
Saat makan malam dikeluarga Ardana.
Semua keluarga sudah berkumpul dimansion saat mendengar kepulangan Aleeza, tidak ada kata besok bagi ke 4 kakanya. Apalagi Kaif, dia langsung terbang dengan jet pribadinya.
Di meja makan.
"Nala sayang tidak disuapin sama Om Ken?"Ucap Ken dengan senyum termanisnya
"Suka om" Jawab Nala dengan senyum terimutnya
"Astaga!! Senyumannya membuat hatiku leleh"Ucap Ken seraya memegang dadanya.
Aleeza hanya tersenyum milihat tingkah kakaknya. Dulu dia perlakukan seperti Nala, sekarang Nala menggantikannya.
"Nathan ganteng, mau ya Om Kai suapin"Ucap Kai lembut
"Tangan Nathan baik-baik saja Om, jadi tidak perlu Om suapin aku"Jawab Nathan dengan wajah datarnya.
Kai yang mendengar ucapan Nathan sedikit kesal
"Untung, Keponakan tersayang. Kalau bukan udah gw pites nih bocah"Batin Kai
"Nathan suka sama makanananya kan?" Tanya Rafka.
"Suka kok Om"
"Kalau suka Nathan senyum dong, Om mau lihat senyuman Nathan"
"Kak Nathan tidak akan mau senyum sama Om"Ucap Nala disela-sela pembicaran Nathan dan Rafka.
"Kenapa begitu Nala?"
"Karena Senyuman Kakak hanya untuk Mama"Ucap Nala dengan wajah imutnya.
"Kok gitu Nath, Om kan Omnya Nathan"
Semua matapun tertujuh kepada Nathan.
"Iya, aku tidak pernah melihat Nathan tersenyum, beda dengan Nala yang sangat mudah tersenyum" Batin Kaif
Nathan menatap sang mama
"Tidak apa-apa sayang, Ini keluarga mama juga keluarga Nathan dan Nala jadi Nathan juga harus menyayangi Opa dan Om Kair, Rafka, Kin, dan juga Om Ken. Tersenyumlah untuk keluarga kita sayang " Jelas Aleeza dengan lembut.
Nathan pun tersenyum dengan sangat manis. Wajahnya benar-benar tampan.
Membuat para Omnya terpanah saat melihatnya.
"Astaga!! Nathan kau benar-benar keturan Ardana. Selalu menjadi ancaman bagi laki-laki diluar sana."Ucap Rafka
"Bibit Unggul keluarga Ardana, pasti akan jadi ancaman. Apa lagi bagi wanita. Kau akan jadi rebutan Nath" Ucap Kai
"Yang pasti, jangan sampai kayak Om Kai mu saja. Kerjaannya cuma main dengan wanita yang tidak jelas diluaran sana" Ucap Rafka.
"Kayak Om Kaif, saja Kak. Sudah tampan, kaya, tidak pelit, selalu beliin Nala mainan, dan Baik hati lagi" Ucap Nala
Kaif yang mendapat pujian dari keponakannya membuat dia merasa bangga akan dengan dirinya sendiri.
"Iya tapi, sudah tua masih aja single. Buat apa tuh wajah tampan, kalau gak bisa gaet perempuan"Ucap Kai.
"Sudah-sudah kak, kalian ini cuma buat Nathan dan Nala pusing denger ocehanmu Kak." Ucap Aleeza.
"Lanjutin makannya, nanti jadi dingin." Ucap Kakek Rama.
...****************...
Setelah makan malam.
Kai, Ken, dan Rafka bermain dengan Nala.
Mereka bermain dokter-dokteran. Nala jadi dokternya sedangkan Kai, Ken, dan Rafka jadi pasiennya.
Sedangkan Nathan sibuk dengan Laptopnya.
"Nathan 5 tahun sudah main Laptop. Emanganya apa yang dia mainkan Al?" Tanya kakek Rama.
"Mana Al tau Kek."
