PERNIKAHAN TERSEMBUNYI

PERNIKAHAN TERSEMBUNYI
61. Kecelakaan


__ADS_3

Hari ini Aleeza menjemput Twins dan Arseno disekolah.


Aleeza menunggu didalam mobil. Saat melihat banyak anak-anak yang sudah keluar dari gerbang sekolah, Aleeza pun segera turun dari mobilnya dan berjalan menuju arah gerbang.


"Mama...."Teria Nala sambil berlari kearah sang mama.


"Sayang, jangan lari-larian gitu dong. Nanti kamu jatuh bagaimana..?"Ucap Aleeza


"Kan ada mama yang akan nangkap Nala, Jika Nala jatuh. Hehe "Ucap Nala dengan senyum nakalnya.


"Mama kesini sendirian..?"Tanya Nathan.


"Iya sayang, mama sendirian. Ya sudah, ayo kita pulang. Nenek sudah mendunggu kalian dirumah."Ucap Aleeza.


"Iya mama..."Jawab Twins bersamaan.


Arsen hanya tersenyum kecut melihat kebersamaan mereka. Ada rasa iri dihatinya karena Arsen tidak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ibu.


Aleeza dan anak-anak pun segera pulang. Tak lama kemudia mereka sampai dikediaman Kyle.


Nala dan Arsen langsung lari masuk kedalam rumah. Sedangkan Nathan hanya berjalan santai bersama sang mama. Aleeza hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah sang putri.


"NENEKK......"Teriak kedua bocah itu.


"Cucuku sudah pulang, Nenek kangen kalian tau."Ucap Mama Abel.


"Sayang ayo ganti baju dulu, cuci tangan dan kaki. Terus kita makan siang bersama."Ucap Aleeza.


"Iya mama..tante.."Jawab Twins dan Arsen bersamaan.


Aleeza duduk disamping mama Abel.


"Rumah ini ramai disaat 3 kurcaci itu kembali kerumah ini."Ucap mama Abel.


"Apa lagi Nala ya ma..? Bikin gendang telinga mama pecah ya..hahaha.."Ucap Aleeza


"Hahhaa, kamu benar Aleeza. Tapi mama suka Nala yang ceria seperti ini. Lucu dan menggemaskan."Ucap mama Abel sambil tersenyum manis.


Aleeza hanya tersenyum mendengar ucapan mama Abel.


Waktu sudah menunjukan pukul 19.00 malak


"Mama..papa kok belum pulang sih ma..?"Tanya Nala yang sudah mulai kesal karena Albian belum pulang juga.


"Papa kan masih kerja sayang.."Jawab Aleeza lembut.


"Huh...kerja..kerja terus..."Ucap Nala sambil berdecak pinggang.


"Papa gak sayang sama Nala ya..? Papa gak kangen apa sama Nala..?"Ucap Nala.


"Iya, dia sudah bosan dengan gadis cerewet sepertimu. Mungkin sekarang dia lagi mencari anak gadis yang lain."Ucap Nathan dengan wajah datarnya.


"Kakak....!!"Nala semakin kesal setelah mendengar ucapan Nathan.


"Sayang, jangan bicara begitu dong. Kasian Nala sayang..."Ucap Aleeza lembut kepada Nathan.


"Papa tidak lagi cari anak kan mama..? Nala anak papa kan..? papa sayang kan sama Nala mama..?"Tanya Nala yang tampak khawatir jika sang papa akan benar-benar mencari anak gadis yang lain.


"Tidak sayang, Nala akan selalu menjadi kesayangan papa. papa selalu sayang sama Nala. "Ucap mama Abel sambil menggendong Nala.


"Bagimana jika Nala malam ini tidur sama Nenek..?"Tanya mama Abel berusaha menenangkan Nala.


"Hmmmm, iya deh. Nala tidur sama Nenek cantik. Tapi Nenek tidak bohongkan..? Papa sayang sama Nala..?"Jawab Nala yang mulai tenang.


