
Aleez dan Lani pun pergi kesebuah Aparteman yang akan ditinggali oleh Lani.
"Ini Lan Apartemanmu, Lumayanlah Lan. Ini kawasan elit loh."Ucap Aleeza sambil berjalan menelusuri setiap ruangan.
"Iya, Kau juga suka tempat ini. Katanya disini kawasan para model terkenal tinggal sih. Jelas Lani sambil menata majunya kedalam lemari.
"Oowh!! Aku tidak tau sebelumnya kalau disini tempat para model terkenal. Kamu harus tetap hati-hati ya, tinggal disini. Bagaimanapun kamu tinggal disini itu sendirian. "Ucap Aleeza yang menata bahan-bahan makanan dan beberapa minuman kaleng.
"Iya, kau tenang saja aku bisa kok menjaga diri aku Al, Oh ya kamu tidak menjemput twins Al..?"
"Twins dijemput oleh papanya Lan. Jadi aku bisa nemenin kamu beres-beres apartemanmu."
"Oh, padahal aku kangen banget sama twins. Lama banget tidak ketemu."
"Ya besok saja Lan, sekarang kamu istirahat dulu saja. Besok baru ketemu twinsnya."Ucap Aleeza dan memberikan minum kepada Lani.
"Terima kasih Al."Menerima minuman dari Aleeza.
"iya sama-sama."
"Y sudah, aku harus balik nih, kalau tidak nanti twis ngambek dan ngomel-ngomel kepadaku." Ucap Aleeza.
"Ya sudah, kamu pulang saja. Aku tidak antar kamu kedepan ya."Ucap Lani.
"Iya gak usah antar aku, kamu istirahat saja."Jawab Aleeza yang kini melangkahkan kaki keluar dari aparteman Lani.
Diparkiran Aparteman.
"Itu kan Aleeza, ngapain dia disini..? Terus sejak kapan dia ada dinegara A..?"Ucap Selia yang baru saja datang pemotretan.
Aleeza pun melajukan mobilnya dengan kencang.
"Apa Albian sudah bertemu dengannya..? Ck..!! Udah pergi kenapa masih kembali lagi sih..? Menyebalkan."Gumam Selia yang tampak kesal melihat Aleeza.
Dan diperusahan Albian. Setelah menjemput anak-anaknya. Dia membawa anak-anaknya main dikantornya. Karena Nala tidak mau diantar pulang, dan memakasa kepada sang papa untuk membawanya kekantor bersama dengan Albian.
"Sayang main disini saja ya, Jangan kamana-mana!! Kalau capek tinggal tidur saja. Kamar mandinya juga ada didalam."Jelas Albian yang menyuruh anak-anaknya untuk bermain diruang istirahat pribadinya.
"Baik papa..."Jawab Nala.
"Ini makanannya, kue, cemilan, susu, dan minuman juga sudah ada disini. Ingat sampahnya harus dibuang ditempat sampah ya sayang."Ucap Albian dan menaruh beberapa kantok keresek berisi makanan diatas meja.
"Siap Papa/Daddy.."Ucap Nala dan Arsen kompak. Nathan hanya duduk disofa dan mainkan ponselnya.
"Ya sudah, papa harus kembali kerja, Arsen jaga Nala dan Nathan ya.."
"Iya Daddy..."Jawab Arsen.
Albian pun keluar dari ruang Istirahatnya. Menuju kekursi kebesarannya.
Dan tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar
Tok...Tok....Tok.
"Masuk...!!"
"Tuan, ini informasi yang anda minta tentang Nona Selia."Ucap Johan dan menaruh map coklat diatas meja.
"Bacakan semua untuk ku Johan."
__ADS_1
"Baik Tuan.."Ucap Johan patuh.
Johan mulai membacakan semua informasi yang dia dapat. Albian yang mendengar semuanya sudah tidak bisa lagi menyembunyikan amarahnya. Kedua tangannya mengepal.
"Berengsek..!! Aku benar-benar buta sudah jatuh cinta dengan wanita ular itu. 5 tahunku terbuang sia-sia..."Ucap Albian.
"Johan, kau beresin wanita itu, aku tidak mau dia tinggal diapartemanku. Masalah Arsen setelah tes DNA aku tidak peduli dia anak siapa. Aku yang merawatnya, jadi bagaimanapun Arsen tetap bagian dari keluarga Kyle."Jelas Albian.
"Baik Tuan..."
Setelah itu Johan keluar dari ruang Albian.
...****************...
Dikediaman Ardan.
"Kakek, Twins dimana ya..?"Tanya Aleeza.
"Ikut papanya kekantor.."Jawab kakek Rama singkat.
"Apa..?! Mereka ikut kentor dengan papanya. Anak-anak itu makin hari, makin nakal ya."
"Biarkan saja Al, lagian mereka ikut papanya. Kantor Albian juga aman."Jelas Kakek Rama.
"Tapi, mereka harus tidur siang kek. Harus makan siang dan ganti pakaian."Ucap Aleeza yang sedikit kesal dengan Twins.
