PERNIKAHAN TERSEMBUNYI

PERNIKAHAN TERSEMBUNYI
42. Pertemuan pertama


__ADS_3

Kediaman Ardan


Pukul 19.00 malam. Semua anggota keluarga sedang berkumpul diruang keluarga sambil menonton Tv.


"Gimana hari pertama sekolah tadi sayang? Apa kalian suka sekolah barunya?" Tanya Aleeza kepada Twins


"Suka Ma" Jawab Twins kompak.


"Sekolahnya lebih besar dari sekolah yang lama, terusa gurunya baik-baik. Temannya juga asyik-asyik Ma, Terus ada kakak Ganteng lagi." Celoteh Nala.


Nathan hanya mendengarkan sang adik yang sangat antusias bercerita kepada sang mama.


"Ternyata, Anak Albi juga sekolah disana. Takdir macam apa ini? Aku ingin menghidarinya, tapi putra terus muncul didepan putriku."


"Tapi, dia berhak tau tentang keberadaab Twins. Bagaimanapun Albi papa dari Twins dan cucu keluarga Kyle." Batin Aleeza.


"Maa..Maamaa.."


"Iy~a Sayang, ada apa?" Jawab Aleeza dengan senyum canggung.


"Kenapa mama bengong?"Tanya Nala.


"Tidak, mama tidak bengong sayang"Jawab Aleeza yang berusaha menetralkan wajahnya.


"Pasti dia memikirkan Albian" Batin Kai.


"Mama.."Panggil Nathan.


"Ada apa sayang?"Tanya Aleeza.


"Nathan mau bobok sama mama ya, boleh kan ma?"Tanya Nathan dengan wajah lucunya.


"Tentu boleh dong, Nanti mama temenin Nathan tidur."


"Nala juga mau bobo sama mama, kayak dulu waktu kita masih tinggal dicaffe itu ma."Ucap Nala penuh semangat.


"Apa kalian tidur sama Om Ken saja?"


"Tidak!! Twins tidur sama Om Kai yang tampan saja ya?"Ucap Kai yang tidak terima dengan Ken.


"Apaan sih kau kak, ngalah dong sama adek sendiri"Ucap Ken kesal.


"Tidak!! Twins tidur sama Om Rafka yang tampan, baik hati, dan tidak pelit"Ucap Rafka sambil tersenyum.


"Sudah-sudah, biar Twins tidur bersama kakek saja. Twins sayang tidur sama Opa Rama ya?" Ucap Opa Rama sangat ramah tamah.


"Tidak mau"Jawab Twins kompak.


"Kenapa?" Tanya Opa Rama dan para Omnya kompak.


Kaif, hanya memijit pelipisnya melihat tingkah keluarganya.


"Kita mau tidur sama mama" Jawab twins berbarengan.


"Bener-bener anak kembar." Ucap Ken dan Kai kompak.


"Ayo!! Kita kekamar sayang"Ucap Aleeza sambil mengelus kepala Twins.


"Ayo!! Mama"Jawab Twins bersamaan.


"Ttaaataa Semuanya"


Cup....


Cup....


Cup....


Cup...


Cup...


Nala tak lupa memberi kecupan pipi kepada Opa dan para Om tampannya.


Membuat para Omnya gemas ingin menggigit pipi bocah kecil itu. Hanya Nala yang mengecup, sedangkan Nathan hanya melihat saja. Senyum saja tidak ada apalagi sebuah kecupan.


...****************...


Mansion keluarga Kyle.


Tok...Tok..Tok..

__ADS_1


Seseorang mengetuk pintu kamar Albian.


"Masuk"


"Papa.."Panggil Arsen


"Arsen, ada apa sayang? Kenapa belum tidur?"Tanya Albi.


"Arsen, tidak bisa tidur pa. Apa boleh Arsen tidur disini, bersama papa?" Tanya Arsen .


"Boleh, sini sayang. Tumben anak papa minta tidur sama papa. Apa ada sesuatu?"Ucap Albi.