"Iya sayang, mana berani Nenek bohongin Nala."Ucap mama Abel.

__ADS_1


"Nala sayang nenenk cantik..Ummuuaach..."Ucap Nala yang tak lupa memberi kecupannya kepada sang Nenek.


"Ck...bocil.."Ucap Nathan.


"Nathan sayang, jangan bicara begitu lagi ya. Kasian adiknya sayang."Ucap Aleeza.


Arsen hanya terdiam milihat drama yang ada didepan matanya.


"Iya mama, emangnya mama tidak khawatir papa punya yang lain diluar sana..? Seperti dulu saat papa menyimpan mantannya dari mama."Ucap Nathan tanpa expresi.


Sontak semua orang yang ada diruang keluarga terkejut mendengar ucapan Nathan.


"Sayang, siapa yang bilang itu pada Nathan..?"Tanya Aleeza.


Arsen hanya memerhatikan saja. Dan Nala masih dipangkuan sang Nenek.


"Nathan tau sendiri mama, tidak ada yang memberi tahu Nathan. Nathan tau semua masalalu mama dan papa."Jelas Nathan tanpa keraguan dimatannya.


"Kakak bicara apa sih Nenek..?"Tanya Nala polos.


"Tidak ada, kakak tidak bicara apa-apa sayang."Jawab mama Abel yang tampak gugup dengan ucapan sang cucu.


"Mama, Nathan tidak suka melihatnya menyakiti mama. Apa lagi membuat adek harus menunggunya. Emangnya dia siapa..? Kenapa harus membuat adek sedih..?"Ucap Nathan tampak kesal karena Albi yang membuat adiknya menunggunya tanpa kabar.


"Sayang, jangan bicara begitu, bagaimanapun juga dia papamu. Nathan tidak boleh bicara begitu. Papa juga sudah berusaha yang terbaik untuk kalian, tapi Nathan yang tidak mau menerima usaha papa."Ucap Aleeza yang khawatir jika Nathan membenci papanya.


"Usaha apa ma..? Ya Nathan tau, dia papaku. Tanpa dia aku tidak akan lahir didunia ini. Dan aku berterimakasih karena aku dilahirkan dari seorang ibu yang luar biasa seperti mama. Tapi sayangnya, Kenapa aku harus terlahir dari benih orang sepertinya..? Apa tidak ada laki-laki yang lebih baik darinya..?"Ucap Nathan yang beranjak dari duduk dan menaiki anak tangga menuju kekamaranya.


Aleeza benar-benar dibuat kehabisan kata-kata oleh sang putra.


"Tante, Nathan membenci Arsen ya..?"Tanya Arsen.


"Kenapa Arsen bicara begitu..?"Tanya Aleeza.


"Nathan selalu dingin denganku, dia tidak akan bicara jika Arsen tidak mengajaknya bicara."Jawab Arsen menundukan wajahnya.


Dan Nala sudah tertidur dipangkuan sang Nenek.


"Al, Nenek bawa Nala kekamar dulu ya sayang."Ucap mama Abel.


"Iya mama..."Jawab Aleeza.


"Arsen sayang, kekamar ya. Ini sudah malam waktunya tidur. "Ucap Aleeza


"Iya tante..."Jawab Arsen, dia pun bergegas kekamarnya.


Aleeza pun juga kekamarnya. Dia terus kepikiran soal Nathan. Memikirkan putranya membuatnya pusing dan tidak bisa tidur.


...****************...


Pukul 22.00 malam


Drrtt...Drrrt...Drrtt


Aleeza pun mengangkat telponnya tanpa melihat layar ponselnya.


Dalam panggilan telpon.


"Hallo....."Ucap Aleeza.


"Nyonya Aleeza, ini saya Johan."Suara tampak gemetar.


"Ada apa Jo..?"Tanya Aleeza.