"Haah!! Twins tidak akan kelaparan Al, kan bersama papanya. Masak iya Albian tega tidak memberi anak-anaknya makan.Jangan khawatir berlebihan sayang. Kamu istirahat saja dulu."Ucap Kakek Rama.
"Hmm!! Iya kakek.."Jawab Aleeza dan mangkah kan kakinya menuju kamarnya.
Pukul 17.00 Sore..
"Cicit kakek sudah pulang, sayang mandi dulu ya..terus makan."Ucap Kakek Rama.
"Mama dimana opa..?"Tanya Twins bersamaan.
"Mama dikamar, tapi lebih baik kalian mandi dulu lalu temui mama dikamarnya."Ucap Kakek Rama.
"Siap Opa.."Jawab Twins berjalan masuk kedalam kamarnya, dan diikuti oleh maid.
"Kakek..." Sapa Albian.
"Albi bagaimana keputusan kalian.. ?"Tanya kakek Rama.
"Aleeza setuju untuk kembali lagi dengan Albi kek."Jawab Albian dengan senyum semeringah diwajahnya.
"Ingat Bi, jangan menyakitinya lagi. Aleeza mau kembali karena memikirkan Twins. Dia bukan malaikat yanga akan terus memafaakan kesalanmu."Ucap Kakek Rama.
"Iya Kek, Albi tidak akan mengulangi hal bodoh itu lagi."Jawab Albi yang terus menunduk tak berani menatap kakek Rama.
"Hmm!! Ya sudah, Aleeza ada dikamarnya. Kamu bisa mandi dan istirahat disana."Ucap kakek Rama sambil berjalan menuju kekamarnya.
Albian pun pergi kekamar Aleeza untuk membersihkan tubuhnya.
Ceklek..
Aleeza tengah bersandar kepala kasurnya sambil memainkan ponselnya.
"Aleeza...."Ucap Albian dan duduk dismping Aleeza.
__ADS_1
"Ada apa Bi..?"Tanya Aleeza.
"Kapan kita akan kemansion Kyle..?"Tanya Albian.
"Ehhmm, Setelah kita bicara dengan kakak-kakaku."Jawaba Aleeza.
"Hmm!! Ya sudah, aku mandi dulu ya."Ucap Albim dan berjalan masuk kedalam kamar mandi Aleeza.
"Hah..!! Mandi.., kenapa harus mandi dikamarku...? Kenapa tidak mandi dikamar tamu saja..? Dasar tidak tahu malu..!!"Ucap Aleeza kesal. Al pun keluar dari kamarnya. Dan meminta maid untuk menyiapakan pakaian Albia.
Aleeza kini berada diruang kuarga sambil menonton tv.
"Mama......"Teriak Nala sambil berlari menuju sang mama.
"Nala, jangan lari-larian begitu. Nanti jatuh bagaimana..?"Ucap Aleeza sambil memangku Nala.
"Tapi Nala tidak jatuh kan ma."Jawab Nala.
"Ehmmm!! Iya Nala tidak jatuh.."Ucap Aleeza.
Kini Aleeza ditemani oleh Nala dan Nathan.
"Mama...mama...sudah baikan ya sama papa..?"Tanya Nala.
"Hmmm!! Sesuai keinginanmu sayang. Apa kau senang bisa tinggal dengan papa..?
"Nala sangat senang, karena bisa sama papa dan mama."Ucap Nala.
"Kalau Nathan bagaimana....?"Tanya Aleeza sambil menatap Nathan.
"Nathan senang kalau mama senang."Jawab Nathan dengan wajah datarnya.
Aleeza hanya tersnyum mendengar ucapan Nathan.
Ekhmmmmm......!!
"Kalian bicara apa ..? Sampai senyum-senyum tanpa aku.." Ucap Albian sambil menuruni anak tangga.
"Bicara mama dan papa yang sudah berbaikan, Nala jadi senang papa."Ucap Nala sambil lari kepelukan Albian.
"Oh, iya nanti kita tinggal di rumah papa ya, Nala mau kan..?"Ucap Albian sambil menggendong Nala.
"Kenapa tidak tinggal disini saja papa..? Nala nyaman disini, bersama Opa dan Om.."Jawan Nala.
Albi hanya bertukar pandang dengan Aleeza.
"Papa saja yang tinggal disini bersama Nala, mama, kakak, Opa, dan Om ganteng."Ucap Nala dengan wajah yang sendu.
"Iya sudah, papa tidak akan memakasa Nala. Tapi Kak Arsen sendirian disana sayang."Ucap Albian.
"Ya suruh kakak Arsen tinggal disini saja pa."
"Kalau kak Arsen tinggal disini, Nenek dan Opa akan kesepian.."
Nala pun terdiam....
"Kalau Nala ikut papa, Opa dan Om akan kesepian juga dong."Ucap Nala beberapa menit kemudian.
Aleeza dan Albian hanya terdiam, mereka jadi bingung sendiri mendengar ucapan Nala.
__ADS_1