PERNIKAHAN TERSEMBUNYI

PERNIKAHAN TERSEMBUNYI
57.Masalalu Selia.


__ADS_3

Cukup lama Aleeza berusaha menyakinkan dirinya, begitupula dengan Albian yang berusaha meyakinkan Aleeza agar mau tinggal kembali bersama dengannya. Akhirnya Aleeza pun mau tinggal bersama dengan Albia bersama dengan Twins.


Jika pagi sepulang sekolah Twins dan Aleeza berada dikediaman Ardana. Mereka bermain dengan sang opa dan omnya sampai malam hari sekitar pukul 20.00 malam baru mereka kembali kekediaman Kyle.


Pukul 21. 00 malam.


"Hooamm.... Mama Nala ngantuk banget ma..."Ucap Nala yang terus menerus menguap ngantuk.


"Ya sudah ayo kita tidur sayang..."Ucap Aleeza sambil mengelus rambut Nala.


"Iya mama, papa kemana ma..?"Tanya Nala.


"Papa diruang kerja sayang, mungkin lagi ada pekerjaan yang belum selesai. Nala bobo sama mama saja ya.."Ucap Aleeza lembut.


"Ok mama...!!Ayo Kakak kita bobo..."Ajak Nala yang sudah ada digendongan sang mama.


"Duluan saja dek, kakak masih belum ngantuk."Jawab Nathan yang masih bermain dengan Arsen.


"Ya sudah, ayo mama kita bobo duluan saja."Ucap Nala.


"Iya sayang..."Jawab Aleeza sambil menaiki anak tangga satu persatu.


Aleeza pun menidurkan Nala dikamar yang sudah Albian siapkan untuknya.


Tak lama kemudian Nala pun tertidur.


Ceklek..


Aleeza melihat kearah pintu.


"Albian..."Panggil Aleeza.


"Nala sudah tidur..?"Tanya Albian sambil berjalan kearah Aleeza.


"Baru saja dia tertidur.."Jawab Aleeza.


"Bagaimana pekerjaanmu..? Apa sudah selesai..?"Tanya Aleeza


"Sudah kok, Kamu kok beluk tidur Al...?"


"Aku masih belum ngantuk.."Jawab Aleeza.


"Apa kamu tidak nyaman tinggal disini..?"Tanya Albi sambil mentapa sendu Aleeza.


"Mungkin karena tempat baru, jadi butuh adaptasi."Jawab Aleeza yang mengalihkan pandangannya kesembarang arah.


"Hmmm.. Tidurlah dengan Nala. Aku tau kau belum bisa menerimaku sepenuhnya. Aku benar-benar minta maaf Al, atas kebodohan ku dimasalalu. Aku tidak tau harus berbuat apa lagi, kata maafpun tidak akan cukup menghapus dosaku kepadamu dan kepada anak-anakku.


Waktu yang terbuang 5 tahun ini tidak akan bisa untukku menebusnya. Meski akau harus mengorbankan nyawaku, itu tidak akan pernah bisa menebus waktu kalian yang hidup dluar sana tanpa ada aku."Ucap Albia yang tak berani menatap Aleeza.


Aleeza hanya terdiam.


"Tidurlah Al, aku pergi lihat Nathan dan Arsen."Ucap Albia yang pergi dari kamar Nala.

__ADS_1


Aleeza hanya menatap punggung Albian yang secara perlahan menghilang dari pandangannya.


...****************...


Diruang tamu..


Tak..Tak..Tak..


"Kalian tidak mau tidur..? Ini sudah malam lo sayang. Besok kalian masih harus sekolah lo.."


"Daddy...Arsen belum ngantuk..."


"Cepat kembali kekamarmu sayang, bisa-bisa besok kamu kesiangan lo."Ucap Albian yang sekarang duduk diantara Arsen dan Nathan.


"Ya sudah Arsen, kita tidur saja. Ini juga sudah malam."Ucap Nathan sambil membereskan mainannya.


"Hmmm, Baikla..."Jawab Arsen dengan sangat berat hati harus menyudahi permainannya dengan Nathan.


Setelah memastikan putra-putranya pergi tidur Albian pun kembali keruang kerjanya.


Disana dia duduk bersandar dikursi kerjanya.


Memejamkan matanya. Dan pikirannya terus berputar-putar mencari cara agar Aleeza dan Nathan mau menerimanya.


Dan tiba-tiba ponsel Albian berdering. Petanda ada panggilan masuk untuknya..


Drrrrtt...Drrrt...Drrrt...


Albian pun mengangkat panggilan itu dengan mata masih terpejam.


"Hallo...."Ucap Albian dengan posisi yang masih sama.


"Tuan,apa yang anda perintahkan sudah saya laksanakan. Semua informasi tentang nona Selia sudah saya kirimkan ke email anda tuan."


"Hmm!!"Albian langsung membenarkan posisi duduknya dan menghidupkan laptopnya.


Albian segera mungkin membuka emailnya dan membaca isi emailnya.


