
Pagi - pagi sekali Aleeza sudah bangun dari tidurnya dia menyiapkan sarapan seperti biasanya. tidak hanya untuk dirinya saja tapi juga untuk Albian sang suami . selesai menyiapkan makanan dia segerah bersiap untuk pergi kekampus mengurus skripsinya.
Setiba Aleeza di kampus
"Al kamu kenapa ?, kamu sakit pucat banget?"tanya Dio salah satu senior Aleeza di kampus dia juga salah satu dari sekian lelaki dikampus yang mengejar Aleeza.
"Tidak apa-apa kak cuma kecapean saja"jawab Aleeza seadanya
"Kenapa tidak istirahat dirumah saja jika kecapean lagian kamu baru balik dari swiss sudah kekampus aja"
"Al kangen sama kampus jadi meskipun capek Aleeza harus masuk kak . Rasanya sudah lama Al gak kekampus "
"Kakak Dio tidak ada kelas pagi kah?kenapa masih disini?
"Ada tapi dosenya berhalangan hadir jadi kosong deh, kalau kamu ada kuliah pagi kah Al?"
"Tidak ada hanya ingin main saja kak kuliahku nanti siang, dirumah aku bosan tidak ngapa-ngapin jadi mending aku kekampus bisa keperpustakan menghilangkan jenuhku"jawan Aleeza
"Mau aku temenin Al, mumpung aku ada waktu kosong "ucap Dio
"Boleh kak dari Pada Al sendirian aja , kalau ada temennya kan lebih asik tidak terlalu bosan"
Sedangkan di aparteman Albian dia sudah terbangun dan terkejut karena tidak melihat Aleeza di sampingnya, biasanya Aleeza akan membangunkankan nya mereka akan sarapan bersama setelah itu Albi akan mengatar Al kekampusnya.
Tapi hari ini seperti kembali keawal lagi ada perasaan tidak nyaman dihati Albi dia merasa ada yang hilang dari hari-harinya. Albian pun mempersiapkan dirinya untuk pergi kekantor sebelum itu Albi pergi kemeja makan dan disana sudah tersedian makanan untuknya.
Albian memakannya namun ada yang berbeda dia hanya makan sendiri saja tanpa ada senyuman dan manja sang istri dipagi harinya
"Dia sudah berangkat kuliah, dia juga masih menyiapkan sarapan untuku , pagi ini kenapa rumah ini kembali hampa "ucap Albian sendu
"Selamat pagi Tuan" sapa Johan penuh kehangatan
seperti biasanya Johan akan menjemput Albian untuk pergi kekantor dan mengantar Aleeza kekampus
"pagi"jawab albi ketus
"Nyonya dimana Tuan, kenapa Tuan senndirian"tanya Johan
"Dia sudah berangkat pagi-pagi sekali, cepatlah bukankah kita ada meeting pagi ini"ucap Albian
"Baik Tuan" Johan pun segerah melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang
"Kenapa aku merasa ada yang aneh dengan Tuan dan Nyonya bukankah mereka pergi bulan mandu harusnya senang dong, ini baru pulang tapi mukanya seperti orang punya beban hidupnya suram, tidak ada Aura kebahagian"batin Johan
Sesampai dikantor
"Jo berkas untuk meeting sudah siap semua"
"sudah Tuan "
"Baguslah suruh cepat orang-orang itu untuk berkumpup diruang meeting , hari ini jadwal kita padat, mana masih harus kunjungan keMall Xyt"ucap Albi
"Baik Tuan"
Setelah semua anggota meeting berkumpul di ruang meeting. Johan pun memulai meeting pagi hari ini tapi sepanjang meeting berlangsung Albian hanya disibukan dengan ponselnya dia sibuk membalas pesan entah itu pesan dari siapa.
