
Dikediaman Ardana
Ruang keluarga Ardana
"Cicit opa udah tambah besar ya, makin cantik dan tampan" Puji Kakek Rama
"Ya dong opa, kan mama cantik dan papa juga tampan. Jadi Nala dan kak Nathan, cantik dan tampan seperti mama dan papa." Jawab Nala dengan tingkah lucunya.
Sontak membuat semua orang gemas dengan kepintaran Nala. Tawa pun pecah sore hari ini.
"Utu..utu.. Keponakan om Kai pinter banget sih kalau jawab. Siapa yang ngajarin sayang..?" Tanya Kai sambil menggendong Nala.
"Diajarin siapa ya om..? Kayak nya tidak ada. Nala cuma bicara apa yang ada didalam pikiran Nala sih." Jawabnya Nala lagi dengan wajah yang menggemaskan.
"Dia diajarin sama drakor om, jadi makin centil dan makin gila."Jawab Nathan dengan wajah datarnya.
"Siapa yang gila..? Nala masih waras ya. "Nala kesal karena dikatai gila oleh sang kakak.
"Nala suka nonton drakor..? Seriusan nih..? Kau masih kecil, harusnya lihat kartun saja. Ini pasti pengeruh dari..." Kai menatap curiga Aleeza.
Aleeza yang mendapatkan tatapan tak mengenakkan pun bersuara..
"Jangan menatap Al begitu, Aleeza tidak pernah mengajak Nala buat nonton ya, dia sendiri yang mau kak." Jelas Aleeza...
"Didepan anak itu jangan nonton drakor Al, lihat Nala jadi dewasa sebelum waktunya."Ucap Kai
"Biar saja lah kak, lagian Nala dewasa bicaranya aja, tingkahnya juga masih bocah. Biar nanti jika udah gede bisa jadi pengacara. Masih kecil udah pandai bicara begini, kemungkinan besar nanti bisa jadi pengacara kan.." Bela Ken.
"Pengacara itu apa om..? Apa sama seperti Blackpink..? Bernyanyi dan menari." Tanya Nala dengan wajah polosnya.
"Pengacara itu orang yang suka menangani kasus sayang, Jika ada masalah dengan hukum makan kita bisa memakai pengacara."Jelas Kai
"Nala tidak paham om.."Wajah Nala tampak bingung dengan penjelasan sang Om.
__ADS_1
"Ck..!! Pengacara itu orang yang suka membantu orang yang baik yang dituduh jahat, dan ada juga orang yang salah tapi tidak mau mengaku bersalah." Ucap Nathan
"Apa..!! Kenapa begitu kak..? Kenapa juga membatu yang jahat..? Berarti pengacara itu tidak baik dan juga jahat Nala tidak suka." Dengan penjelasan Nathan, Nala pun mengerti apa sih pengacara itu.
"Apa aku bilang kak, dia masih bocah. Penjelasannya pun harus mengikuti pemikiran bocah." Ucap Ken sambil memakan cemilannya.
"Hmmm, kau diam dan habisakan cemilanmu saja." Kai kesal dengan Ken yang tidak pernah sejalan dengannnya.
"Selamat sore semua, lagi kumpul kenapa tidak ada yang mengabariku..?"Tanya Kaif yang baru saja datang.
"Hmm, kakak kan sibuk mana berani aku menggangu kakak." Ucap Kai.
Kaif pun duduk disamping Nala yang sedang dipangku oleh Kai.
"Aku tidak begitu sibuk kok, jika ada kalian disini om akan pulang dari tadi. Dan membelikan makanan kesukaan kalian, kalian tidak pulang jadi om tidak bawa apa-apa." Jelas Kaif sambil mengelus kepala Nala.
"Tidak apa-apa om, om datang saja Nala sudah senang. Tapi Nala lebih senang jika om belikan Nala oleh-oleh." Jawab Nala sambil tersenyum menunjukkan gigi putihnya.
Kaif hanya tersenyum melihat keponakannya yang makin hari makin pintar.
"Jika aku punya anak apa selucu Nala dan sepintar dia ya..? Harusnya iya, secara wajah aku tampan, tinggi, manis, imut dan penyayang. Lani juga cantik, jadi anak kita nanti pasti cantik dan tampan." Batin Kaif sambil menatap Nala dan sesekali melirik Nathan .
"Apa kak..?" Tanya Aleeza, ketiga kakaknya pun juga menunjukan wajah bingung dan rasa penasaran gak biasanya sang kakak tertua berbicar aneh begitu.
