menyalahkan dirinya sendiri. Itu akan membuta Aleeza semakin hancur.
Jadi kepergiannya kini hanya mampu mengirim selembar surat kepada sang kakek.
Dikediaman Ardana pukul 7 pagi
Kakek Rama seperti biasa sarapan bersama cucuk laki-lakinya yaitu Kai.
Dimeja Makan.
"Kai bantu kakakmu mengurus perusahan janga main-main terus kapan kamu mau dewasa jika hanya bermain wanita sepanjang hari wanita dan wanita kamu itu seorang kakak bertanggung jawablah dengan ke2 adikmu itu."ucap kakek rama
"Iya aku akan kekantor jika aku sudah lelah dengan wanitaku kek, lagian kakak juga baik-baik saja perusahan juga semakin maju iya kan kek, kalau masalah 2 adikku bukankan mereka sudah dewasa Aleeza sudah punya suami. Jadi aku tidak berkewajiban lagi dong sudah ada suaminya yang menjaganya."Ucap Kai santai
Pembicaraan keduanya terhenti ketika seorang pelayan datang memberikan surat kepada Kakek rama.
"Tuan ada surat untuk Anda"Ucap pelayan dengan sopan dan membungkuk horman sambil meberikan surat kepada Kakek rama.
"Iya terima kasih"ucap kakek rama
sang pelayan pun kembali bekerja setelah memberikan suratnya.
"Surat dari siapa kek?, apa tidak bisa gitu telpon saja ini udah tahun 2022 masih saja pakai surat segala dikira masih jaman 90an apa."Ucap Kai yang sambil menyantap makanannya
"Diam saja kamu itu. Habisin cepat makananmu. dan pergilah jangan mengganguku"ucap sang kakek ketus
"Dari siapa ya tidak pernah ada yang mengirim surat sebelumnya ini baru pertama kalinya"Batin kakek Rama
"Aleeza"ucap Rama dengan perasaan yang sedikit khawatir ketika melihat pengirim surat itu adalah cucu perempuannya.
Kai yang mendengar nama sang adik menghentikan makannya .
"Cepat buka dan baca lah kek Kai ingin tau isi suratnya"Ucap Kai dengan rasa penasaran
"Ada apa kenapa Aleeza mengirim surat, perasaanku menjadi tidak enak. Dia baik-baik saja kan"batin Kai
sang kakek pun mulai membuka surat itu dan membacanya.
Isi surat :
Teruntuk Kakekku tersayang
__ADS_1
Apa kabar kakek?, Al harap kakek selalu sehat dab baik-baik saja. Kakek Al sangat menyayangi kakek, Menghormati kakek, Kakek adalah My hero dalam hidup Aleeza. Kakek yang paling baik sedunia harta yang paling berhaga buat Aleeza.
Maaf jika Al selalu membuat masalah untuk kakek, Aleeza nakal dan tidak patuh kepada Kakek. Maafin Aleeza sudah menjadi cucu yang pembangkan Kek. Al harap kakek tidak marah dengan Al, Jangan membeci Al ya kek. Tolong untuk kali ini saja biarkan Al melakukan apa yang ingin Al lakukan Kek sekali ini saja biarlah Al menjadi cucu yang sangat Egois.
Mungkin saat kakek membaca surat ini saat itu juga Aleeza sudah tidak lagi diNegara A. Al mungkin sudah berada dinegara yang lainnya mengelilingi dunia ini pergi ketempat yang indah menghabiskan waktu bermain-main ketempat impian Al sedari kecil. Kakek tidak perlu khawati dan cemas Al sudah dewasa Al akan jaga diri baik-baik . Al juga tidak kekurangan uang karena Kakak-kakak Al selalu menjakan Al jadi kakek harus selalu sehat sampai Al kembali dan kita berkumpul bersama.
Oh ya kakek jangan marah sama Kakek Robin dan Mama ya. Al sayang mereka jangan menyalahkan kepergian Al ke Keluarga Kyle atau Al akan marah sama kakek terus berhubungan baik dengan kakek Robin .Al titip salam buat Kakek Robin dan Mama. Aleeza sayang sama mereka kek Mama benar-benar baik sama Al. Al pasti rindu pelukan Mama.
Kakek Al juga minta tolong jagain kakak-kakak Al yang emosian itu jangan sampek bikin malu kelurga kita. Al sayang kalian semua.
