
Albian selesai dengan mandi dan senam 5 jarinya .Kini Aleeza yang Pergi mandi. Selesai dengan ritual pagi, mereka pun bersiap-siap untuk sarapan bersama kedua keluarga besar. Ini pertama bagi dua keluarga besar duduk bersama dimeja makan dengan anggota yang lengkap tanpa ada yang kurang satupun dari kedua keluarga.
Tak..tak..tak..
"Selamat Pagi semuanya" Ucap Albi dengan senyuman manisnya.
"Pagi sayang..."Ucap sang mama kepada Albi dan mengecup kedua pipi sang anak.
"Al kenapa hanya berdiri saja..? Sayang kemarilah...."Ucap mama Abel kepada sang menantu.
Aleeza pun menghampri sang mama mertuanya, Aleeza benar-benar kaku menghadapi kelurga sang suami.
"Mama.." panggil Al gugup, dia takut jika mama mertuanya tidak suka dengan nya.
Abel mengerti dengan kegugupan Aleeza. Abel berdiri dari duduknya dan memeluk Aleeza.
"Selamat datang dikeluarga Kyle sayang, jangan sungkan-sungkan dengan mama ok. Kamu tak hanya bagian keluarga Kyle tapi kamu sekarang adalah putri kami. Kamu bisa mengeluh apapun tentang suamimu kepada mama." Ucap mama Abel lembu seraya mengelus surai Aleeza.
Dan Al yang mendengar ucapan sang mama mertuanya membuat Aleeza terharu karena sang mama mau menerimanya sebagai menantu tak hanya sang mama saja bahkan keluarga besar Kyle menerima Aleeza dengan baik.
"Terima Kasih mama mau menerima Aleeza, padahal kita tidak pernah bertemu sebelumnya. Aleeza senang mama, Al akhirnya bisa merasakan hangatnya pelukan seorang mama m. "Ucap Al sendu dengan mata yang sudah berkaca-kaca tanpa terasa air mata itu pun terjatuh membasahi pipinya.
Ucapan Aleeza membuat semua orang yang berada diruangan itu tercengang, Aleeza yang dimata mereka anak yang ceria, bawel, manja, dan mandiri ternyata menyimpan kerinduan yang besar kepada Alm. Sang mama.
Kakak-kakak Aleeza hanya bisa terdiam mendengar itu semua dengan rasa sakit yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata,karena hanya Aleeza dan Ken lah yang tidak mendapat kasih sayang kedua orang tuannya. Ke4 kakak hanya tertunduk tidak berani menatap sang adik, hati mereka merasa sangat sakit jika selama ini mereka terlalu tidak peka terhadap perasaan sang adik . Walau Aleeza tidak kekurang harta tapi Al sangat kekurang hangatnya pelukan seorang mama dan papa.
Albi pun sungguh terkejut dengan ucapan Aleeza. Dia merasa sangat jahat akan Aleeza karena dia sempat membuat Aleeza terluka dan membuat Aleeza sakit hati akan hadirnya Selia. Begitu pula dengan sang kakek, dia benar-benar merasa bersalah apa yang telah menimpa cucu-cucunya. Kasih sayangnya tidak bisa menggantikan kasih sayang kedua orangtua mereka yang selalu mereka rindukan.
Sedangkan kakek Robin hanya bisa menguatkan sahabatnya itu.
"Kamu gadis yang luar biasa sayang. Kenapa mama harus menolak gadis secantik dan sebaik kamu sayang, dan mama pernah bertemu denganmu sewaktu kamu masih kecil dulu. Kamu gadis yang sangat lucu, kamu selalu tersenyum. Albi beruntung mendapatkan istri sepertimu. Dont cry baby" ucap mama Abel sendu.
"duduklah disamping mama sayang.."Pinta Mama Abel sambil menghapus air mata Aleeza
"iya mama"Jawab Aleeza lembut.
"Bisakah aku memulai untuk memakan sarapanku?"Tanya Alvis santai dengan wajah datarnya.
membuat semua orang yang berada dimeja makan menatap tajam kepadanya.
__ADS_1
"Kenapa menatap ku seperti itu? Apa aku menanyakan hal yang salah?" Tanya Alvis polos.
"klKapan kamu datang?nBukannya kamu bilang kamu tidak akan datang?"Tanya Albi kepada sepupunya itu.
"Kemaren, awalnya aku tak mau datang karena aku kasihan denganmu yang tidak punya saudara selain aku terpaksa aku pulang." Ucap Alvis cuek
"Ciihhh...!!! Kau juga tidak punya saudara selain aku." Jawab Albi kesal.
"Sudahlah, kalian berdua itu bisa tidak lebih bersahabat sedikt saja, jangan seperti ini."Ucap mama Abel kepada kedua Putra nya itu.