"Kaif kau terlalu memanjakan Nathan, masak kau membelikan dilaptop."
"Dia beda dari anak seusianya Kek, Aku hanya memfasilitasinya saja. Yang pentik digunakan dengan baik kan Kek"
"Iya juga sih, Dia juga mirip dengan papanya saat serius seperti ini" Ucap Kakek Rama lirih.
__ADS_1
"Mama.. "
"Iya, Apa sayang?"
" Om Kai mengajak aku jalan-jalan ke Mall besok. Boleh kan ma?"
" Boleh sayang, tapi ingat Nala tidak boleh nakal. Harus nurut sama Om"
"Iya mama, Nala kan anak yang cantik, imut, manis, dan juga paling baik sedunia"Jawab Nala dengan wajah imutnya
"Iya anak mama sangat baik sekali"Ucap Aleeza seraya mengelus kepala Nala dengan lembut.
"Kakak Nathan besok ikut Nala ya?"
"Tidak mau, Kakak lagi males"Jawab Nathan.
"Males terus, Kakak tidak seru" Ucap Nala kesal dengan sang kakak.
"Ya sudah, mainnya berhenti dulu. Kalian harus tidur sayang, ini sudah malam."
"Iya Mama" Ucap Nathan dan Nala dengan kompak.
Aleeza pun membawa twins kekamar mereka.
"Tidurlah sayang" Ucap Aleeza
"Mama dongengin Nala dong ma"Pinta Nala
"Baiklah, Mama akan bacain dongeng untuk Nala"
"Pada suatu hari ada..."
Aleeza pun membakan dongeng untuk Nala dan Nathan. Sampai akhirnya merekapun tertidur.
"Selamat malam My Twins"
"Cup..cup.. "Mengecup kening Nathan dan Nala
...****************...
Keesokan harinya.
Pukul 09.00 Pagi.
Pada Akhirnya Nathan pun ikut bersama Nala. Karena sang mama juga ikut jalan-jalan bersama Nala dan Om Kai.
"Waahhh!! Om mall disini sangat besar dan cantik lagi, beda sama mall di negara M kecil terus tidak cantik. Nala suka mall ini Om. Coba aja kalau ini punya Nala, Nala pasti bahagia sekali"Celoteh Nala yang sangat menggemaskan.
"Kalau Nala tau ini Mall punya bapaknya, dia pasti seneng ya. Cukup Kai jangan mikir macem-macem, gw gak rela dia menyentuh ponakan cantik gw. Gw bisa bikinin Nala 1 Mall yang lebih besar dan lebih bagus dari ini. Jangankan 1, 5pun bisa. Uang kak Kaif kan banyak" Batin Kai.
"Anggap saja ini mall milik Nala" Ucap Nathan dangan sepontan.
Kai dan Aleeza yang mendengar ucapan Nathan sedikit terkejut dan langsung menatap Nathan.
"Gimana caranya Kak?"Tanya Nala dengan polos.
"Ya, Nala bisa mengambil apapun yang Nala mau di semua toko dalam Mall ini. Mudah kan?"
"Iya, ya Kak....
Yok Kak, kita mulai jalan-jalan di Mall milik Nala"
"Pinter nih bocah"baitin Kai
Aleeza hanya tersenyum kecil.
"Ayo!! Mama, Om..Kalian lamban seperti siput"Teriak Nala.
"Jangan lari-larian Nala. Nanti kamu jatuh"Ucap Aleeza.
Benar saja tidak lama kemudia Nala terjatuh karena menabrak seseorang.
Bruuuk
"Aduh!! Sakit" Ucap Nala meringis kesakitan
"Maaf, kamu tidak apa-apakan" Kata seseorang yang ditabarak Nala.
"Nala, Kamu bandel banget sih, mama udah bilang jangan lari-lari"Ucap Nathan
"Aku tidak apa-apa"Jawab Nala.
Nathan membantun Nala berdiri.