"Papa, Arsen pengen punya adek perempuan yang cantik dan lucu"Ucap Arsen yang polos.


"Haah!! Kenapa tiba-tiba kamu ingin punya adek?"Tanya Albi yang sedikit bingung dengan permintaan Arsen.


"Iya Pa, disekolah Arsen ada anak baru pa. Terus Kembar lagi"


"Kembar?? Tersus apa hubungannya dengan Arsen ingin punya adek perempuan?"


"Iya, ada pa. Teman Arsen itu kembar Cowok sama Cewek. Kakaknya cowok dan adeknya cewek pa. Adeknya yang cewek itu, lucu banget pa. Dia suka sekali senyum, terus dia tidak bisa diam ngoceh aja terus kayak burung yang lagi berkicau tidak ada jedannya. "Ucap Arsen bersemangat menceritakan teman barunya itu.


"Jadi...." Ucap Albi yang tidak tau harus bicara apa dengan Arsen.


"Jadi, Arsen pengen adek kayak dia. Dia anak yang bertemu Arsen di Mall waktu itu pa."


"Namanya siapa sayang?" Tanya Albi penasaran.


"Namanya Nala, dan kakaknya namanya Nathan. Mereka jadi populer loh disekolah pa."


"Populer gimana?"


"Populer karenah wajah dan sifatnya yang berbeda. Kalau Nathan dia dingin sekali pa. Tidak pernah bicara dengan siapapun selain kepada Nala. Terus Nathan juga sangat pintar. Jadi banyak anak perempuan yang suka sama Nathan."


"Oh, Arsen kan juga tampan. Pasti populer juga dong" Goda Albi kepada sang putra.


"Iya begitulah Pa. Tapi tidak sepopuler Nathan kok."Jawab Arsen.


"Yasudah, besok papa antar kamu kesekolah. Papa ingin tau gadis yang membuatmu menginginkan seorang adek itu."Ucap Albi.


"Serius!! Papa mau antar Arsen sekolah?"


"Iya sayang, ya sudah sekarang kamu tidur. Ini sudah malam" Ucap Albi sambil mengus kepala Arsen.


Arsen tidur sambil memeluk Albi, sedangkan Albi mengelus punggung Arsen.


...****************...


Keesokan harinya.


Waktu sudah menunjukan pukul 07.00 pagi.


Aleeza mengantar Twins kesekolah.


"Sayang, ingat pesan mama disekolah tidak boleh..."Tanya Aleeza kepada Twins.


"Tidak boleh nakal, harus nurut sama bu. guru."Jawab Twins kompak.


"Pinternya anak mama" Ucap Aleeza sambil mengelus kepala Twins dan tidak lupa juga Aleeza mengecup kening Nala dan Nathan.


Cup..


Cup..


"Ingat jangan kemana-mana ya, kalian harus menunggu mama menjemput kalian."Ucap Aleeza.


"Siap Mama sayang" Jawab Twins dengan senyum manis mereka.


Cup...


Dan mereka juga mengecup pipi mamanya.


"Taaattaa Mamaa" Ucap Nala sambil melambaikaan tangannya. Nathan pun juga melambaikan tangannya kepada Aleeza.


Aleeza hanya mengantar sampai pintu gerbang saja. Karena sudah ada guru yang menyambut kedatangan anak-anak.


Aleeza pun sudah pergi setelah melihat Twins bersama gurunnya.


Dan tak lama kemudian.


"Papa, Ayo!! Cepat turun. Itu Twins sudah datang." Ucap Arsen sambil menunjuk kearah anak yang sedang berjalan dengan bergandengan tangan.

__ADS_1


"Iya, sayang. Sebentar, keburu banget sih."


Albi dan Arsen pun turun dari mobil.


"Nala....."Teriak Arsen sambil berlari menghampiri Twins.


"Arsen jangan lari-larian nanti kamu jatuh." Ucap Albi.