"Minggu depan, kakak akan menikah." Ucap Kaif dengan suara tegas dan wajah seriusnya.
Sontak membuat seisi rumah tercengan dan terdiam seketika dengan pikiran masing-masing.
"Minggu depan..? Apa kau sedang bermain-main Kaif..? Apa yang aku lakukan Kaif..? Tidak ada pinangan, pertemuan, dan Lamaran, tiba-tiba kau bilang ingin menikah..?" Ucap Kakek Rama yang masih tak percaya dengan ucapan Kaif.
"Huuufh....." Kaif menghela Napas panjang dan dia akhirnya mengeluarkan undangan pernikananya, Kaif meletakan undangannya di atas meja.
Semua orang pun melihat undangan itu secara bergantian.
"Apa Lani.." Ucap Kai da Aleeza kompak keduanya terkejut dan tak percaya jika Kaif jatuh cinta pada Lani sahabat terbaik Aleeza dan ibu angkat Twins.
__ADS_1
Sang kakek hanya bingunh dengan cucunya ini, dia tau Kaif bukan pria yang mudah jatuh cinta, bermain wanita, dan tau banget jika Kaif tidak suka berdekatan dengan wanita lain, karena Kaif memiliki Alergi terhadap wanita. Dia akan merasa gatal diseluruh tubuhnya jika berdekatan dengan wanita. Kecuali dengan Aleeza dan Nala, tubuhnya tidak memiliki reaksi apapun. Dan kini ditambah dengan Lani, jadi dia semakin yakin Lani adalah jodohnya.
"Kai, Aleeza...Apa kalian kenal dengan calon istri kakak kalian..?"Tanya Rama yang penasaran.
"Kenal kek, dia model baru diperusahaan Kai"
"Kenal Kek, dia sahabat baik Aleeza." Ucap keduanya bersamaan, dengan ekspresi terkejut yang sama pula.
Rama hanya memijit pelipisnya dengan tingkah sang cucu kutub nya ini.
"Kakek mau istriahat dulu, rasanya mendengar pernikahan mu membuat kakek pusing." Ucap Rama yang beranjak dari duduknya dan berjalan menaiki anak tangga.
"Tapi kakek merestui pernikahan Kaif kan, kek..?" Tanya Kaif yang berdiri dari duduknya.
"Tersetah kau saja, kakek sudah tua tidak bisa ikut campur masalah pribdi kalian lagi." Jawab kakek Rama yang tak menghentikan langkahnya sedikitpun.
"Aku tidak mau kemalangan yang menimpa Aleeza juga menimpa kalian. " Batin Rama.
Meski kini Aleeza sudah tampak bagagia, namun luka dimana saat Aleeza terima dulu sangat membekas dihati Rama.
"Kakak ini serius, sama Lani..? Kenapa Lani kakak..?" Tanya Aleeza.
"Karena hanya Lani lah yang mambuat Alergiku tidak baraksi sama sekali. Dan selain itu kakak juga nyaman dengannya."Jawab Kaif penuh keyakinan disorotan matanya sangat jelas betapa yakinnya dia dengan pilihannya itu.
"Begitu ya, Kak jangan pernah sakitin Lani ya, Aleeza mohon. Lani orang yang sangat penting dalam hidup Aleeza, dia seperti lentera dalam hidup Aleeza. Tanpa Lani, Aleeza tidak tahu akan jadi seperti apa. Twins akan bagimana..? Aleeza tidak bisa bayangin tanpa Lani apa jadianya kehidupan Aleeza."Ucap Aleeza.
"Duh..!! Padahal dulu kakak memperlakukan Lani seperti babu, tapi sekarang malah ingin menikahi Lani." Batin Kai.
"Kamu tenang saja Al, Kamu udah mengenala baik kakak orangnya seperti apa." Ucap Kaif
"Ya, Aleeza paham kakak seperti apa.." Senyum Aleeza mengembang indah diwajah cantiknya
"Apa perlu Aleeza bantu kakak menyiapkan pernikahan ini..?"Tanya Aleeza.
"Tidak perlu, kita tinggal datang, dan menikmati pestanya saja. Semua keperluan sudah ada yang menanganinya." Jawab Kaif.
__ADS_1
"Hmmm, semoga lancar sampai hari H.nya ya kak." Doa Aleeza untuk sang kakak.
"Amin..!! Terima kasih doa dan dukungannya ya sayang. Kau tetap menjadi kesayangan kakak. "Ucap Kaif sambil memeluk haru Aleeza.