__ADS_1
"Maaf ya , Adik aku memang ceroboh"Ucap Nathan.
"Tidak apa-apa, aku juga tidak hati-hati"
"Kakak ganteng, main sendiri disini?"
"Iya, Adik manis"
"Nama Kakak ganteng siapa?"
"Nala, dia seperti seumaran denga kita, kenapa kamu manggil Kakak?"
"Dia lebih tinggi dari Nala kak, Sama kayak Kakak Nathan juga lebih tinggi dari Nala. Walau sedikit sih"
"Nama kamu Nala ya?"
"Iya Kakak Ganteng nama aku Nala si cantik, imut, manis, dan gemoy"Ucap Nala dengan PDnya.
"Hahaa, kamu lucu sekali Nala. Nama Kaka. Arsen" Jawab Arsen denga senyum manisnya.
"Nala..Nathan..., Kalian sedang apa?"Tanya Om Kai
Kai menatap anak yang berbica dengan keponakannya itu.
"ARSEN, Kenapa dia disini? Tidak bisa aku harus segera membawa Twins dari sini"Batin Kai.
"Tadi Nala, tak sengaja menabrak Arsen om"Jawab Nathan.
"Nala tidak apa-apa kan?"Tanya Kai
"Nala, tidak apa-apa Om. Nala kan kuat"
"Kenapa wajah Kak Kai cemas begitu, tidak mungkin marena Nala terjatuh kan?"Batin Aleeza
" Om Kai, juga disini. Dan om juga kenal sama Nala?"Tanya Arsen.
"Loh, Kak Arsen..
Kenal sama Omnya Nala?"
"Iya Nala, Om Kai kan temannya Papa aku"
"Oh, asyik dong kak. Nala bisa main sama kakak Arsen. Iya kak Nathan."
"Mampus sudah, kenapa bisa bertemu dengan Arsen sih"Batin Kai.
"Mama, Kak Arsen jalan-jalan sendiri disini. Boleh ya dia ikut kita?"Ucap Nala.
"Boleh sayang.."Jawab Aleeza.
Jderr⚡
Kai sangat terkejut dengan ucapa Aleeza yang memperbolehkan Arsen ikut bermain dengan Nala.
"Kakak, kenapa wajahnya pucat sekali?" Tanya Aleeza.
"Om sakit?"Tanya Nala cemas.
"I...ya sayang, tiba-tiba om pusing sekali"
"Yah..kita tidak jadi dong jalan-jalan ya Om"Ucap Nala yang kecewa karena tidak jadi jalan-jalan.
"Tidak apa-apa, ya sayang. Omnya lagi gak sehat nanti kita bisa kesini lagi kalau om sudah sehat."Jelas Aleeza kepada Nala.
"Ya sudah, tererah"Ucap Nala yang sudah ngambek.
"Tidak apa Nala, Kan ini mall milik Nala. kita bisa main kesini kapanpun Nala mau"Ucap Nathan yang berusaha menghibur Nala.
"Iya, ya kak. Nala lupa. Hehe.. Mallnya kan milik Nala. Ya sudah, Ayo!! Om kita pulang. Nanti kalau om sembuh kita main kesini lagi"Ucap Nala yang moodnya mulai membaik.
"Mall ini milik Nala, ini kan milik papa"Batin Arsen.
"Kakak Ganteng, maaf ya kita gak jadi main bareng, Omnya Nala lagi sakit, padahal tadi pagi sehat-sehat saja."
"iya, tidak apa-apa"Jawab Arsen
(Nala sangat lucu, aku suka ngobrol sama Nala)
"Ayo, Sayang..."Ucap Aleeza sambil menggandeng tangan Nala dan Nathan.
"Ttaaataa, Kakak ganteng"Ucap Nala sambil melambaikan tangannya.
"Aku curiga dengan kakak, kenapa dia sangat terkejut melihat anak itu. Nanti sesampai diMa sion aku akan bertanya kepada kakak."Batin Aleeza.
__ADS_1