"Tuan Albian kecelakaan Nyonya.."Jawab Johan gugup.

__ADS_1


Sontak membuat Aleeza terkejut dan kakinya lemas seketika.


BRUKK


Aleeza terjahuh lemas.


"Albian kecelakaan, kamu tidak becanda kan Jo.."Tanya Aleeza yang tak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Mana berani saya becanda Nyonya."Jawab Johan.


"Sekarang, Albi dirumah sakit mana..?"Tanya Aleeza cemas.


"Di rumah sakit xxxxx Nyonya."


Tut.


Aleeza mematikan telponnya. Dan dia dengan tubuh bergetar berusaha untuk bangkit .


"Semoga kamu baik-baik saja.."Ucap Aleeza lirih.


Aleeza tidak menyadari jika sedari tadi ada seseorang anak yang memperhatikannya dari luar.


Bahkan tubuh anak itu menjadi lemas setelah mendengar ucapan sang mama tadi. Ya anak itu Nathan.


Ceklek..


Aleeza terkejut melihat Nathan berdiri didepan kamarnya.


"Sayang, kamu belum tidur Nak..?"Ucap Aleeza yang berusaha tenang dan menghapus bulir bulir bening dipipinya.


"Papa tidak apa-apa kan mama..? Papa baik - baik saja kan mama.? Papa- "Ucap Nathan yang tampak terkejut dengan kabar sang papa. diwajahnya tergambar jelas jika Nathan masih peduli dengan Albian.


Grep..


Aleeza memeluk tubuh Nathan yanga tampak begemetaran.


"Papa pasti baik-baik saja sayang, kita lihat papa ya.? Sekarang kita kerumah sakit." Ucap Aleeza yang berusaha menenangkan sang putra. Padahal dirinya sendiri saja tidak lagi tenang.


Nathan hanya menganggukan kepala pelan.


Aleeza pun bergegas menuju rumah sakit tempat Albian dirawat. Aleeza melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena dia bersama Natahan. Sesampai dirumah sakit dia berlari mencari keberadaan sang suami. Dan kakinya pun terhenti setelah melihat, disana hanya ada Johan yang menunggu diluar ruangan operasi.


"Johan...."Panggil Aleeza.


"Nyonya...Tuan Muda..."Ucap Johan.


"Bagaimana keadaan Albia..? Kenapa bisa seperti ini..?"Tanya Aleeza panik.


"Tuan mengalami kecelakan dalam kerja, saat mengunjungi proyek tadi tiba-tiba bangunannya runtuh. Dan hampir mengenai tamu kami Nyonya, dan tuan yang melihat itu segera menolongnya dan reruntuhan itu mengenai tubuh tuan."Jelas Johan.


"Apa...!!"Aleeza sangat terkejut mendengar penjelasan Johan.


"Bekas lukamu masih belum hilang, dan sekarang harus menerima luka baru lagi.."Batin Aleeza. Hikks..hikks..


"Dia tidak apa-apa kan Jo..? Hikss.."Tanya Aleeza.


"Saya..."Ucapa Johan terpotong.


"Papa pasti baik-baik saja mama, jika dia tidak baik-baik saja, dan membuat mama menangis lagi Nathan akan tendang dia sekeras mungkin."Ucap Nathan yang berusaha menengkan sang mama.


Aleeza tersenyum mendengar ucapan Nathan.


"Hmmm, iya sayang. Papa pasti baik-baik saja."Ucap Aleeza sambil memeluk Nathan.


"Mama jangan menangis, Nathan tidak suka lihat mama menangis."Ucap Nathan.

__ADS_1


"Iya mama tidak menangis sayang."Jawab Aleeza.


Johan senang milihat Aleeza yang masih peduli dengan Albian. Apa lagi Nathan, walau dia berusaha tenang tapi Johan yakin jika Nathan juga mengkhawatirkan papanya.


__ADS_2