PERNIKAHAN TERSEMBUNYI

PERNIKAHAN TERSEMBUNYI
62. Rumah Sakit


__ADS_3

Masih dirumah sakit.


Aleeza, Nathan, dan juga Johan masih menunggu diluar ruang operasi.


"Kenapa lama sekali operasinya ya..? Separah apa luka ditubuh Albian..?"Batin Aleeza sungguh tidak tenang dia cemas hatinya tinya tidak berhenti memanjatkan doa untuk sang suami.


Sampai Akhirnyanya dokterpun keluar dari ruangan Operasi. Aleeza dan Johan segera berdiri dari duduknya dan menghampiri sang dokter.


"Bagaimana keadaan suami saya dokter...?"Tanya Aleeza yang mengkhawatirkan kondisi sang suami.


"Operasi tuan Albian berjalan dengan lancar Nyonya. Dan kondisi tuan juga baik, sebentar lagi akan dipindahkan keruang rawat inap."Jelas sang dokter.


Aleeza yang mendengar penjelasan dari dokter sudah bisa bernapas dengan lega. Nathan pun juga sama leganya, wajah tegangnya pun perlahan-lahan memudar.


"Syukurlah...."Ucap Aleeza sambil mengelus dadanya.


"Nyonya, maafkan saya...."


"Sudah mengganggu malam istirahat nyonya.."Ucap Johan menundukan kepala.


"Tidak, Johan kamu tidak salah. kenapa harus minta maaf..? Jika kamu tidak mengabariku keadaan Albian, aku akan sangat marah padamu. Justru aku mengucapkan terima kasih kepadamu karena kamu sudah membantu Albiam dan menjanganya."Ucap Aleeza.


Kini Albian sudah berada diruang rawat inap VVIP 001. Dia masih tertidur karena pengaruh obat bius pasca operasi.


"Johan, kamu pulanglah. Hari ini pasti melelahkan untukmu, jadi pulang dan istirahatlah. Albian biar aku yang menjaganya."Ucap Aleeza.


"Tapi nyonya...Anda sendirian disini. Apa tidak apa-apa membiarkan anda sendirian ..?"Tanya Johan.


"Aku tidak apa-apa, lagian ini rumah sakit. Masih ada suster dan dokter disini. Kamu pulang saja, aku tidak apa-apa kok."Ucap Aleeza berusaha meyakinkan Johan.


"Baiklah nyonya, saya pamit pulang dulu. Tapi jika ada apa-apa atau butuh sesuatu nyonya jangan sungkan untuk menghubungi saya. Saya akan siap siaga untuk nyonya."Ucap Johan dengan senyum ramah diwajahnya.


Aleeza hanya mengangguk pelan.


Johan pun menuruti perkatan Aleeza, dia akhirnya pulang untuk istirahat.


Dan kini dirumah sakit hanya ada Aleeza, Albian yang masih tertidur dan sang putra yang ternyata sudah terlelap disofa. Aleeza menghapiri sang putra membenarkan posisi tidurnya. Aleeza juga mengambil selimut yang memang sudah disediankan dikamar itu dan menyelimuti tubuh sang putra.


Setelah itu dia beranjak dari duduknya dan berjalan menuju sang suami yang terlelap karena pengaruh obat. Aleeza memandangi wajah Albian. Dia juga membenarkan selimut sang suami.


"Kau selalu membuatku cemas, kenapa kau tidak bisa menjaga dirimu dengan baik...? Kau senang sekali membuatku kesal, khawatir, cemas, dan takut."Gumam Aleeza.


"Aku tidak suka melihatmu terluka, aku tidak suka melihat bekas luka ditubuhmu. Kau menjadi semakin jelek tau, Jangan sakit, jangan tinggalin aku dan anak-anak.."Ucap Aleeza Lirih..


Aleeza meletakan kepala dipinggir tangan kanan Albian dengan tangannya yang terus memainkan jari-jari sang suami. Sampai Akhirnya dia pun terlelap.


...****************...