Masih diruang meeting hanya tinggal Albi dan Johan
"Tuan maaf jika saya lancang , tapi jika saya boleh tau Tuan apa ada masalah,?, karena waktu meeting tadi tuan tidak fokus dan wajah tuan seperti gelisah"tanya johan
__ADS_1
"huuuuftt!!,membuang nafas kasar . kelihatan sekali ya Jo jika aku ada masalah, Tersenyum masam,
"Ada apa tuan ? Tuan bisa bercerita dengan saya jika tuan tidak keberatan sih, Saya siap kok jadi pendengar untuk anda"ucap Johan
"sudalah jo nanti saja ceritanya, sekarang antar saya ke Aparteman Wx"ucap Albi dan diapun beranjak pergi dari duduknya
"Aparteman Wx bukakah itu tepat Tuan dan Nona Selia dulu ?,Kenapa tuan ingin pergi kesana"batin Johan sambil berjalan mengikuti Albian
...****************...
Sesampai di Aparteman Wx
"Jo kamu tunggu disini saya tidak lama "ucap Albi
"Baik Tuan"jawab Johan patuh
"Aku harap dugaanku salah semoga Tuan sudah tidak berhubungan lagi dengan Nona Selia bagaimanapun juga Tuan sudah menikah ini tidak benar jika tuan masih berhubungan dengan nona Selia apalagi dia Mantan tuan"batin Johan
Tok tok tok
Ceklek
"Albi, memeluk albian. Terima kasih kamu mau datang bi aku benar-benar takut bi aku takut kamu mengabaikan aku lagi"ucap Selia lirih
"Mari kita bicara di dalam sel, Ada apa kamu terus menghubungiku?, disini aman Selia ini Apartemanku tidak akan ada yang berani melukaimu percaya denganku,"ucap Albian
"aku tau tapi aku hanya merasa aman jika berada disampingmu . maaf jika aku lancang bi aku tau kau sudah menikah , tidak seharusnya aku mengeluh denganmu"
"sudah selia aku akan menjagamu semampuku, aku masuh harus bekerja selia masih banyak yang harus aku urusi, kamu tetaplah disini jangan keman-mana, aku tidak bisa lama-lama. aku Pergi dulu ya"ucap albian
"iya terima kasih sudah mau mengunjungiku, maaf menggangu waktumu"ucap Selia lirih.
Albian pun keluar dari dari apartenan Wx.
dia langsung menuju mobilnya
"Ayo Jo kita ke mall "
"Baik Tuan , tapi sebelum itu kita makan siang dulu Tuan, apa mau saya Antar tuan pulang pasti nona sudah menunggu Tuan "
"Tidak usah kita langsung ke Mall saja"
"Dia tidak akan pulang, karena dia sedang marah denganku" Batin Albian
Albian benar-benar pusing dengan kondisi rumah tangganya saat ini dalam seketika menjadi seperti ini.
Sesampai diMall Albian di dampingi johan dan beberapa bodyguard memasuki Mall kedatangn Albi pun disambut oleh beberapa staf penting di Mall mereka menjelaskan perkembangan Mall dan apa yang kurang dan yang harus dibenahi
Namun tiba - tiba langkah Albian terhenti karena ada keributan disalah satu caffe yang berada dilantai 2 itu
"Dasar lo wanita murahan, penggoda suami orang"ucapa wanita yang tidak diketahui namanya itu dia pengunjung di caffe ini bersama suaminya
"Atas dasar apa kamu bilang aku wanita murahan"
"kamu pikir aku buta hah!!,kau sedari tadi bermain mata dengan suamiku , tidak bisakah kau mencari laki-laki yang masih belum beristri"
"Maaf Tuan atas ketidak nyamanan ini"ucap menejer Mall yang merasa tidak enak
"Ini bukan kesalahanmu"jawab albi
__ADS_1
"kenapa aku merasa tidak asing dengan suara itu"batin albi dia pun berjalan mendekati keruman orang itu betapa terkejutnya dia saat melihat wanita yang sedang dalam masalah adalah istrinya.
"Tuan itu nona"ucap Johan. albian hanya terdiam melihat istrinya yang terkena masalah itu
"Cihhh!! kau tidak buta tapi kau hanya terlalu Bodoh Nona, hanya sekedar melihat kau sudah bisa menuduh orang tanpa bertanya apa aku bermain mata dengan suami atau kau memang memiliki suami yang bermasalah denganĀ mata keranjangnya itu.
