
Keesokan harinya.
"Kris kita ke aparteman sekarang juga."Ucap Kaif.
" Baik tuan."Jawab Kris dengan patuh.
"Om kita gak kerumah sakit..?"Tanya Nala.
"Enggak sayang, Om ada meeting penting sayang. Jadi Nala dan Nathan di Aparteman om Kaif ya."Jawan Kaif sambil mengelus surai twins.
"Tidak mau...!!"Tolak Nala.
"Nala tidak mau sendiran, Nala tidak suka sendiriam."Ucap Nala yang memajukan bibirnya dan melipat tangannya didada.
"Tidak sendirian sayangku, kan ada kak Nathan. Dan juga ada yang akan menemani kalian sebentar lagi. Om janji meetingnya tidak lama, setelah meeting kita kerumah sakit jenguk papa."Jelas Kaif.
"Om gak bohong kan..? Om meetingnya sebentar kan..?"Tanya Nala
"Ya sayang om tidak akan lama, jika om lama Nala bisa menghukum om.sesuka hati Nala."Jawab Kaif dengan sabarnya menghadapi Nala yang tidak ingin ditinggal olehnya.
"Baiklah, Nala mau tinggal disini. Tapi om jangan lama-lama. Kalau om lama Nala tidak mau bicara lagi sama om."Ancam Nala kepada Kaif.
"Iya..iya tuan putri Nala. Om akan selesaikan secepat mungkin."Ucap kaif.
Cup...
Sebuah kecupan mendarat dikening Nala.
"Om berangkat dulu ya, sebentar lagi yang menjaga kalian akan datang kok."Ucap Kaif.
"Nathan jaga adikmu ya.." Pesan Kaif kepada Nathan.
"Iya om." Jawab Nathan.
"Om hati-hati yang...."Ucap Nala.
"Iya sayang..."Ucap Kaif sambil berjalan keluar dari apartemannya.
Dan kini hanya tinggal Nala dan Nathan berdua saja.
Diparkiran Aparteman.
Sambungan dalam telpon
"Cepat keapartemanku sekarang."Ucap Kaif
"Aku ada pemo hari ini. Kau tidak lupa kan."Ucap seseorang disebrang sana.
"Batalkan sekarang juga. Cepat datang ke aparteman ku sekarang juga."
"Jangan membatah perintahku."Ucap Kaif dengan tegas.
Tut.
Kaif pun mematikan sambungan telponnya. Dan segera mungkin di bergegas pergi kekantornya.
...****************...
Twins sedang asik bermain, tiba-tiba terdengar suara pintu yang terbuka.
__ADS_1
"Kakak, om kok cepat banget meetingnya..?"Tanya Nala.
"Tidak mungkin secepat ini. Apa ada pencuri ya..?"Batin Nathan.
"Sialan..!! Si Kaif seenaknya sendiri membatalkan pekerjaku. Dan kenapa juga nyuruh aku kesini...?" Gerutu seseorang yang berjalan mendekati sofa.
Langakah kakinya pun terhenti, seketika melihat 2 anak yang berdiri disofa. Tatapan mata mereka pun saling bertemu.
"Mamii Lani...."Jerit Nala kegirangan dan melompat turun dari sofa berlari menuju Lani.
"Haaah..Nala..Nathan sayang. Kenapa kalian bisa disini..?" Tanya Lani yang bingung melihat twins berada di apartemana Kaif.
"Iya, kami ikut om, tante. Soalnya mama jagain papa dirumah sakit."Jawab Nathan sambil duduk bersandar disofa.
"Apa....? Omm!!!" Ucap Lani yang masih terkejut dan masih bingung.
"Kalian tau ini aparteman siapa..?"Tanya Lani yang berisaha menyakinkan dirinyan.
"Tau doang mi, ini kan aparteman om tampan Kaif."Jawab Nala dengan wajah polosnya.
"Haah...!! Om tampan..??"Ucap Lani yang masih tak percaya.
"Tampan dari mana..? Galak, kutub, kulkas dua pintu, dan nyebelin tinggkat dewa juga." Batin Lani.
"Apa dia memintaku menjaga twins..?" Gumamnya.
"Mami sejak kapan ada dinegara A..?"Tanya Nala.
"Sudah lumayan lama sayang, tapi mami tidak ada waktu untuk ketemu kalian. Maaf ya sayang." Ucap Lani.
"Dan itu semua gara-gara om gila ini."Batin Lani.
"Ya tidak apa-apa mami.."Ucap Nala.
"Harusnya tante yang tanya kenapa kalian bisa kenala sama Kaif..?" Tanya balik Nala.
"Karena om Kaif adalah om kami mami, Om kaif kan kakaknya mama."Jawab Nala.