Tetapi Arsen menghiraukan ucapan sang papa.


Nala dan Nathan pun menghentikan langkahnya. Dan mereka menoleh keasal suara.


"Kakak ganteng, kenapa lari-lari begitu?"Tanya Nala.


"Hooshh..hoossh, Iya, Papaku mau bertemu kalian." Jawab Arsen dengan nafas tersengal-sengal.


"Arsen...!"


"Gawat, dari suaranya sepertinya papa marah denganku."Batin Arsen.


"Papa...Hehee" Jawab Arsen sambil nyengir dengan memperlihatkan giginya.


"Udah berani ya mengabaikan papa.."


"Maaf, Papa" Ucap Arsen yang tertutunduk merasa bersalah.


Twins yang melihat laki-laki yang berdiri disamping Arsen sangat terkejut.


"Papa..."Batin Twins


Nala menatap Nathan begitu pula dengan Nathan juga menatap Nala dan memegang tangan Nala sangat erat.


"Lain kali jangan diulangi lagi" Ucap Albi yang tanpa sadar jika ada 2 anak kecil terus memandanginya.


"Iya papa. Arsen gak akan ulangi lagi"Jawab Arsej gugup.


"Kakak Ganteng..."Panggil Nala.


MembuaT Arsen dan Albi tersadar jika masih adq Twins didepan mereka.


"Eehh! Arsen sampek lupa. Maaf ya Nala."


"Iya, kak tidak apa-apa"Jawab Nala sambil tersenyum kecut.


"Oh iya, Nala..Nathan.. Ini Papa aku"Ucap Arsen


"Papa, Ini Nala dan Ini Nathan yang aku ceritak ke papa semalam."


Albi menatap Twins..


"Kenapa aku merasa tidak asing dengan mereka berdua? Ada perasaan yang sulit dijelaskan yang aku rasakan saat ini. Perasaan apa ini?"Batin Albi yang terus menatap Twins.


Begitupula dengan Twins yang terus menatap Albian.


"Hay...Om. Salam kenal Nama ku Nala" Ucap Nalam yang merasa canggung.


"Nathan" Ucap Nathan yang dingin dan memalingkan wajahnya.


"Papa tidak jika kita juga anaknya. Kenapa tidak pernah menemui kita? Ternyata karena papa sudah punya anak. Jadi papa melupakan kita."Batin Nathan.


"Ayo, dek. Kita kekelas" Ajak Nathan sambil menarik tangan Nala.


"Iya, Kak. Nala kekelas dulu ya, Kakak ganteng, Om..Taaataaa" Ucap Nala sambil melambaikan tangan.


Albi dan Arsen tersenyum dan juga melambaikan tangan mereka bersamaan.


"Entah kenapa hatiku sakit medapat perlakuan dingin dari Nathan."Batin Albi.


Didalam kelas.


"Kak, tadi itu papa kan?" Tanya Nala.


"Iya"Jawab Nathan dengan cuek.


"Kenapa papa tidak mengenali kita? Mama juga setiap kali Nala minta bertemu papa jawabnya papa sibuk lah, perjalanan bisnis lah. Eehh!! Gak taunya Kakak ganteng anaknya papa."Ucap Nala yang sedikit lirih.


"Sudah jangan banyak berpikir yang macam-macam. Mama kan sudah bilang papa tidak tau kalau mama hamil kita."Jawab Nathan


"Iya, Kak. Tapi kenapa mama tidak pernah menghubungi papa ya kak?" Tanya Nala yang penuh penasaran.


"Tidak tau. Itu urusan mama. Bukan urusan kita, yang terpening untukku mama selalu bahagia. Dan kita selalu bersama."Jawab Nathan.

__ADS_1


Nala langsung memeluk Nathan.


"Kakak benar, yang penting kita selalu bersama-sama. Dan mama selalu tersenyum tidak boleh nangis lagi."Ucap Nala dengan wajah sendu tapi menggemaskan.


__ADS_2