Bukan kah kau tidak buta Nona lihat baik-baik tampang suamimu apa alasanku untuk bermain mata dengannya ? dan lihat aku baik-baik Nona dengan wajahku yang cantik bodyku juga ok dan lagi aku masih muda.
masuk akalkah aku yang sempurna ini menggoda suamimu yang bahkan membuat orang sakit mata jika melihatnya terlalu lama. "jelas Aleez
"Gila si Aleeza dengan entengnya dia membanggakan dirinya , tapi iya juga laki model begitu mana mau Aleeza aku saja mual yang melihatnya"gumam Lani
"Ppuuff Nona ucapanya benar-benar pedas lagian suami macam karung beras begitu dicemburin apa lagi dengan Nona yang biasa dengan cogan disampingnya bukan sakit mata lagi deh langsung buta"gumam johan
"Ehmm, sebenarnya dia gadis seperti apa dan di swiss itu aku harus menyelidikinya dengan baik"batin Albian
"Siapa tau kau mengincar harata suamiku, bukankan gadis sepertimu itu hanya mengandalkan wajah saja untuk hidup enak tanpa harus bekerja" ucap wanita itu yang kesal dengan Aleeza karena menghina suaminya
"Maaf, saya bukan Anda Nona, yang mengandalkan wajah hanya ingin hidup enak dan mewah, saya masih waras walau saya suka uang tapi kalau harus hidup dengan lelaki seperti ini maaf-maaf saja mending saya hidup susah "jawab Aleeza angkuh
"Berani sekali Kau menghinaku kau hanya gadis murahan aku bisa mendapatkan 10 gadis yang tak kalah cantiknya darimu,"ucap pria itu dengan tidak tahu malunya ia mengatai-ngatai Aleeza
Aleeza di buat geram oleh pasangan satu ini
"Kalian tuh cocok yang perempuan gila yang laki Gesrek , minggir kalian menganguku merusak mataku menghancurkan moodku"ucap Aleeza kesal
pengunjung Mall yang melihatnya hanya bisa bisik-bisik saja
"Cantik-cantik penggoda"
"Tapi dia benar sih bandot begitu siapa yang mau aku saja gak mau"
"Cih itu pura-pura saja menolak habis ditampar uang dia juga akan mau"
" Al sudah gak usah di dengar ya "ucap lani
"Iya lan maaf ya aku buat kamu malu"ucap Aleeza
"Mau kemana kamu habis mepermalukan kita mau pergi begitu saja"ucap wanita itu dengan memegang tangan Aleeza untuk menghentikan langkah Aleeza
"Ada apa ini ribut-ribut cepat bubar sekarang kalian menganggu pengujung mall yang lainya dan juga mengangangu kenyamanan para pengunjung kami"ucap menejer yang tiba-tiba datang
Aleeza dan lani menoleh keasal suara tatapan mata aleeza pun bertemu dengan tatapan mata sang suami. segera mungkin aleeza memalingkan wajahnya
"Tidak bisa begitu dong pak dia sudah menggoda suami saya dan juga mengina suami saya mana bisa kami melepaskannya begitu saja"ucap wanita itu yang masih tidak terima
"Apa Mau kalian?"ucap Aleeza
"Kami mau kamu minta maaf dan mengakui kesalahanmu kepada kami"jawab wanita itu
"Meminta maaf, mengakui kesalahan untuk apa aku melakukan itu hmmm?aku tidak salah untuk apa minta maaf dan aku harus mengakui apa nona yang harus minta maaf itu kalian dan akui saja keslahan kalian jangang mengkambing hitamkan orang lain atas kebodohan dan kesalhan sendir."ucap Aleeza tegas
"Tuan tidak mau membantu Nona kasian Nona dipersulit oleh mereka tuan"ucap Johan
"Dia tidak membutuhkan aku hanya masalah sepele ini Jo"jawab albi.
"Begini saja Nona dan Tuan karena kalian memaksa bagaimana masalah ini kita selesaikan di kantor polisi biar hukum yang membuktikan kebenaran dari tuduhan kalian kepadaku. disini juga ada cctv saksi juga sudah ada, bagaimana tuan dan nona"ucap Aleeza
__ADS_1
kedua pasangan itu hanya saling memandang satu sama lain karena mereka tau jika Aleeza tidak salah mereka pun mengalah walau mereka masih tidak senang kerena dikalahkan oleh gadis kecil seperti Aleez.