"Kakak...? Tante tidak tau jika mama kalian punya kakak setajir ini. Gak lagi becanda kan sayang..?."Tanya Lani.
"Serius Mami, Nala tidak bohong. Rumah mama besar sekali. Ada kolam renangnya, ada taman bungannya, terus banyak hewannya lagi. Dan mama punya kakak yang tampan-tampan. Ada Om Kaif, Om Rafka, Om Kai, dan Om ken." Cerita Nala panjang lebar.
"Dasar comber nih bocah.." Batin Natahan.
Sedangkan Lani yang mendengarkan Nala cerita semakin tertegun.
"Jadi Aleeza adalah putri dari keluarga Ardana dong, tapi kenapa selama ini dia menyembunyikan indentitasnya. Bahkan 5 tahun hidup menderita. Jika dia punya keluarga yang tajir melintir kenapa memilih hidup susah diluar."Batin Lani.
Lani kecewa, kesal, dan marah. Karena Aleeza tidak pernah cerita latar belakangnya. Lani hanya tau jika Aleeza anak yatim piatu. Dia tidak tau jika Aleeza mempunyai keluarga.
"Tante, Nathan tau tante kecewa sama mama. Tapi mama memiliki alasan sendiri kenapa memilih menyembunyikan latar belakangnya dari tante." Jelas Nathan.
Lani tidak menjawab hanya bisa menatap mata Nahan dan wajah datarnya.
"Benar juga, Aleeza pasti memiliki alasannya sendiri."Batin Lani.
"Mami.."panggil Nala.
"Ada apa sayang..?"Jawab Lani penuh kasih sayang.
"Nala lapar.."ucap Nala..
__ADS_1
"Hmmm, bagaimana jika kita makan diluar."Ucap Lani.
"Apapun alasannya Aleeza berhutang penjasan kepadaku."Batinnya Lank.
"Ok tante, Nala setuju. Kakak Nathan juga kan..?"Ucap Nala.
"Ehmmm, serah kamu sajalah."Jawab Nathan.
Akhirnya Nala dan Nathan ikut Lani makan siang diluar. Tanpa izin dari Kaif.
Tidak hanya makan siang, mereka juga pergi bermain kemall, dan main game di mall.
Sampai sore hari mereka masih asik bermain di Mall.
Sampai pukul 19.00 malam, mereka akhirnya kembali pulang ke aparteman.
Sesampai di aparteman.
Ceklek..
Lani pun membuka pintu aparteman, betapa terkejutnya dia melihat Kaif yang duduk di sofa dengan melipat tangan didada..
"Kau lupa tugas mu hari ini apa..?"Tanya Kaif dengan ketus.
"Maaf Tn. Kaif saya salah karena tidak minta izin lebih dulu kepada anda." Jelas Lani yang menndukan wajahnya karena kesal dengan Twins yang mau saja pergi dengan orang asing.
"Kalian harusnya tidak mudah ikut jalan-jalan dengan orang asing, jika kalian dsakiti bagaiman..? "Ucap Kaif.
"Om jangan marah sama mami, mami bukan orang asing. Mami orang terbaik didunia."Bela Nala.
"Mami..? Kamu kenal denangnya.?
Tanya Kaif sambil menunjuk Lani.
"Kenal dong om , mami orang terbaik didunia."
"Tante Lani sahabat mama om. Tante juga yang merawat kami."Ucap Nathan.
"Jadi Lani sahabat Aleeza, sial...!! Semoga saja Lani tidak cerita yang enggakk enggak. Jika tidak Aleeza akan marah denganku."Batin Kaif sambil memijat pelipisnya.
"Yasudah, kalian bersihkan badan kalian. Baju ganti sudah ada dikamar."Ucap Kaif tanpa melihat Lani.
"Baik Om. Om jadi gak kerumah sakit..?"Tanya Nala.
"Tidak jadi, kalian sudah main terlalu lama. Dan kalian hari istirahat lebih awal.", Jawab Albian.
"Hmm..Nala kangen mama dan papa.."Guman Nala.
Kaif pun mendengar apa yang digumamkan Nala.
"Besok pagi kita akan jenguk papa."Ucap Kaif..
"Ya om.."Jawab Nala lesu.
"Kenapa juga tadi main terlalu lama..? Jadi gak bisa ketemu papa dan mama dong." Batuin Nala
"Mangkanya jangan lama-lama kalau sedang jalan-Jalan."Icap Nathan.
Twins pun pergi krkamar ya dan membersihka dirinya sebersih mungkin dan memakai pakaiannya.
Lani ingin pulang namun dicegah oleh Nala. Nala ingin Lani menemaninya tidur.
__ADS_1
Karena tidak tega dengan Nala, Lani pun dengan terpakas tidak pulang dan tidur bersama Nala.
Sedangkan Nathan tidur bersama Kaif.