Keesokan harinya pagi-pagi sekali Johan kerumah sakit membawa makan untuk Aleeza dan Nathan.


Ceklek..


"Waw, pemandangan yang menghangatkan mata. Bagaikan melihat matahari pagi yang terbit dari ufuk timur.."Ucap Johan dengan suara pelan dan melatakan paper bag diatas meja.


Nathan masih tertidur pulas Johan membenarkan selimut Nathan dan duduk disebelahnya.


Johan memandangi Aleeza yang tertidur dan terus menggenggam tangan Albian. Karena tidak ada kerjaan Johan pun memotret moment pagi ini.


Cekrek..

__ADS_1


"Kalau begini terus kan enak liatnya, adem gitu. Tuan pasti senang nih jika melihat foto ini."Ucapnya lagi sambi tersenyum lalu menyimpan kembali ponselnya didalam sakunya.


"Eeugghhh...."Aleeza membuka matanya secara perlahan-lahan. Dan membenarkan posisi duduknya. Aleeza belum menyadari kedatangan Johan. Aleeza meregangkan tubuhnya sambil menatap wajah Albian yang masih tertidur.


"Selamat pagi Nyonya..."Sapa Johan dengan senyum termanisnya.


"Joo..johan..."Jawab Aleeza terbatah-batah karena terkejut dengan suara Johaan.


"Sudah dari tadi kamu disini Johan..?"Tanya Aleeza.


"Hmm, tidak Nyonya. Saya baru sampai kok. Dan ini saya membawakan sarapan untuk anda dan tuan muda Nathan."Jawab Johan.


"Ohh..Terima kasih untuk sarapannya ya."Ucap Aleeza. Dia pun berdiri dari duduknya berjalan menuju kamar mandi.


Tak lama kemudian Aleeza keluar dari kamar mandi, dia langsung membangunkan sang anak.


"Nathan sayang, bangun sayang. Ini sudah pagi Nak.."Ucap Aleeza sambil mengelus wajah sang anak.


"Eeuughhh....Iya mama .."Jawab Nathan sambil mengucek matanya secara pelan.


"Sana cuci muka dulu, terus sarapan dan pulang ya. Nathan hari ini kan harus kesekolah." Ucap Aleeza.


"Ehmmm, iya mama.."Jawab Nathan, dia langsung bangun dan berjalan menuju kamar mandi.


Aleeza membuka tirai kamar dan melihat Albian yang masih tertidur. Aleeza juga merapikan rambut Albian yang menutupi wajah Albi.


Dan tiba-tiba Albian membuka matanya secara perlahan-lahan.


"Albian...."Panggil Aleeza yang senang melihat Albian sudah sadar.


"Shhhtttt...!!"Albi meringis kesakitan tangan kanannya memegang kepalanya.


"Kamu dirumah sakit, apa kamu tidak ingat yang terjadi denganmu kemaren..?"Jawab Aleeza.


Albian berusaha mengingat kejadian apa yang menimpanya.


"Dirumah sakit. Kemaren aku..."Ucap Albian terputus karena kepalanya terasa sakit.


"Tuan apa anda merasa tidak nyaman..?"Tanya Johan.


"Aku hanya merasa sedikit pusing Johan.."Jawab Albian yang berusaha bangun dari tidurnya.


"Albian, kamu mau apa..? Kamu jangan bergerak dulu."Ucap Aleez sambil membatu Albian untuk duduk Johanpun ikut membantu.


"Kamu siapa ya ..?"Tanya Albian kepada Aleeza.


"Kau tanya aku siapa..?"Aleeza terkejut dengan pertanyaan Albian kepada dirinya.


"Kau ingat sama Johan, tapi kamu lupa sama aku.."Ucap Aleeza yang matanya mulai berkaca-kaca.


"Iya, apa kita saling kenal sebelumnya..?"Tanya Albian lagi kepada Aleeza.


Sontak membuat Aleeza tercengang mendengar ucapan Albian.


"Tuan anda jangan becanda ya.. Nyonya sudah menjaga anda semalaman lo.."Ucap Johan yang tak kalah terkejutnya dari Aleeza.