Al janji akan selalu ngirim surat untuk kakek.
Jadi kakek tidak perlu sedih ya.
Samapi disini dulu ya kek surat dari Aleeza. Bye Kakekku Tercinta.
Aleeza Ardania
Rama yang membaca surat dari Aleeza tidak bisa lagi menahan air matanya sekujur tubuhnya menjadi lemas dadanya terasa sesak Kai yang melihat sang kakek langsung merampas surat dari tanggan sang kakek dan kai membaca isi surat itu.Dia membaca surat itu dengan mata yang sudah memerah tangan mengepat
"Pasti terjadi sesuatu antar Aleeza dan Albi"batin kai yang penuh emosi .
"Kai antar kakek beristirahat dikamar kakek jangan memikirkan Al, Kai yakin Al akan baik-baik saja karena dia Putri keluarga Ardan"Ucap Kai yang sambil membatu sang kakek untuk beristirah dikamar.
...****************...
Sesampai di Aparteman Albian.
Kai langsung mengetuk pintu dengan kasar.
Ceklekk
Yang membukanya adalah Johan
"Dimana Albian"Tanya kai emosi
"Tuan tenanglah "Ucap johan yang berusaha menenangkan Kai
"Minggir kamu Jo, pergi kekamar Albian.
Braakk membuak pintu dengan kasar
__ADS_1
Tanpa basa - basi Kai langsung menghajar Albian habis-habisan. Albian menerimanya tanpa membalas pukulan dari Kai
"Kau apakan adiku Bangsat?, Kenapa sampai di pergi dari kami lagi?"Ucap Kai kesal
Buugh bughh bughh
"Cukup Tuan Kai sudah cukup jangan pukul Tuan Albi lagi"ucap Johan yang berusaha menghentikan Kai
"Jawab Albi lo sahabat gw kan, kenapa lo buat Aleeza harus pergi tanpa bericara apapun kepadaku, Dimana Adiku bangsat dimana dia hikks hiiikkss Kenapa kamu sakiti dia Albian lo bajiangan Aaarrrggg, Bugghh buggghh Buggh kembalikan Aleeza kepada kami kembalikan Adek gw"ucap Kai yang terus memukul albian sampai albia terluka cukup parah
"Sudah aku mohon tuan Kai, saya tau Tuan Albian salah tapi tidak bisakah anda melihat Tuan albi tak kalau hancurnya dari Anda" Ucap Johan yang memegang Kai agar tidak memukul Albian
"Gw gak perduli dia mau hancur mau matipun gw gk perduli Jo yang gw mau Adek gw Aleeza yang gw mau sekarang Aleeza JOHAN dia batas kesabar gw "Ucap albian yang sangat kesal dan marah dia merasa gagal menjaga Aleeza.
"Saya paham perasaan tuan tapi Nyonya memutusakan pergi tanpa berpamitan juga dengan Tuan Albi,"Jelas Johan.
Kai menatap Albi yang sangat tidak berdaya sekarang ini dia bahkan tidak berbicara atau keluar dari kamarnya dia mengurung dirinya. tatapan matanya kosong.Kai sedikit prihatin kepada Albi dia tau Albi sempat di tinggal Selia tapi tidak sehancur ini .
Kai pun langsung pergi dari Aparteman Albian dan menguhubungi Kaif sang kakak.
Dalam sambungan Telpon
"Ada apa Kai"Tanya Kaif
"Hiks hikks, Kak Aleeza pergi dan aku tidak tau dia dimana kak"Ucap Kai lirih
"Kamu tidak usah khawatir biarkan dia menenangkan pikirannya nanti Kakak Akan kenegara B. Sekarang kamu jaga kakek baik-baik"Ucap Kaif tenang.
"Iya Kak" Jawab kai.
Tut.
Sedangkan di Aparteman Albi
"Tuan tahan ya ini pasti sakit"Ucap Johan yang sambil mengobati Luka diwajah Albian.
"Tuan sebaiknya kita pulang kemansion kita tidak bisa terus berlarut-larut dalam masalah ini.
"Jelas Johan
"Iya kamu benar Jo malam ini kita pulang kemasion Aku harus menerima hukuman kun Jo"Jawab Labian Lirih.
"Kamu dimana Al. Marahlah denganku Al tapi aku mohon jangan tinggalkan aku aku sangat mencintaimu Aleeza"Batin Albian
__ADS_1