Albian sangat terkejut dengan apa yang dia baca dan melihat beberapa foto Selia selama dia menjadi model.


"****..!! Dasar ******..!! Kau berani-beraninya menampak wajah lugu dan polosmu itu didepan mataku.Aaaarg....!!"Ucap Albian yang sangat marah dengan apa yang dia lihat terutama dengan dirinya sendiri.


PRAAAANG..


PYAAAARRR..


Albian melempar semua barang yang ada diatas mejanya termasuk juga laptopnya.


"Aku benar-benar bodoh, aku bisa terjatuh bahkan merasa iba kepada seorang wanita murahan sepertimu. Aku bodoh pernah mencintaimu. Aku benar-benar bodoh bisa lebih percaya dengan mulut jalangmu dari pada istriku."Ucap Albian yang kini sudah duduk dilantai dan menyandarkan kepalanya didinding. Mengingat semua foto Selia yang tengah bermain S*x dengan pria yang berbeda dan beberapa model. Membuat Albian benar-benar naik pitam.


"Hahaha....Hidupku hancur, rumah tanggaku juga berantakan. Aku kehilangan istri dan anak-anakku.Hanya karena wanita jalan ini. Selia.. kau bahkan menitipkan anakmu dengan orang lain kepadaku. Kau bilang jika dia anakku, tapi apa ..? Dia bukan putraku..Hikkss..Hikkss.."Ucap Albian semakin kesal.


"Kau harus membayar semua ini Selia. Bahakan dengan nyawamu saja ini tidak akan cukup. Karena apa..? Aku..Aleeza...Dan anak-anakku tidak akan bisa kembali kesemula lagi."

__ADS_1


"Aaarggghhh...Aaaargghh."


Malam ini Albian benar- benar kesal sampai keubun-ubun. Dia pun akhirnya tertidur dilantai dengan air mata yang terus terjatuh membasahi pipinya. Hatinya jauh lebih sakit dan hancur saat ini. Bukan karena masih mencintai Selia tapi hancur dan sakit karena menyia-nyiakan cinta dan sayangnya kepada orang yang salah.


...****************...


Keesokan harinya.


"Selamat pagi mama.."Ucap Aleeza sambil tersenyum manis kepada mama Abel.


"Pagi sayang...gimana tidurmu semalam sayang...? Apa kau nyentak..?"Tanya Mama Abel penuh perhatian.


"Nyenyak kok mama, Aleeza bantuin mama masak ya.."Ucap Aleeza sambil mencuci sayuran dan bumbu-bumbu dapur.


"Hmm!! Boleh sayang. Mama tidak merepotkan kamu kan..?"Tanya mama Abel.


"Tentu saja tidak kok mama..Aleeeza malah senang."


"Mama....Nenek..."Teriak Nala. Sambil berlari kearah sang mama dan Neneknya.


"Nala jangan lari-larian sayang nanti kamu jatuh bagaiamana..?"Ucap sang Nenek.


"Tidak akan jatuh Nenek Nala kan sudah besar."Jawab Nala sambil memeluk Aleeza.


"Mama..."Panggil Aleeza.


"Papa kemana ma...?"Tanya Nala.


"Ada di-" Ucapan Aleeza terpotong dengan ucapan mama Abel.


"Papa kekantor sayang.."Jawab mama Abel.


"Kok pagi sekali berangkatnya Nek..?"Tanya Nala lagi.


"Ada meeting penting, jadi papa berangkatnya pagi-pagi sekai."Jelas sang nenek.


"Yah..tadi malam Nala tidak bertemu papa. Pagi ini juga tidak bertemu papa. Susah bener mau bertemu papa,.maski tinggal serumah berasa tinggal dibeda rumah saja."Ucap Nala cemburut dan kesal kepada sang papa.


"Hmmm, Nala mau bertemu papa ya..?"Tanya sang nenek yang kini mensejajarkan tingginya seperti Nala.


Nala pun mengangguk pelan.


"Nanti pulang sekolah kita kekantor papa, kita temui papa. Dan Nala bisa memarahi papa, gimana sayang..?"Ucap Nenek Abel sambil ngelus surai Nala.


"Beneran ya nenek. Nanti marahin papa..."Tanya Nala dengan wajah yang sedikit senang.


"Iya sayang, sekarang Nala mandi sama suster dulu. Nenek dan mama masak sarapan untuk Nala."Ucap sang nenek.


"Ok Nenek cantik..."Jawab Nala yang tampak senang dengan janji sang nenek.


Nala pun segera kembali kekamarnya untuk mandi dam bersiap-siap untuk kesekolah.


"Mama,.tidak perlu mengajak Nala kekantor papanya. Takutnya menganggu papanya ma."Ucap Aleeza.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Al. Albian justru akan sangat senang jika tau anaknya datang menemuinya. Kamu jangan khawatir Al. Ada mama yang akan melindungi cucu mama."Ucap mama Abel.


"Hmmm, ya mama..."Jawab Aleeza sambil tersenyum.


__ADS_2