"Ya sudah mari kita sarapan dulu setelah serapan kita bisa melanjutkan obrolannya."Ucap kakek Robin.
Akhirnya mereka pun menikmati sarapan yang telah disiapkan dengan tenang.
Kaif terus menatap wajah sang adik
"Semoga kamu selalu bahagia, kakak harap keluarga suamimu bisa menyayangimu seperti kami yang selalu menyayangimu dan selalu menjangamu."Batin Kaif sambil menikmati makanannya.
"Awas aja lo bikn adek gw nangis, lo nyakitin adek gw, makan lo gak akan pernah bisa bertemu Aleeza lagi. Apa lagi cuma gara-gara Selia. Ehhmmm!! Gw peres lo kayak jeruk peras." Batin Kai penuh emosi sampai tampa sadar Kai menyayat-nyayat daging dipiringnya.
srreerrttt..srrrrrrtttt ...tak..taakk.
Albian yang melihat tingkah kesalnya hanya bisa menelan ludah saja.
"Tidak apa-apa kok Al" Jawab Kai tersenyum canggung.
"Ehhm..!! Kenapa motong dagingnnya sampai begitu" Tanya Al lagi kepada Kai.
"Dagingnya keras Al, hehe..."Jaawab Kai malu.
setelah selesai sarapan mereka pun berkumpul di ruang keluarga.
...****************...
"Kalian berencana bulan madu kemana?" Tanya kakek Robin.
Wajah Aleeza langsung memerah seperti kepiting rebus ketika mendengar kata bulan madu.
"Albi terserah Aleeza saja kek"Jawab Albi santai.
"Al mau kemana sayang...?"Kini mama mertuanya yang bertanya.
__ADS_1
"Al tidak tau mama mau kemana? Memang harus bulan mandu ya ma? Tanya Al polos.
Mendengar ucapan dan pertanyaan Aleeza membuat suasana sedikit mencair semua orang dibuat terkekeh dengan kepolosan Aleeza.
"Tentu itu harus sayang. Apa lagi kalian menikah karena perjodohan, itu kesempatan buat kalian saling mengenal satu sama lain sayang." Jelas mama Abel dengan lembut.
"Kakak udah beliin kalian tiket bulan madu. Tempat tinggal dan semua keperluan kalian disana sudah kakak persiapkan. Kalian tinggal berangkat kapan saja kesana." Ucap Kaif santai tanpa meninggalkan wajah kutubnya dan Kaif langsung memberikan 2 tiket bulan madu kepada Aleeza. Al pun langsung menerimanya dengan senyuman semringah diwajah cantiknya,
ke3 kakaknya terkejut dengan sikap Kaif yang sangat perhatian kepada sang adik. Bulan madu saja sampai dipersiapkan dengan matang.
"Waahh Swiss...!! Terima kasih kakak. Kak Kaif yang terbaik." Ucapa Aleeza senang. Aleeza pun memeluk sang kakak dan mendaratkan kecupan di pipi Kaif.
Cup......
Cup...
"Iya sayang, sama-sam.."Jawab Kaif mulai mencair wajah kutupnya karena dapat kecupan dari Aleeza.
Tapi Kaif juga mendapatkan tatapan tajam dari ke3 adik laki-lakinya.
"Ada apa...?"Tanya Kaif dengan wajah dinginnya kepada ke3 adiknya.
"Tidak ada....!!" jawab kompak dari ke3nya membuang muka bersamaan.
"Dasar pujang lapuk, suka cari muka mentang-mentang tajir."Umpat Kai.
"Selalu mengandalkan uangnya.."umpat Ken.
"Cuma tiket bulan madu saja sombong, nanti aku beliin bandara peribadi dan jet pribadi yang baru buat Aleeza. tapi kurangnya minta sama kakak Kaif kali ya? "Umpat Rafka.
Kaif Putra Ardana
Kakak Pertama Aleeza dia seorang Orang C.E.O yang sangat sukses di usia Mudanya. Kaif seorang yang pendiam kecuali kepada Aleeza, sangat tegas kepada ke4 adiknya, tapi tidak dengan Aleeza. Dia sangat lemah kepada adik perempuannya. Punya alergi dengan wanita. orang yang sangat dihormati di dunia bisnis dan dia masih jomblo loh..Tidak pernah berpacaran perjaka lapuk yang tampan dan kaya.
Alvis Kyle
sepupu dari Albi nemiliki nasib yang sama dengan Aleeza sama-sama kehilangan orang tuanya saat dia masih kecil dan setelah itu mama papa Albi lah yang merawatnya dan mengangatnya menjadj putra kedua. alvis tidak secuek itu dia sangat peduli dengan Albian begitupun sebaliknya entah kenapa keduanya seperti enggan menunjukan kepedulianya satu sama lain yang mereka tujukkan hanya wajah dingin dan sikap acuhnya.
__ADS_1