
Setelah mereka bertemu Tasya dan Mike pun pergi ke KUA untuk mengurus surat nikah. Setelah selesai mengurus semua surat nikah Tasya pergi ke rumah sakit bersama Mike untuk menjenguk Pak Anton yang masih belum membaik sampai sekarang.
Sesampainya di rumah sakit jam sebelas malam. Tasya dan Mike masuk ke ruang Pak Anton dan membawa seranjang buah segar. Tasya mencium punggung tangan Pak Anton dan menaruh buahnya di samping ranjang. Pak Anton baru pertama kali melihat putrinya membawa seorang pria ke hadapannya. Ia terheran - heran nampak tak asing saat melihat Mike.
"Tasya pria ini siapa?" tanya Pak Anton ingin tahu.
"Perkenalkan saya Mike Ganendra suami Tasya, " balas Mike memperkenalkan diri pada bapak mertuanya. Pak Anton dan Naisya terkejut setelah mendengar perkataan Mike. Dan heran kapan Tasya menikah.
"Tasya, apa benar pria ini suamimu? Kenapa kamu menikah tidak beritahu ayah dulu?" tanya Pak Anton agak marah karena Tasya menikah tanpa sepengetahuannya. Tasya pun terpaksa berbohong kepada Pak Anton dengan alasan. Mereka mencintai satu sama lain. Tasya juga memberitahu pak Anton kalau biaya rumah sakit dan perawatan akan di tanggung oleh Mike.
__ADS_1
Tasya pun pulang setelah berbincang - bincang lamanya bersama pak Anton. Karena hari sudah terlalu malam Mike mengantar Tasya pulang. Tasya hanya mengangguk iya karena memang sudah terlalu malam. Dan Tasya juga tidak akan khawatir karena Naisya menginap di rumah sakit.
Sesampainya di rumah. Tasya terheran - heran Mike bukan mengantar Tasya ke apartemen pribadinya. Akan tetapi, Mike malah mengantarnya ke rumah mewah dan megah. Entah rumah siapa itu.
"Bos... ini bukan rumah saya. Saya tinggal di apartemen dekat perusahaan, " ucap Tasya berbicara kaku. Mike merasa kesal karena Tasya masih memanggilnya bos. Walau pun mereka di luar perusahaan.
"Mulai sekarang kamu akan tinggal denganku di rumah ini. Apa kamu bisa berbicara informal pada suamimu?" tanya Mike seraya membuka pintu mobil.
Apa - apaan cara bicaranya itu? Dia menyuruhku berbicara informal tapi, tidak usah blak - blakkan juga kan? Batin Tasya kesal atas perkataan Mike yang terlalu terang - terangan. Tasya pun mengambil tasnya dan keluar dari mobil membuntuti Mike dari belakang.
__ADS_1
Tasya celingak - celinguk melihat betapa berbedanya rumah orang kaya dan orang biasa. Mata para pelayan tertuju lurus ke arah Tasya. Tasya merasa sangat tak nyaman dengan semua tatapan penasaran yang menatapnya itu.
"Bi Inah apa semuanya sudah di siapkan?" tanya Mike kepada salah satu pelayan yang ada di rumah itu.
"Sudah tuan. Semua persedian sudah lengkap. Nyonya tinggal memakainya saja, " ucap bi Inah dengan sopan memberi salam kepada Mike. Mike pun menyeret Tasya naik ke lantai atas dan membawanya ke kamar. Tasya masih belum terpikir apa yang akan di lakukan sebagai suami istri. Karena Tasya mengira mereka berdua tidak akan melakukan hubungan fisik hanya karena mereka menikah kontrak.
Sesampainya di kamar Tasya masih mengira kalau kamar itu hanya kamar pribadi khusus untuknya saja. Kamar yang di lengkapi AC, meja kerja, rak buku, komputer, dll. Tasya baru pertama kali memiliki kamar selengkap itu. Apa lagi kamar mandinya satu kamar satu kamar mandi. Sungguh kamar idaman.
Pemeran figuran (Dina Anggraeni)
__ADS_1