"Apa-apaan dia ini, masih belum cukupkah menyiksaku dulu mengujiku dengan mantannya sekarang dengan ingatannya."Batin Aleeza.


"Jika aku tau dia, untuk apa aku bertanya.."Ucap Albian yang menatap Aleeza. Mendengar itu Aleeza benar-benar kesal.

__ADS_1


"Johan, kau lihat ..!! Kepalanya benar-benar sudah hancur gara-gara reruntuhan semen itu. Dia bahkan lupa denganku dan hanya ingat denganmu."Ucap Aleeza kesal .


"Kenapa gak sekalian kepalamu itu putus saja dari lehermu...?Sehingga kau juga bisa melupakan semua tentang dunia ini."Ucap Aleeza dangan suara yang cukup tinggi didepan wajah Albian.


Grep...


Albian menarik Aleeza kedalam pelukannya.


"Jika kepalaku putus nanti kamu bisa nangis-nangis 7 hari 7 malam. Dan aku tidak akan bisa mati dengan tenang melihat orang yang kusayang harus menangisi ku sepanjang hari, minggu,bulan bahakan tahun."Ucap Albian.


"Kau.....!!"Ucap Aleeza terkejut mendengar ucapan Albian. Aleeza memukul dada bidang Albian.


"Kenapa kau berpura-pura lupa kepadaku..? Penipu, pembohong, Brengsekkk!!. Aku benci denganmu Albian Kyle..Hikkss..hikkks....Kau membuatku takut, tubuhku benar-benar lemas dibuat khawatir olehmu."Ucap Aleeza yang menenggelamkan wajahnya didada bidang Albian


"Hehehe, maaf sayangku..Aku hanya ingin mengerjaimu saja. Mana mungkin aku lupa sama istri galakku yang satu ini. Jangan menangis lagi sayang. Aku benar-benar minta maaf."Ucap Albian mengelus punggu Aleeza.


"Huuufh..."Johan menghela nafas .


"Syukurlah, aku pikir benaran lupa ingatan gak taunya cuma akal-akalan mu tuan."Ucap Johan merasa lega melihat Albian yang ternyata hanya ingin mengerjai Aleeza.


Ceklek...


Nathan baru saja selesai mandi dan sudah melihat drama kedua orang tuanya.


"Ck...!! "Nathan menatap malam kedua orang tuanya.


Aleeza masih dalam pelukan Albian.


Albian menatap Nathan yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Sayang sudah jangan ngambek lagi, tuh dilihat Nathan loh. Gak malu sama anaknya..?"Ucap Albian.


Aleeza yang mendengar ucapan Albian, dia langsung membenarkan posisinya.


"Nathan juga disini..?"Tanya Albian.


"Iya semalam dia maksa untuk ikut." Jawab Aleeza.


"Mana mungkin aku biarin mama kesini sendirian. Jika ada yang jahatin mama gimana..? Sedangkan kau saja tidak sadarkan diri dari semalam. Aku saja tidak tau kau itu tidur apa sudah mati." Ucap Nathan.


"Syukurlah, dia hidup kembali. Jika tidak kau tidak akan pernah ku maafkan." Batin Nathan.


Jleb..


"Pedes bener ucapan nih bocah."Batin Johan.


"Terima kasih sayang, sudah jagain mama selama papa tidak sadarkan diri." Ucap Albian sambil tersenyum.


"Untung anak kesayangan gw, kalau enggak udah gw peres nih bocah.."Batin Albian.


"Hmmmm..."Jawab Nathan.


"Mama ayo makan dulu, menjaga orang sakit itu melelahkan loh. Jadi harus banyak makan biar mama bisa kuat mengahadapinya nanti."Ucap Nathan sambil melirik sang papa.


"Iya sayang.."Jawab Aleeza


"Ehmm, dia pikir aku ini apa ya..? Kok kayaknya nyusahin banget hidup gw." Batin Albian.


Puuffhh.....

__ADS_1


Johan yang mendengarnya berusaha menahan tawanya.


__ADS_2